
"hidup Baginda Kaisar"
"HIDUP!!!"
"hidup Kekaisaran Heibe!"
"hidup Baginda Kaisar"
Sorak penuh semangat terdengar di seluruh penjuru jalanan, setelah 3 bulan bertarung melawan para monster, sang Kaisar muda dan pasukan Serigala tunggal kembali, lalu di susul oleh kemenangan Serigala hitam dan terakhir pasukan Serigala putih dan Serigala kembar.
Meski sudah mendapat kemenangan wajah dari Kaisar terlihat sangat muram, bagaimana tidak muram kalau pasukan Serigala kembar hampir habis karena pertarungan perbatasan, kalau saja Vernando gagal menaklukan The Fear bisa di pastikan Serigala kembar akan habis dan di susul Serigala putih yang datang membantu.
"swushh"
"Shadow Knight datang menghadap pada cahaya Kekaisaran"
"bagaimana keadaanmu"
"maafkan saya Baginda, karena ketidak mampuan saya pasukan Serigala kembar kehilangan lebih dari 2/3 pasukan, saya siap menerima hukuman"
"hahh anak ini, aku tanya keadaannya tapi dia minta di hukum?" batin Ano menghela napas.
"ya aku akan menghukummu nanti, laporkan keadaanmu sekarang"
"saya sudah pulih sepenuhnya setelah dua hari perawatan Baginda"
"lalu The Fear?"
"saya berhasil membunuhnya sebelum saya jatuh pingsan, saya juga berhasil mengambil inti monsternya"
"hm .. jadi setelah mendapat inti monster kamu langsung pulang ke istana?"
"t-tidak Baginda?"
"lalu bagaimana dengan laporan perdana mentri? bukannya kamu di temukan di teras belakang istana? tepatnya dekat tempat minum teh Tuan putri" ucap Ano menyelidik.
"ampun Baginda, saya bersalah"
"bagaimana kamu bisa berakhir di sana?"
"itu semua karena ini Baginda"
"ceritakan"
"setelah hampir 3 bulan bertarung saya sudah putus asa karena monster itu tetap pulih seperti sediakala begitu kami bertemu, tapi terakhir kali kami bertarung saya menyerang area kepala dan mengincar semua tanduknya, tapi seperti yang kelelawar ratu laporkan sihir saya terus tersedot saat di dekatnya, jadi saya memutuskan untuk segera mengakhirinya, setelah mendapat inti monster tepat sebelum kesadaran saya hilang saya ingat dengan kalung ini, tuan putri berkata kalau keadaan aya kritis saya harus memohon untuk terus hidup dan mengingat nama tuan putri, jadi saya terus mengingatnya dan saya berakhir kehilangan kesadaran di teras belakang istana" jawab Vernando terlihat bersemu.
"kamu boleh menyimpan kalung itu"
"benarkah?"
"sesenang itu?"
__ADS_1
"terimakasih Baginda, lalu bagaimana hukuman saya?"
"masuk ke barak Serigala kembar dan bantu Vallen melatih pasukan baru!"
"baik"
Veano kembali termangu sendiri di tempat kerjanya, kali ini peperangan melawan monster sudah merenggut 977 Ksatrianya, belum lagi kematian warga sipil di awal penyerangan, ini benar benar kerugian besar untuknya.
Ksatria Kekaisaran memang berjumlah puluhan ribu, tapi mereka semua tersebar ke berbagai penjuru dengan membawa tugas dan tanggung jawab masing masing, namun kelompok yang menyandang nama Serigala adalah kelompok Ksatria elit yang di bangun sendiri oleh Veano dan kebanyakan dari mereka adalah lulusan Academy Dark Star.
Bukan hanya lulusan Academy tapi mereka juga banyak berasal dari warga sipil yang memiliki prestasi namun mereka penduduk miskin, tidak heran saat Veano memberi kesempatan mereka sampai menjadi Ksatria Kekaisaran tingkat kesetiaan mereka benar benar luar biasa, melihat rekannya banyak yang mati mereka tetap bertarung sampai akhir.
"tok .. tok"
"ya"
"aku membawa dokumen para Ksatria yang gugur, dokumen ini sudah aku bagi menjadi dua yang kiri adalah Ksatria yang berasal dari kalangan bawah dan yang kanan dari kalangan atas"
"hmm"
"beberapa dari keluarga dari kalangan bawah menolak kompensasi yang istana berikan, mereka berharap uang kompensasi itu bisa di gunakan untuk mendidik para Ksatria baru, dan sebagai gantinya aku memasukan beberapa anak berprestasi ke Academy untuk melakukan pendidikan, kalau dari kalangan atas mereka semua jelas menolak kompensasi, tapi mereka meminta gelar kehormatan keluarga mereka bisa mereka bawa pulang"
"hmm"
"laporan ini baru di berikan oleh Jendral Opius, kau baca sekarang" ucap Alvin.
