
"drap .. drap"
"Nando Nando" teriak Rere di lorong dekat ruang kerja Ano.
"tuan putri jangan lari lari" ucap Nando langsung menampakkan diri.
"hehee ... kudengar kamu dari kediaman Chailil yah?"
"iya .. saya mengunjungi ibu"
"bagaimana kabar nyonya Elena?"
"beliau sehat" jawabnya sambi berjalan di dekat Rere.
"kamu mau ke ruangan ayah kan?'
"iya tuan putri"
Keduanya berjalan berdampingan, Rere berjalan santai dengan kaki kecilnya dan Nando memperlanbat langkahnya agar imbang dengan tuan putri.
"tok tok"
"masukk"
"ayahhh"
"ada apa?"
"saya rindu ayah😅"
"🤨🤨" Ano sedikit bingung.
"saya kembali Baginda" sapa Nando selanjutnya.
"kenapa cuma sebentar? tidak menginap?"
"keselamatan Baginda lebih penting dari urusan pribadi saya"
"hhh dasar" hela Ano.
Rere dengan tenang duduk di sebelah ayahnya, seperti biasa tangannya selalu memegang bunny, padahal Ano sudah memberinya beberapa boneka baru yang jauh lebih bagus dan mewah, tapi tetap saja boneka itu tidak pernah lepas dari genggaman putri kecilnya.
"ayah!"
"hmm"
"panti yang kita bangun akan di resmikan dengan nama apa?" tanya Rere terlihat penasaran.
"apa kamu punya saran?"
" ... " menggeleng.
"kamu pikirkan saja pelan pelan"
Hari peresmian panti dan sekolah gratis yang Rere inginkan telah tiba, dua bangunan besar berdiri sejajar di depan anak gadis itu, satu bangunan panti dan di sebelahnya sekolah.
Mata bulatnya berkaca kaca melihat tempat yang sebentar lagi akan menjadi naungan bagi anak yatim piatu dan tidak mampu sepertinya dulu, tempat di mana bisa melindungi mereka dari panas dingin maupun hujan.
__ADS_1
"🥺🥺"
"kamu kenapa?" Ano bingung.
"hikss ayahh" ucap Rere langsung memeluk kaki jenjang ayahnya.
"🤨 .. kenapa?"
"saya senang ayah sangaaaat senang hiks" ucapnya di tengah isak tangis.
"kamu senang tapi menangis?" Ano semakin bingung.
" ... " ngangguk.
"grep" di pungut
"sudahlah .. berhenti menangis atau ku robohkan bangunan ini?"
"hah? hueeee jangan ayah huaaaðŸ˜ðŸ˜" anak itu langsung menangis kencang.
"kok makin kenceng?"
"jangan di hancurkan, sa-saya akan berhenti menangis huaa"
"dasar anak cengeng" (peluk)
"🥺🥺🥺"
Pembukaan gedung panti dan sekolah di resmikan langsung oleh Rere sebagai salah satu tokoh yang paling berperan besar dalam pembangunan tersebut, banyak juga bangsawan yang hadir ikut menyaksikan peresmian dua gedung besar tersebut.
Tak lama setelahnya para bangsawan ikut masuk untuk melihat fasilitas panti, bisa di lihat aula yang luas dan juga tempat bermain sederhana berada di lantai pertama, lalu lantai kedua berjajar rapi kamar berukuran 2x3 meter dengan 1 ranjang lemari dan meja belajar.
Tidak lupa juga tersedia dapur besar dan kamar mandi di lantai 1, untuk lantai 3 masih kosong karena belum pasti akan ada berapa anak yang masuk ke panti, sementara lantai 4 adalah bangunan kosong yang di khususkan untuk ruang anak remaja nantinya.
Setelah itu mereka masuk ke bangunan sebelahnya, ukurannya memang lebih kecil dari bangunan panti namun terlihat rapi dan fasilitasnya juga bagus, di lantai pertama ada kelas baca tulis khusus anak anak, lalu ada kelas menyanyi dan tempat bermain jika ada balita.
Di lantai dua terdapat 4 kelas berukuran besar, ada kelas melukis, memasak, memganyam dan beberapa kelas kerajinan lainnya, sekolah ini di dirikan bertujuan untuk mengajarkan keterampilan bagi anak anak untuk bekal masa depan, dan kalau nanti ada anak yang memiliki potensi dalam pedang atau bela diri lainnya juga akan di bangunkan kelas baru.
