Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Surat sihir


__ADS_3


Kaisar Veano Afran Callisto Kaisar muda yang tidak berperasaan, dia tidak menginginkan cinta dari siapapun dan tidak memberi cinta pada siapapun, begitulah dia dikenal, namun terlepas dari sifat dan sikapnya yang dingin dia adalah Kaisar hebat yang berhasil meningkatkan kemakmuran kekaisarannya sebanyak 15% selama 9 tahun menduduki tahta, tak heran seluruh penduduk kekaisaran dan para bangsawan sangat menghormatinya.


Veano adalah pangeran ke 2 dari 8 bersaudara yang dulunya menduduki kandidat ke 7 sebagai penerus tahta Kekaisaran, namun dalam 1 malam situasi berbalik dan menjadikannya sebagai putra mahkota.


Georgio Afran Callisto ayah sekaligus kaisar sebelumnya adalah putra mahkota yang di angkat sebagai Kaisar di usia muda, dia menikah dengan ibunya yang merupakan keturunan bangsawan kelas atas dan di karuniai 2 orang anak.


Kehidupannya di usia muda berjalan baik bersama ibu dan adik perempuannya, sampai di usia 5 tahun ibunya menyelamatkannya dari insiden percobaan pembunuhan dan membuatnya kehilangan nyawanya, semenjak hari itu dia di anggap sebagai penyebab kematian ibunya dan mulai di abaikan oleh ayahnya.


Pribadinya yang ceria berubah menjadi suram, di tambah lagi saudara saudaranya juga ikut mengucilkannya, setiap hari yang dia lakukan hanya mengurung diri di ruang baca ibunya dan menjauh dari kehidupan sosial, adik perempuannya Felicia Afran Callisto masih sedikit lebih ceria darinya karena dia memang masih lebih muda.


Suatu malam saat dia tenggelam dalam tumpukkan buku di ruang belajar, adiknya datang dengan wajah pucat ketakutan dan ada bercak darah di bajunya, melihat kejadian itu seketika membuat Veano mengingat kematian ibunya beberapa tahun lalu.


Dengan rasa takut dan tubuh bergetar Ano bersembunyi di bawah kolong meja sembari memeluk tubuh adiknya, tak lupa dia mematikan seluruh penerangan yang ada dan berusaha membekap mulutnya sendiri agar tak mengeluarkan suara.


Ancaman pembunuhan dalam keluarga kekaisaran merupakan hal biasa, apalagi saat orang itu memiliki posisi yang kuat di istana, kejadian itu sudah berulangkali mendatangi Veano dan adiknya sejak mereka masih bayi, tapi semenjak kematian ibunya baru sekali ini ancaman itu datang lagi.


Pemandangan berdarah di lantai dan tembok istana sudah tidak lagi membuat tubuhnya bergetar, matanya sendu menatap adiknya yang tertidur setelah semalam ketakutan, wajah kecil yang polos itu.....


* * * *


"Baginda"


"Bagindaa!"


"hmm?"


"kenapa anda melamun?" tanya Alvin bingung.


"tidak ada, penyihir sudah datang?"


"sudah Baginda, mereka menunggu di kamar tamu"


"mereka?"


"a-emm yang datang ada 5 orang🙄"


"apa?"


"i-itu karena kabar kalau kaisar memiliki anak jadi..."


"anak itu baru masuk ke sini kemarin sore Vin, bagaimana.."


"Baginda kan tau sendiri, istana ini tidak bisa lepas dari mata asosiasi😓"


"Asosiasi br*ngsek🤬"


"Bagindaa"


"brisikkk!"


"Baginda ini masih pagi kenapa anda marah marah?"


"hahhh sepertinya sudah lama pedangku merasakan darah da.."


"aku diam🙊"



Alvino De Lucius sosok laki laki berwajah manis dan mudah bergaul adalah putra bungsu sekaligus putra satu satunya dari bangsawan Lucius yang memiliki 6 orang anak, keberadaanya yang merupakan anak laki satu satunya membuatnya menerima banyak cinta dan limpahan kasih sayang dari orang tua dan kakak kakaknya.


Dari kecil hingga dewasa dia sudah biasa menerima perlakuan istimewa sampai memiliki teman seorang pangeran, saat dia berusia 7 tahun dia berhasil memasuki istana kekaisaran berkat pengaruh ayahnya yang merupakan bangsawan yang memiliki kontribusi besar.


Hari itu juga pertama kalinya dia melihat pangeran yang seluruh tubuhnya di tutupi aura gelap, tubuh kurus dan wajah yang muram, bahkan hal parahnya pangeran tersebut sedang makan makanan yang sudah tidak layak di makan oleh keluarga bangsawan kecil sekalipun.


