
"hah .. ha"
"kenapa sulit sekali membunuh monster satu itu? aku sudah bertarung lebih dari 2 bulan dengannya tapi dia akan kembali seperti sediakala tiap aku menebasnya" ucap Vernando terengah.
Memang benar sudah lebih dari 2 bulan Vernando bertarung dengan The Fear, tapi monster itu akan selalu pulih seperti sediakala begitu pemuda itu menebasnya, Vernando benar benar sampai kehilangan akal karena baru kali ini dia menghadapi monster semenyebalkan itu.
"sebentar lagi musim salju akan tiba, kalau sampai saat itu aku belum bisa mengalahkannya maka aku tidak akan bisa menahannya masuk kekaisaran, apa yang harus kulakukan?" gumamnya semakin bingung.
Sudah barang tentu Vernando bingung, seumur hidupnya menjalani tugas dari Veano baru kali ini dia bertarung sampai lebih dari 2 bulan, biasanya sekuat apapun lawannya Vernando bisa dengan mudah menaklukannya, tapi untuk yang satu ini dia bahkan sudah melapisi pedangnya dengan energi sihir tapi tetap tidak berfungsi sesuai prediksinya.
Serangan terhebatnya hanya bisa menghentikan monster itu selama 2 hari, dan setelahnya monster itu akan kembali muncul seolah pertarungan kemarin tidak pernah terjadi, dan pertarungan itu benar benar menguras habis energi sihir Vernando.
"aku sudah pernah menikam dadanya tapi tidak terjadi apa apa seoalh dia memang tak memiliki jantung, apa aku harus menebas seluruh tanduknya? kalau aku pikir lagi sepertinya memang tanduk kecil di dahi monster itu terlihat mengeluarkan aura aneh, jadii apa benar itu adalah kelemahannya? haruskah aku mencobanya sekarang? tapi tanganku bahkan sudah sulit di gerakkan"
* * * * *
"Alvin apa kau di dalam?"
"ya tuan putri masuk saja"
"ini bukunya"
"tuan putri sudah selesai mempelajarinya?"
"sudah"
"bagaimana hasilnya?"
"aku tidak begitu yakin, tapi sudah sedikit tau"
"begitu? lalu sekarang tuan putri akan mempelajari buku apa lagi?" tanya Alvin penasaran.
"tidak aku tidak mau meminjam buku hari ini"
"lalu?"
"aku ingin bertanya"
"ya silahkan tanyakan apapun"
"ini tentang Asosiasi penyihir"
"tuan putri masih belum tenang tentang Asosiasi? saya kan sudah bilang tuan putri takkan di kirim ke sana"
"bukan Alvin bukan itu"
"trus?"
"waktu itu Alvin bilang kalau asosiasi di dirikan oleh laisar untuk melindungi para penyihir kan?"
"iya benar"
"tapi aku tidak merasa begitu Alvin"
"kenapa tuan putri merasa begitu?"
"karena mereka menggunakan kalung belenggu, di banding melindungi itu terlihat seperti berusaha mengendalikan, para penyihir terlihat seperti di tekan oleh Asosiasi sampai titik terendah, mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan, mereka terlihat seperti.."
"seperti?"
"peliharaan"
"DEG"
__ADS_1
"kenapa tuan putri berpikir begitu? apa maksudnya peliharaan?"
"mungkin Alvin dan Baginda tidak tau, tapi bagi seorang penyihir sihir adalah jati diri kami, saat kami bahkan tidak bisa melakukan apapun dengan kemampuan kami rasanya sangat menyedihkan, apalagi kalung belenggu itu, tidakkah itu mirip .. kalung anjing" ucapnya menunduk sedih
"t-tuan putri"
"ini pasti terdengar aneh kan? tapi aku yakin para penyihir merasa begitu"
"tuan putri memiliki pandangan yang luas, dia sangat peka dengan perasaan orang di sekitarnya, padahal dia hanya bertemu penyihir Asosiasi 2 kali tapi dia bisa langsung memahaminya, siapapun takkan percaya kalau kata kata yang ku dengar keluar dari mulut bocah yang bahkan belum genap 6 tahun" batin Alvin kagum.
"itu tidak terdengar aneh, saya hanya kagum mendengarnya"
"apa Asosiasi tidak bisa melepaskan kalung belenggu itu saja?"
"tentu bisa, tapi sepertinya mereka tidak akan mau"
"kenapa?"
"seperti yang tuan putri katakan, Asosiasi memang berusaha mengendalikan para penyihir, tapi tuan putri lebih baik jangan terlalu ikut campur masalah Asosiasi, mereka itu orang orang yang licik"
Sore yang cerah di habiskan dengan menikmati teh hangat dan beberapa kue manis rasa coklat kesukaanya, hampir 3 bulan Rere menunggu kepulangan Baginda kaisar dan para Ksatria, meski perbatasan sebelah selatan sudah di menangkan, Ksatria serigala putih lagsung pergi ke perbatasan utara untuk membantu Serigala kembar.
Jumlah ksatria yang gugur semakin hari semakin bertambah, bahkan Verla sekarang di tempatkan di perbatasan utara untuk mengurangi jumlah kematian dan memperkuat garis pertahanan, sebetulnya hal yang paling di sayangkan dalah penduduk perbatasan, mereka yang rata rata hanya warga biasa hampir seluruhnya tewas saat serangan monster.
