
Di Kekaisaran seberang.
"Pangeran" ucap seorang wanita dengam nada lembut.
" .... " acuh tak peduli.
"Pa- huuffttt" wanita itu menghembuskan nafas berat.
"permaisuri" ucap maid di sampingnya.
"tidak apa apa Ash, munhkin pangeran membutuhkam waktu sedikit lebih banyak" jawabnya lagi.
Permaisuri Agisna Dawnard putri seorang Count di daerah selatan, daerah kekuasaan yang sebagian besarnya lahan gandum merupakan tempat termakmur di kekaisaran Althana.
Agisna sosok wanita cantik yang bertutur kata dan berperilaku lembut layaknya putri bangsawan pada umumnya, hal yang membuatnya menonjol di antara putri - putri bangsawan lain adalah rambut merah mudanya yang selalu mengeluarkan aroma mawar.
Agisna sendiri merupakan anak ke 3 dan putri satu - satunya Count Dawnard, ayah dan kakaknya sangat memanjakannya sejak dia masih kecil, namun ketegasan ibunya membuatnya tumbuh menjadi wanita berkelas dan teladan.
3 tahun sebelum dia menjadi permaisuri dia adalah seorang Lady yang paling di tunggu tunggu pada setiap acara, dan pesta di kediaman Duke Ataras membuatnya bertemu dengan Kaisar Perez Catlanos.
Perez sendiri seorang kaisar misterius yang sangat jarang terlihat di acara bangsawan manapun, entah itu sebuah takdir atau bagaimana Perez bertemu dengan Agisna di pesta tersebut dan langsung jatuh hati padanya.
Lamaran dari seorang Kaisar untuk putri seorang Count tentu berhasil menggemparkan seluruh penjuru kekaisaran Athana, namun yang namanya takdir tetaplah takdir, pada akhirnya Agisna dan Perez resmi menikah di tahun kedua setelah bertemu.
"Agisna!" sebuah suara memanggilnya.
"salam pada Kaisar Athana" jawabnya membungkuk.
"apa yang kamu lakukan di sini? udaranya mulai dingin, kamu nanti sakit"
"aku hanya jalan jalan sebentar suamiku😊"
"apa kamu bosan? maaf karena aku terlalu sibuk akhir akhir ini" ucap Perez sedih.
"bukankah itu wajar? kamu itu Kaisar bukan pengangguran" Agisna meledek.
"hmm ayo masuk, lihat ini pipimu mulai memerah" Perez mengusap pipi istrinya lembut.
__ADS_1
Baik pengawal, dayang bahkan para bangsawan di seluruh kekaisaran selalu di buat terhanyut oleh kemesraan mereka berdua, sosok misterius Perez sama sekali sudah tak terlihat semenjak menikah dengan Agisna.
Perez memiliki seorang putra berumur 9 tahun dari permaisuri pertama, seorang anak dengan watak, rambut dan wajah yang hampir 100% sama persis seperti Perez.
"kapan Axel bisa menerima kehadiranku?" ucap Agisna sedih.
"bersabarlah, dia memang keras kepala sepertiku, setidaknya sekarang dia tidak pernah menyakitimu kan?" tanya Perez cemas.
"tidak" Agisna masih murung.
"apa kamu lelah?"
"tidak" jawabnya singkat.
"bagaimana kalau nanti malam kita-"
"Perezz"
"hmmm baiklah😞"
"kumohon beri aku waktu, sampai Arthur bisa menerima kehadiranku .. yaaa?"
Axel Catlanos anak berumur 9 tahun itu sangat membenci Agisna, baginya kedatangan Agisna membuatnya semakin jauh dari ayahnya, anak itu selalu menjahili Agisna sejak pertama kali Agisna memasuki istana, entah itu menumpahkan minuman, melempar pasir bahkan mendorong Agisna sampai terluka.
Kembali ke Heibe
"praaang"
"uaaaahhhhhh"
"heii bagaimana ini? cepat panggil dokter" ucap seorang pelayan panik.
Semua pekerja di istana sedang sibuk mempersiapkan pesta perjamuan tahunan, tapi entah karena kelalaian seseorang atau memang pengait yang rapuh sebuah lampi kristal terjatuh dan membuat beberapa pelayan terluka, untungnya tidak ada yang terluka serius jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"tuan putri anda mau pakai yang mana?" tanya Lita menyodorkan beberapa gaun pesta ke Rere.
"uhh tidak tahu, terserah Lita saja" jawab anak itu pasrah.
"mana bisa begitu, tuan putri harus tampil secantik mungkin di samping baginda" Lita protes.
__ADS_1
"hmmm🤔 bagaimana dengan gaun itu" tunjuk Rere.
"ini terlalu simple"
"itu?"
"warnanya kurang cocok"
"ituu?"
"ini terlalu pendek" tolak Lita lagi.
"maumu apa? tadi menyuruhku memilih tapi semua pilihanku kamu tolak" Rere sedikit kesal.
"tuan putri bagaimana dengam yang ini?" Emma memperlihatkan sebuah gaun.
"uahhh ini sempurna Emma" Lita langsung antusias.
"baiklah"
Tiga hari kemudian.
"selesai"
"wah imutnya tuan putri ka-"
"Kaisar memasuki ruangan"
"ehhhh" Lita dan Emma bingung.
"ayaaaah😄" sambut Rere ceria.
"astaga cantiknya putriku" Ano memuji putrinya.
"hehee"
Satu hal yang jelas, setelah kedatangan tuan putri suasana istana jadi sangat berubah, istana yamg dulunya suram sekarang begitu terang dan lebih hangat.
__ADS_1