Bangunan panti di resmikan dengan nama UMBRELLA dan bangunan sekolah Rean Academy, Rean sendiri merupakan gabungan nama dari Rere dan Ano, sedangkan umbrella payung, sesuai dengan artinya Rere ingin panti tersebut menjadi tempat yang bisa melindungi anak anak dari panas dan hujan seperti filungsipayung pada umumnya, Rere sendiri yang menyiapkan nama tersebut seperti yang ayahnya perintahkan.
Di RA Family Alvin sudah menyiapkan beberapa pekerja profesional, beberapa di antaranya ada ahli gizi kesehatan, ada kisaran 12 orang pengurus panti dan nantinya Alvin akan menambahkan lagi jika jumlah anak yang masuk panti meningkat.
Sementara itu di Rean Academy Alvin menyiapkan guru lukis, sejarah, baca tulis, olahraga dan beberapa guru kesenian lainnya, mereka juga di ajari tata krama dasar kekaisaran agar kelak bisa memberi salam dengan benar pada para orang orang kelas tinggi, dengan begitu Rere berharap tidak akan ada anak yanh di hina hanya karena alasan tidak tau tata krama.
"ayah hari ini saya merasa sangat lelah" keluh Rere saat sedang duduk berdua dengan ayahnya.
"kamu sudah mau tidur?"
"apa boleh?"
"ya .. tidurlah"
"ayah juga harus segera istirahat ya"
"iyaa"
__ADS_1
Setelahnya Rere langsung menaiki ranjang dan langsung tertidur, tentu saja anak itu merasa lelah karena seharian berkeliling mengelilingi 2 bangunan besar, di tambah lagi jam tidur siangnya juga dia bolos jadi tentu saja rasa kantuk cepat menyerangnya.
Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan Ano juga berencana untuk tidur lebih awal, Ano sudah mulai meyadari ketiadaan suara putrinya di malam hari mmbuatnya merasa sangat sepi.
Keduanya tertidur dengan lelap seperti bayi yang kekenyangan setelah minum susu, Vernandonsendiri seperti biasa berjaga di sebelah ranjang Kaisar untuk memastikan keamanannya.
Saat lewat tengah malam Rere terbangun karena merasa haus, melihat ayahnya sudah lelap tidur anak itu merasa sungkan untuk bergerak, dengan hati hati anak itu merangkak dan turun dari ranjangnya.
"Nando" bisik Rere pelan.
"kenapa tuan putri?" ucapnya lanhsung mendekat.
"tidak papa, aku haus" ucapnya langsung melangkah ke meja dekat ranjang.
Anak itu dengan pelan menuang air ke gelasnya, dia benar benar tidak ingin ayahnya bangun karena adanya suara berisik.
"Nando tidak tidur?"
"saya tidur saat siang"
"hmm begitu ya? ya sudah aku mau tidur lagi, kamu jaganya sambil duduk saja ya"
"iyaa"
Rere kembali menaiki ranjang dengan pelan pelan, di lihatnya wajah ayahnya yang sedang terlelap, wajah tampan dengan garis rahang tegas benar benar sebuah kesempurnaan, belum lagi pemandangan roti sobek milik ayahnya yang tiap malam Rere lihat.
"saya akan jadi putri yang baik" gumamnya pelan.
Setelah mengamati ayahnya untuk beberapa saat Rere merebahkan kepala di bantal ayahnya dan ikut tertidur.
"uhhh .. pundak ku sakit sekali" ucap Emma di pagi hari.
"kenapa?"
"semalam tidurku terlalu nyenyak sampai tidak bergerak, sekarang pundak kananku sangat sakit" ucap Emma pada Anna.
"hmm dasar kamu ini"
"ohya .. apa benar nona Diana akan kemari?" tanya Emma antusias.
"iya aku sudah meminta izin pada Kaisar untuk membawanya masuk, asal dia tidak membuat masalah Kaisar mengijinkannya"
"bukannya gosip yang beredar sangat tidak benar?"
"gosip apa?"
"nyonya Anna pasti dulu sering dengar kan kalau Kaisar itu iblis " bisiknya.
"huss kamu ini ngomong apa? hati hati lho lehermu bisa putus kalo asal ngmong" ucap Anna serius.
"tapi dulu hampir setiap hari saya mendengarnya"
"iti kan hanya gosip, selama 1 setengah tahun kamu di sini apa kamu pernah melihat hal tidak manusiawi dari beliau?"
" ... " menggeleng.
__ADS_1
"maka dari itu jangan mudah percaya dengan gosip, gosip itu cuma penyakit yang menyebar dari mulut ke mulut"