Jika awal kedatangannya untuk menjalin persahabatan politik, niatnya berubah seketika saat melihat pangeran malang di depannya, itu adalah awal bagi seorang Alvin bertemu dan berteman akrab dengan manusia sedingin es bernama Veano, dan dialah satu satunya orang yang berani berkata santai pada manusia es tersebut.


Alvin menjabat sebagai perdana mentri yang mengurus segala tata usaha di Heibe, dia sudah menjabat 7 tahun lalu menggantikan perdana mentri sebelumnya, selama perang berlangsung semua hal yang berkaitan dengan kekaisaran akan di urus olehnya, jadi meskipun sang Kaisar berlama lama di medan perang tidak akan ada masalah apapun di dalam Kekaisaran.


"kapan anak itu datang?"


"ahh aku hampir lupa, sepertinya kita harus mempekerajakan dayang"


"dayang?"


"apa Baginda lupa? tuan putri kan anak perempuan mana mungkin dia di layani pelayan laki laki🤦"


"hahh merepotkan, kau urus saja sendiri"


"siap"

__ADS_1


Hari pembuktian darah akan di laksanakan, dengan air suci sebagai perantara Veano dan tuan putri akan sama sama meneteskan darah mereka, jika darah mereka menyatu maka bisa di pastikan bahwa putri kecil itu adalah putri Kaisar.


"kamu ingat perintahku?"


"ingat Baginda, kami menutup wajah tuan putri sesuai perintah baginda" jawab kepala pelayan hormat.


"apa Alvin sudah mengurus perekrutan dayang?"


"sudah Baginda, mulai besok saya yang bertanggung jawab memeriksanya"


"hmm"


"Baginda semua persiapan sudah siap"


"baik"


Di aula yang luas dengan di saksikan 5 penyihir dan beberapa anggota istana pembuktian darah di lakukan.


"tes" tetesan pertama di lakukan oleh Kaisar.


"tuan putri tahan sebentar ya, kami akan segera mengobati luka anda"


"i-iya" jawabnya pelan.


"sreet"


"uhh😣"


Goresan di tangan kecilnya membuat anak itu bergetar, bukan karena rasa perihnya tapi anak itu takut dengan hasilnya, jika dia tidak terbukti sebagai anak Kaisar maka hidupnya akan kembali seperti semula, di mana kelaparan dan penganiayaan terjadi padanya.


"tes" darahnya menetes.


"DEG"


"DEG"


Jantungnya berdetak sangat keras, dia bahkan menutup matanya rapat rapat karena saking takutnya.


"tenang tuan putri"


"ka-kalau aku tidak terbukti bukankah aku akan di kembalikan ke tempat itu Bel🥺?" tanyanya pelan.


"kenapa begitu?"


"tidak kah tuan putri menyadari? rambut emas dan mata merah seperti batu ruby?"


"ta-tapi bisa saja cuma mirip" ucapnya murung.


"kalau benar begitu saya akan memohon pada Baginda untuk memasukkan putri ke panti asuhan, setidaknya di sana putri akan hidup dengan layak"


"sungguh?" tanyanya berbinar.


"tapi saya berharap anda adalah putri Baginda Kaisar🙂" senyumnya lembut.


Di saksikan oleh beberapa mata dengan perasaan was was dan penasaran, air suci yang di percaya sebagai air mata dewi adalah air yang di ciptakan oleh penyihir, air itu di kembangkan setelah adanya pemalsuan putra mahkota puluhan tahun lalu.


"Baginda hasilnya sudah keluar .. beliau adalah putri Baginda" ucap salah seorang penyihir.


"wes wos wes wos" beberapa orang terdengar saling berbisik.


"hhh ya sudah, kalian sudah bisa kembali" ucap Veano terlihat memegang kepalanya.


"baik, kami undur diri" ucap kelima penyihir undur diri.


"kabar ini tidak boleh tersebar sebelum istana mengumumkan secara resmi, kalau kabar ini tersebar aku tidak peduli meski kalian adalah penyihir asosiasi" ancamnya.


"b-baik Baginda"


"Baginda tuan putri bagaimana?"


"uhhh taruh dia di kamar yang jauh dari kamarku"


"tapi Ba.."


"lakukan saja Vin😒"


"baiklah"


Hari itu juga gadis kecil itu terbukti sebagai tuan putri di Kekaisaran Heibei, statusnya sebagai gembel dari gang kecil yang kumuh sudah berubah.


"Bel saya benar benar putri Baginda?" tanyanya masih tak percaya.

__ADS_1


"kan saya sudah bilang tuan putri adalah putri Baginda" ucapnya lembut.


"tapi Bel sepertinya Baginda tidak menyukai saya" ucapnya kembali murung.


"itu karena.. emmm"


"tuan putri itu pasti karena Baginda sedikit kaget karena tiba tiba ada tuan putri di istana ini, pelan pelan pasti Baginda akan menyukai tuan putri"


"tapi jelas jelas aura di sekeliling Baginda berwarna hitam 😓 " ... " iya Bel😊"


"Bel saya menyukai Bel😄"


"blushh .. h-hah? maksud tuan putri?"


