
"Alvin!"
"ya?"
"bisa tidak kamu ceritakan masa kecil ayah?"
"sayaaa? tidak tidak, saya masih sayang pada leher saya tuan putrii" tolak Alvin langsung.
"hmm aku sangat penasaran Alvin"
"di kekaisaran ini mana ada yang boleh membicarakan kaisar, apa lagi ini di rumahnya sendiri (istana)"
"yahhh padahal cuma Alvin satu satunya harapanku😞" ucap Rere lesu.
"haduuh jangan sedih begitu dong, saya jadi merasa berdosaa inii"
"ya tapi kan aku penasaran Vin"
"uhhh kalau begitu sedikit saja yaa? sedikiit saja saya cerita"
"benarkah? benar yaa Alvin mau cerita?" Rere langsung bersemangat.
"iya .. jadi begini awal pertemuan saya dengan Kaisar itu saat kami berusia sekitar 7 tahun, ayah saya adalah seorang mentri keuangan yang di percaya oleh kaisar sebelumnya, tuan putri pasti tau kan sebagai seorang bangsawan di beri kesempatan untuk bertemu dengan para pangeran adalah suatu kesempatan langka.
Ayah saya membawa saya ke istana dan menyuruh say untuk berteman dengan salah satu pangeran, ayah tuan putri sendiri adalah pangeran kedua yang terlahir dari selir pertama kaisar, pernikahan kaisar dengan permaisuri yang di landasi oleh politik dan pernikahan kaisar dengan ibu Ano yang di landasi cinta tentu saja menciptakan hal hal berbeda.
Menurut kabar kaisar sangat menyayangi selir pertamanya itu, jadi tak heran kalau permaisuri dan selir lainnya seringkali cemburu dengan nenek tuan putri, Ano dan Felic adalah anak kaisar yang paling sering mengalami percobaan pembunuham di banding anak anak kaisar lainnya, tapi mereka berdua selalu selamat berkat perlindungan nenel tuan putri.
Sampai ketika di usia Ano menginjak 5 tahun, percobaan pembunuhan dirinya menewaskan ibunya, Kaisar sangat marah dan menyalahkan Ano atas kematian istri yangbdi cintainya itu, sejak saat itu kehidupan bahagia Ano mulai berubah.
Di abaikan ayahnya, di kucilkan saudaranya, di siksa ibu ibu tirinya bahkan di abaikan olehnpara dayang, tuan putri tau ayah tuan putri itu dulunya adalah anak yang cerah dan sangaat periang"
"benarkah? tapi orang orang bilang ayah kejam" ucap Rere polos.
"jujur saja kekejamannya itu adalah caranya untuk melindungi diri"
"melindungi diri? apa maksudnya?" Rere kebingungan.
"mungkin tuan putri tidak tau kehidupan di istana sesungguhnya sangat berbahaya, apalagi kehidupan ayah tuan putri dulu, setiap hari selalu berhadapan dengan maut sampai malaikat mautbsendiri mungkin bosan bertemu dengan ayah tuan putri"
"🤨🤨🤨"
"kehidupan Ano dari usia 5 sampai 8 tahun sangatlah berat, sampai tiba suatu masa Felic sakit parah karena keracunan, bagi Ano adiknya itu adalah satu satunya keluarga yang dia miliki, aku tidak tau entah dari mana kekuatan besar muncul di tubuh Ano, dia mem..."
"mem?"
"saya tidak enak membicarakannya tuan putri"
"ayolah Alvin jangan setengah setengah begitu kalau cerita"
"tuan putri masih terlalu kecil untuk memahami apa yang saya katakan"
__ADS_1
"tidak! aku sudah besar" bantah Rere.
"baiklah .. di usia Ano yang ke 13 tahun dia memb*nuh 3 saudara laki lakinya dan juga Kaisar"
"a-ayah?" ucap Rere tak percaya.
"hmmm .. pangeran Veano yang terkenal pendiam dan suram itu melakukan pembunuhan untuk pertama kali, dan yaaa awalnya tidak ada yang percaya dengan kabar itu tapi tak lama setelahnya kakak laki laki dan 2 adik perempuannya juga tewas, yang tersisa hanya Ano dan Felic yang sekarat"
"lalu apa yang terjadi pada ayah?"
"Ano di adili di ruang sidang, ayahku ikut berpartisipasi di pengadilan tersebut dan apa tuan putri tau apa yang Ano katakan?"
" ... " langsung menggeleng.
"apa masalahnya dengan memb*nuh lalat lalat busuk itu, mereka semua selalu menggangguku selama bertahun tahun dan aku hanya menyiksa mereka sekali saja, tapi karena lalat terlalu lemah mereka langsung mati dalam sekali tepuk"
"ayah bicara begitu?"