"Opius? bukannya dia jarang memberi laporan tertulis begini?"
"iya aku juga heran, tapi bisa saja ada sesuatu yang tidak bisa dia katakan secara langsung"
"total kerugian sudah aku tutupi dengan uang kas istana, tidak ada kerugian berarti dalam perang kali ini kecuali kita kehilangan banyak Ksatria kita"
"shh hahhh"
"kenapa No?"
"apa ada pergerakan mencurigakan dari Asosiasi?"
"aku menyelidiki mereka sesuai perintahmu sebelum pergi berperang, seperti biasa Asosiasi menutup rapat pintu mereka begitu kamu pergi, hanya ada beberapa pedagang bahan pokok yang keluar masuk dan penyihir tingkat rendah yang keluar dari bagunan, tapi gagak hitam berhasil menemukan ini"
Sebuah batu hitam kecil mengeluarkan aura pekat menyesakkan, batu itu hanya seukuran kelereng tapi sihir hitamnya terasa begitu kuat, Alvin segera memasukan batu itu ke kotak segel sbelumnya dan membuka satu kotak di sebelahnya lagi.
"bukannya kedua batu itu sama?" tanya Ano mengkerut.
"yap! batu ini di dapatkan oleh gagak hitam dan batu sebelahnya adalah inti monster yang di dapat Vernando kemarin"
"apa?"
"benar No, sesuai dugaanmu monster itu di kendalikan Asosiasi"
"b*debah! hahaa mereka benar benar mau di tendang keluar rupanya"
"tapi No kita tidak bisa sembarang mendepak Asosiasi, pengaruh mereka cukup besar di sini tidakkah kamu khwtir dengan dampaknya nanti?"
__ADS_1
"Vin selama 10 tahun ini aku diam saja, tapi apa yang mereka lakukan di belakangku? bukankah itu artinya mereka mencoba menjatuhkan kekaisaran ini?"
"tapi bagaimana dengan para penduduk?"
"kebanyakan mereka tidak tahu kalau para penyihir menggunakan kalung belenggu, menurutmu bagaimana reaksi mereka begitu tau keluarga yang mereka banggakan ternyata menggunakan kalung anjing?"
"kalung anjing? mereka berdua mirip" batin Alvin.
* * * *
"kyaaaaa silaaauu" seru para dayang heboh.
"kenapa kalian selalu seheboh itu😑"
"karena tuan putri terlalu menggemaskan" jawab Emma semangat.
"jadi aku harus pakai yang mana? aku lelah Emma" keluh Rere karena sudah berkali kali berganti pakaian.
"tuan putri pakai yang ini saja" jawab Rmma cepat
"Anna kapan kembali?"
"emm saya tidak tau"
"hmm sudah seminggu Anna pulang ke rumahnya, ohya berapa lama kamu kenal Anna?"
"dari kecil saya sudah mengenal nyonya Anna, semasa gadis nyonya Anna termasuk Lady yang populer meskipun dia anak seorang Baron, bahkan setelah menikah dan memiliki anak dia masih populer karena dia cerdas dan sangat pengertian"
"emm anaknya usia berapa🤔?"
"seusia tuan putri, Diana anak yang manis namun sedikit pemalu"
"tidak bisakah Anna membawanya kemari? aku ingin mempunyai teman"
"apa tuan putri tidak nyaman bersama kami😔"
"bukan begitu, aku ingin teman seumuran"
"bagaimana kalau tuan putri meminta ijin pada Baginda?" usul Emma.
"huftt Baginda kan tidak bisa di temui sejak kembali dari perbatasan😞, padahal aku merindukannya"
"kalau begitu bicara pada tuan Alvin"
"Alvin sibuk"
"hmm kalau begitu tuan putri sabar dulu ya, nanti saat tuan putri bisa bertemu Baginda tuan putri bisa ijin"
"y sudah ayo kita pergi"
__ADS_1
Rere pergi menikmati teh dan kudapan di bawah pohon emas, pohon emas sendiri tumbuh kokoh di halaman belakang istana, setau Rere pohon itu adalah pohon yang sudah ada sebelum istana bagian selatan di bangun, anehnya pohon itu tidak bertumbuh dan tetap seperti itu selama puluhan tahun.
Bahkan orang orang percaya pohon emas di huni olrh sesosok roh, dan itu membuat pohon emas selalu bersinar dan berdiri kokoh tak peduli meski musim terus berganti.