"karena Bel baik🤗" ( karena aura Bel selalu berwarna biru saat bersamaku, itu artinya dia tulus mengatakannya ) batinnya.


* * * *


"😵😵😵😵 apa yang harus aku lakukan sekarang? kenapa anak itu anakku?" gumam Veano di ruang kerjanya.


"kamu meragukan hasil tesnya?"


"tapi siapa ibunya Vin?"


"aku hanya menulis aktifitas politikmu, kamu pikir aku mengetahui siapa saja wanita yang tidur bersamamu😏" ucap Alvin mengejek.


"PRANG"


"pergi kau b*jingan🤬"


"heiiss baiklah baiklah, aku akan melihat persiapan kamar tuan putri, ngomong ngomong kamu harus memberinya nama"


"BRAKK" kembali barang terlempar.


"baik baik aku pergi"


"dasar balok es itu" batin Alvin kesal.


Meski kesal begitu tetap saja Alvin tidak pergi dari sisi Veano, karena dialah yang paling tau alasan laki laki itu berbuat demikian, sejak remaja Veano sudah menutup rapat hatinya, dia tak mengijinkan satupun orang memasuki dan mendiami hatinya.


"tapi benar juga siapa ibu anak itu? aku masih belum bisa mendapatkan informasi tentang kerajaan Groi, huee😭 ibu sepertinya leher putramu ini akan segera putus" gerutu Alvin frustasi.


Sampai detik ini memang tidak ada titik terang yang di temukan oleh Alvin maupun Veano, bahkan Veano sendiri benar benar tak mengingat kejadian apapun 5 tahun lalu, seolah kejadian satu tahun itu hilang begitu saja dari ingatannya.


"wusshhh" angin kencang menerpa wajahnya.


Matanya yang tertutup langsung tebuka karena sedikit kaget, sebuah cahaya samar berada di atas kepalanya, terlihat juga ada kertas di tengah cahaya tersebut, tangannya menjulur dan mengambilnya.


"surat?"


"*salam hormat untuk Baginda Veano Afran Callisto sang cahaya kekaisaran.


kalau surat panjang ini tiba artinya anda sudah membawa purti kita masuk ke dalam istana, sebelum itu saya yakin anda pasti sangat bingung karena tidak bisa menemukan informasi apapun tentangku dan kerajaanku.


tapi Baginda tidak perlu khawatir karena saya tidak berbohong, sedikit saran dari saya lebih baik Baginda hentikan saja penyelidikan itu karena itu tak kan membuahkan hasil, kalau Baginda penasaran dengan alasannya maka alasannya sangat sederhana, saya dan kerajaan tempat saya tumbuh sedikit spesial hehe.


ahh saya tidak bisa banyak ber basa basi pada Kaisar yang kesusahan karena tiba tiba memiliki putri, tapi Baginda saya mohon berikan sedikit cinta pada putri kita, saya yakin dia sudah hidup kesusahan karena hidup sendiri di dunia yang kejam selama ini.


saya sebagai ibunya merasa menyesal dan bersalah karena tidak bisa memberinya cinta sedikitpun, maka dari itu tanggung jawab itu saya limpahkan pada anda sebagai ayahnya.


pasti alis anda sedang mengrenyit saat ini karena bingung dengan omongan saya, sebelum masuk ke pembicaraan inti tolong luruskan dulu alisnya dan tarik nafas dalam dalam hehe*"


"kenapa dia bisa tau?" gumam Veano bingung.


"*putri kita adalah anak yang spesial, dia mewarisi seluruh kemampuan sihir saya sejak dalam kandungan, tapi Baginda tidak perlu khawatir dia adalah anak yang ada karena cinta.


saya memang memiliki kemampuan sihir yang hebat tapi saya tegaskan saya bukan penyihir, hanya Baginda saja yang tau kalau saya mempunyai kemampuan sihir.


singkatnya surat ini saya buat dan kirim sebelum saya pergi dari dunia ini, saya menyiapkan segala hal yang saya bisa agar putri kita bisa hidup bahagia bersama ayahnya*"


"pergi dari dunia? apa artinya dia sudah mati?"


"*jika Baginda ingin mengetahui segala hal tentang saya maka besarkan putri kita dengan cinta yang tulus, dengan begitu apa yang ada dalam dirinya akan terbangun dan menjelaskan segalanya tentang saya.


jika itu sudah terbangun maka saya jamin Baginda tidak akan lagi meragukan statusnya hehe,


kalau begitu cukup sampai di sini, saya harap anda bisa menyayanginya dengan tulus.


tertanda *wanita yang pernah anda cintai Zizia 💜**"


"hhh bisa gila aku"

__ADS_1


__ADS_2