"iyaa, Ano bicara begitu dengan tatapan mata dingin, bahkan dia juga menyunggingkan senyum aneh di tengah sidang, makanya orang orang sempat menyebarkan rumor kalau Ano di rasuki iblis"
"di rasuki iblis?"
"beberapa pendeta di panggil oleh perdana mentri dan banyak ritual yang mereka lakukan untuk pengusiran iblis, Ano mengikuti semua ritual itu tanpa memberontak sedikitpun jadi semua orang merasa aneh, kalau benar Ano di rasuki iblis pasti dia akan mengamuk menerima perlakuan begitu, tapi Ano tenang tenang saja sampai akhir"
"trus?" tanya Rere semakin penasaran.
"hah? ayah bilang begitu?"
"hmm .. saya sendiri ikut menyaksikan ritual itu, dan menurut saya ritual tersebut bertujuan untuk menjatuhkan Ano, tapi yaa nyatanya mereka semua gagal menjatuhkan anak itu" ucap Alvin manggu manggut.
"lalu bagaimana ayah jadi kaisar?"
"yaa tentu saja karena cuma ayahmu yang mewarisi darah kaisar"
"hmm🤔"
"Felic tidak mungkin jadi kaisar karena dia wanita"
"lalu bagaimana bisa Alvin jadi teman ayah?"
"ahh iya saya lupa .. saat kami bertemu di usia 7 tahun keadaan Ano sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus pandangannya kosong dan dia benar benar tak terawat, saat itu saya pikir dia anak pelayan atau tukang kebun"
"trus?"
"emm karena saya kasihan melihatnya saya memberikan makanan yang sedang saya makan padanya" ucapnya canggung.
"trus?????"
"yaa Ano memakannya dengan lahap macam gembel yang baru nemu harta karun"
__ADS_1
"lalu?"
"aiissshh tuan putri! saya kan sudah bilang cuma mau cerita sedikit, kenapa tuan putri tanya terus?" Alvin mulai gemas.
"apa kamu menolak perintah seorang putri?" ucap Rere tiba tiba dengan nada serius.
"hah? ti-tidak"
"lanjutkan ceritamu sekarang"
"ahh yaa baiklah tapi berjanjilah kalau kepala saya terpisah dari badan makan tuan putri harus bertanggung jawab pada putra saya"
"iya! cepat lanjutkan!" ucap Rere makin tak sabar.
"setelah saya tau kalau Ano adalah pangeran kedua saya langsung bersujud mohon ampun, bagaimanapun juga pemikiran saya waktu itu sudah menghina seorang pangeran, tapi Ano cuma menatap saya dan pergi begitu saja, dan setelah bercerita dengan ayah saya akhirnya saya tau kalau Ano adalah pangeran yang di abaikan, tapi anehnya saya semakin tertarik padanya"
"tertarik bagaimana?" ucap Rere tak mengerti.
"bagaimana yaa? menurut saya Ano punya daya tarik tersendiri, meskipun saya sering di abaikan saya terus mendekatinya, saya selalu membawa sekranjang penuh makanan saat bertemu dengannya, dan saya juga beberapa kali membawa baju untuknya karena pakaiannya benar benar kumuh, dan kalau tuan putri tau saja dulu badannya jauh lebih kecil dari saya"
"tapi sekarang?"
"sekarang saya merasa seperti manusia kuntet kalau di sebelahnya😑"
"hmm jadi itulah kenapa Alvin dekat dengan ayah?"
"yaa mungkin saja, semua itu terjadi begitu saja tanpa saya duga"
"lalu bagaimana tanggapan Alvin saat tau ayah memb*nuh saudara dan ayahnya?"
"sebagai orang yang tau banyak tentangnya jujur saja saya setuju jika Ano memberi mereka pelajaran, tapi waktu dengar Ano memb*nuh mereka rasanya saya tidak percaya, anak dengan tubuh kecil dan tulang saja begitu bagaimana bisa memb*nuh seorang kaisar yang bertubuh besar dan mempunyai banyak pengawal di luar?"
"apa ayah pernah bercerita pada Alvin tentang kejadian itu?"
"tidak .. saya sendiri juga tidak berani menanyakannya"
"hmm"
"apa tuan putri takut?"
"takut? pada siapa?"
"ayah tuan putri"
"tidak! justru aku sangat kasian pada ayah"
"kasian kenapa?"
"sekarang aku tau alasan ayah bersikap dingin begitu, ayah pasti menderita dan sangat kesepian, aku harap kehadiranku bisa sedikit saja memberi kehangatan di hati ayah" ucap Rere tulus.
"tuan putri memang memiliki hati yang sangat hangat dan tulus, kadang saya bertanya tanya bagaimana iblis sepertinya memiliki putri seperti malaikat begini, hhhh apa jangan jangan ibu tuan putri adalah pendeta suci yang hidup di kuil" celetuk Alvin.
__ADS_1
"entahlah, bisa saja ibuku juga iblis seperti ayah" ucap Rere asal menjawab.