
“aku ambil cemilan dulu di dapur ya,,,” ujar Hana pada Cleanne yang asyik melihat youtube dari ponselnya. Malam ini Cleanne menginap di rumah Shana. Hana langsung bergegas keluar kamar untuk mengambil beberapa cemilan di dapur. Ia sudah merasa terbiasa dengan rumah besar itu. Sudah seolah seperti rumahnya sendiri.
Tak berapa lama setelah Hana keluar kamar, telepon Cleanne berdering. Sepertinya ada telepon masuk dari nomor yang belum ia simpan. Ia menerima telepon tersebut tanpa berfikir panjang siapa penelpon itu. Terdengar suara yang baginya tak asing lagi. Suara yang dulu sering ia rindukan.
“Cleanne?” ujar suara si penelepon dari seberang sana.
“Misaki? Ada perlu apa telepon aku?” ucap Cleanne setengah berteriak. Wajahnya sekilas terlihat pucat. Tangannya gemetar berusaha menggenggam handphone miliknya dengan erat. Selama ini setiap kali bertemu Misaki di sekolah, Cleanne berusaha bersikap biasa seolah tak pernah terjadi apa-apa. Bahkan terkesan tak peduli. Misaki adalah mantan kekasih Cleanne. Mereka putus hampir 1 tahun yang lalu. Tapi hampir setiap hari Misaki selalu menghubungi Cleanne. Bermaksud ingin minta maaf dan menjelaskan semua, tapi Cleanne selalu menolak.
“aku mohon sekali ini saja dengarkan penjelasanku, Cleanne.” Rengek Misaki di seberang telepon. Selama ini ia terus berusaha menjelaskan, tapi tak pernah ada kesempatan untuk bicara. Ketika mereka bertemu pasti Cleanne menghindar.
“penjelasan apa? Kita sudah lama putus !!”
“tapi saat itu kamu salah paham, Cleanne.”
“salah paham apa?! Udah jelas kamu saat itu pelukan sama Arisa.” Ujar Cleanne yang terlihat hampir menangis. Ya… saat itu Cleanne dan Shana melihat dengan jelas kalau Misaki memeluk Arisa di aula. Entah apa yang sudah terjadi diantara Misaki dan Arisa, tapi Cleanne tak mau sedikitpun mendengar penjelasan Misaki.
Dengan membawa beberapa makanan kecil di tangannya, Hana bermaksud membuka pintu kamar. Namun ia mendengar suara Cleanne yang cukup keras seperti sedang marah. Hana pun tak jadi masuk dan memilih waktu yang tepat untuk masuk kamar. Dalam hatinya bertanya-tanya dengan siapa Cleanne bicara? Apa sedang telepon? Sepertinya sedang bertengkar.
“padahal kamu tahu kan kalau Arisa itu musuh bebuyutan aku dan Shana. Tapi kenapa kamu malah selingkuh dengannya?!” teriak Cleanne yang tak lagi bisa menahan emosinya.
Mata Hana terbelalak. Musuh bebuyutan Shana?
__ADS_1
“aku gak selingkuh!! Saat itu Arisa sengaja jatuh di depanku agar kamu cemburu & marah.” Ujar Misaki berusaha menjelaskan hal yang salah dimengerti hampir 1 tahun terakhir ini. Ia nyaris kehilangan cara untuk menjelaskan semua ini pada Cleanne yang terus menghindar.
Wajah Cleanne terlihat terkejut mendengar penjelasan Misaki. Hatinya tak berhenti berdegup kencang. Tangannya mengepal berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri. Antara percaya atau tidak. Cleanne sangat tahu bagaimana sifat Arisa. Dulu ia sering berusaha memisahkan Shana dan Hiroki. Ketika Hiroki meninggal, dan Shana menangis histeris, Arisa terlihat puas dengan keadaan itu. “Aku gak percaya sama kamu!!”
“ayolah Cleanne. Aku harus melakukan apa untuk bisa membuatmu percaya?”
Belum sempat Cleanne menjawab pertanyaan Misaki, terdengar suara pintu dibuka. Hana masuk kamar sambil membawa beberapa kue. Cleanne langsung buru-buru mematikan handphone dan menyembunyikannya. Tanpa basa basi atau bersikap pura-pura, Hana langsung menanyakan topik inti pada Cleanne.
“telepon dari siapa, Cleanne?” Tanya Hana sambil menutup pintu kamar dan menaruh piring kue diatas meja rias.
“e…enggak kok, Sha. Salah sambung.” Jawab Cleanne dengan gugup dan terdengar terbata-bata. Ia masih berusaha menyembunyikan ponselnya. Tangan kirinya berusaha menghapus sisa air mata di pipinya.
“gak mungkin kalau salah sambung. Suara kamu kedengaran sampai keluar kok. Ada apa?” ujar Hana dengan lembut dan menyusul duduk di sebelah Cleanne.
“Misaki?”
“sampai sekarang dia masih berusaha minta maaf padaku. Padahal aku sudah hampir lupa dengan kejadian saat itu. Aku gak tau harus bagaimana. Aku gak bisa maafin dia setiap kali teringat kejadian saat itu. Kau pasti masih ingat apa yang sudah dilakukan Arisa padamu & Hiroki, kan?”
Wajah Hana tiba-tiba pucat. Jelas saja dia tak tahu apa saja yang sudah diperbuat Arisa. Hana hanya tahu kalau Arisa satu kelas dengan Shana dan Cleanne. Lalu, siapa lagi itu Hiroki? “Mampus gue…!!” Gumam Hana dalam hati.
“aku gak tau apa yang sebenarnya diinginkan Arisa. Dulu, dia berusaha merebut Hiroki darimu. Setelah itu, dia ambil Misaki dariku. Lalu sekarang apa lagi?”
__ADS_1
“kamu sudah mendengar penjelasan dari Misaki?”
“….belum.” jawab Cleanne singkat sambil menunduk. “aku gak sanggup kalau berhadapan dengan dia. Misaki itu menyebalkan.”
Hana langsung tersenyum melihat reaksi yang diperlihatkan Cleanne. Hana pun menyentuh pipi Cleanne dengan lembut sambil tersenyum. “Cleanne, sebenarnya kamu masih sayang pada Misaki, kan? kenapa kau tidak memberi kesempatan Misaki untuk menjelaskan semuanya? Siapa tahu apa yang kamu lihat, tak seperti apa yang terjadi sebenarnya.”
Cleanne hanya terdiam. Sepertinya ia sedang berfikir. Pandangannya tidak fokus. Terlihat sekali ia sedang memikirkan tentang kata-kata Hana barusan.
“gak apa kan, memberi kesempatan pada seseorang untuk menjelaskan sesuatu? Kalau penjelasan itu gak masuk akal, barulah kamu gak maafin dia.”
“lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku bingung.”
Hana mengambil ponsel Cleanne dan langsung menyerahkan pada Cleanne. “telepon dia sekarang dan minta ketemu.”
“telepon? Tapi tadi kan baru aja aku bentak. Mana mungkin aku menelepon dan minta ketemu. Gengsi, donk !!”
“yaudah kalau gengsi gak usah rukun seumur hidup aja.”
“e….e…enggak mau.”
“gak mau kan? Makanya sekarang telepon!! Gak ada kata gengsi jika ingin mendapatkan suatu kebahagiaan. Oke?!”
__ADS_1
Cleanne terlihat masih ragu-ragu. Tangannya perlahan meraih ponsel dan mencari nomor Misaki. Perlahan tapi pasti, Cleanne melakukan semua yang dikatakan Hana. Ia pun menelepon Misaki. Hana pun tersenyum.