"kyaaaaaa mayaat"
Terdengar suara ribut para dayang di halaman belakang, Rere yang mendengarnya langsung lari bersama Anna dan Emma, sosok yang familiar terlihat tergeletak tak sadarkan diri.
"t-tuan😧" gumam Rere kaget.
"tuan putri jangan mendekat bahaya"
"panggil pasukan keamanan, kenapa bisa ada mayat di halaman belakang"
"lihatlah lukanya"
Bermacam komentar keluar dari mulut para dayang, Rere yang tercengang sempat kehilngan kata kata karena terlalu kaget.
"t-tunguu! jangan panggil pasukan keamanan"
"tapi tuan pu.."
"panggil Alvin"
"ya?"
"panggil Alvin sekarang! dia orang yang di kenal Alvin!" teriak Rere tanpa sadar.
"b-baik"
Rere langsung berlari mendekat, tubuh lemah tanpa tenaga dan penuh luka di sekujur tubuh, Rere memberanikan diri menyentuh pipi dan tak lupa memeriksa nafasnya.
"tuan bayangan apa yang terjadi🥺?" gumam Rere khawatir.
Tangan kecilnya yang bergetar terus memegang tangan dingin yang berlumur darah, meski darah itu membuatnya takut tapi kehilangan salah satu Ksatria kepercayaan ayahnya jauh lebih menakutkan.
"tuan putri!" teriak Alvin dari kejauhan.
"Alvin ... Alvin tolong .. tolong tuan bayangan😭" suaranya bergetar.
"tuan putri kenapa tangan tuan putri banyak darah?" Alvin memegang tangan kecilnya.
"tuan bayangan hiks"
__ADS_1
Rombongan yang tadi datang bersama Alvin langsung membawa Vernando ke ruang pengobatan, sedangkan Alvin yang melihat Rere dalam keadaan syok berusaha menenangkan sebisa mungkin, apalagi tubuh kecilnya sampai bergetar hebat begitu.
"tuan putri tenanglah, Vernando pasti baik baik saja"
"tapi lukanya 🥺"
"tidak papa, Vernando itu pemuda yang kuat jadi dia pasti segera pulih"
"emm" angguknya percaya.
"sekarang tuan putri kekamar ya?"
"tidak mau! aku mau melihat tuan bayangan" tolaknya.
"tuan putri masih terlalu muda untuk melihat darah seperti tadi"
"tapi aku bahkan sudah memegangnya, boleh ya aku ikut?"
"baiklah, kalian yang ada di sini jangan bicarakan hal tadi pada siapapun, kalau kabar Ksatria bayangan terluka sampai tersebar aku akan menghukum kalian semua" hardik Alvin mengancam.
"b-baik tuan"
Alvin berjalan menyusuri lorong sempit sambil menggendong Rere, sepanjang lorong hanya ada beberapa obor sebagai penerang dan itu sedikit membuat Rere takut, Alvin dengan sigap memeluk erat tuan putri dalam gendongannya agar tidak merasa terlalu takut.
Setelah melewati lorong panjang mereka tiba di ruangan besar yang terang, terlihat ada begitu banyak obat obatan di setiap sudut ruangan tersebut, di ruangan selanjutnya terlihat Vernando terbaring di kelilingi oleh beberapa orang, Alvin bilang mereka adalah dokter yang tersembunyi.
"apa tuan bayangan akan baik baik saja?"
"t-tuan putri? apa tidak apa tuan putri masuk kemari?"
"tidak apa, toh cepat atau lambat tuan putri juga akan tau semuanya" jawab Alvin santai.
"dokter .. tuan bayangan bagaimana?"
"tuan putri tidak perlu khawatir, kami adalah dokter terbaik di istana" jawab salah satunya.
"tolong sembuhkan dia yaa?"
"iya tuan putri"
"eyy saya sangat iri melihat kekhawatiran tuan putri pada Vernando" ucap Alvin berusaha mengalihkan pembicaraan.
"kenapa iri?"
"tuan putri sangat perhatian padanya, saya cemburu"
"Alvin bicara apa sih?" ucapnya merengut.
"pfttt" terdengar beberapa dokter menahan tawa.
Setelah menangani hampir 1 jam, seluruh luka di tubuhnya sudah di balur obat yang di perban, tidak ada luka yang kelihatannya sampai mengancam nyawa tapi Rere bisa tau alasan Vernando tak kunjung sadar karena dia kehabisan sihir.
Ruangan yang saat ini mereka tempati adalah ruang tersembunyi yang di gunakan untuk penelitian, sejauh ini hanya para dokter rahasia istana dan orang orang kepercayaan Ano yang mengetahuinya, dan sekarang Rere juga sudah tau.
"tangan tuan bayangan sangat dingin, apa di sini tidak ada obat pemulih energi?" tanya Rere pada Alvin.
"belum ada, penelitian tersembunyi yang ada di sini memang di maksudkan untuk membuat obat semacam itu"
"begitu yah? semoga para dokter bisa segera menemukannya, akan sangat berbahaya kalau penyihir kehilangan energi sihir terlalu lama"
"tuan putri kelihatan sekali sangat tertarik dengan sihir ya?"
"ohya? apa terlihat seperti itu?"
__ADS_1
"ya .. sangat terlihat.