
GEDEBRUUUUKKKKK
“suara apa itu Leo?” tanya Ibu pada Leo yang sudah siap di meja makan. Pagi ini hari pertama Ibu menyiapkan sarapan setelah selesai acara bulan madu dengan Ayah. Sepertinya Ibu harus terbiasa dengan kebiasaan Hana tiap pagi.
“ou…itu suara Hana yang bangun kesiangan, bu.” Jawab Leo santai karena sudah terbiasa dengan kebiasaan adik tirinya itu. Leo melanjutkan acara minum kopi pagi hari tanpa peduli pada Hana.
“apa dia jatuh? Setiap hari seperti ini? Apa dia baik-baik saja Leo?”
“ibu tenang saja. Itu suara Hana jatuh dari tempat tidurnya. Dia setiap hari seperti itu.”
“benarkah? Ya Tuhan, tahu gitu besok pagi Ibu bangunkan saja.”
“tapi akhir-akhir ini dia bisa bangun pagi kok. Bahkan sempat senam pagi. Kenapa sekarang balik kebiasaan lama lagi?”
“Ya sudah.. biar besok Ibu bangunkan Hana. Kasihan dia kalau kesiangan terus.”
“Ibuuu…. Maaf aku telat. Aku kesiangan !!” teriak Hana dari kamarnya di lantai atas. Ia berlari menuruni tangga dengan membawa sepatu di tangan kanan dan tas di tangan kiri. “maaf aku gak sempat sarapan. Bentar lagi Sojiro jemput.”
“kamu hati-hati ya. Besok pagi Ibu bangunkan.”
“Bangun pagi aja belom bisa, tapi udah punya pacar.” Ejek Leo sambil menyantap sarapannya.
“Ha? Awas ya, kak Leo. Aku balas nanti.” Jawab Hana dengan wajah agak kesal. Ia langsung berlari keluar setelah selesai memakai sepatu. “Aku berangkat !!”
__ADS_1
“pacar Hana seperti apa?” tanya Ibu pada Leo setelah Hana pergi ke sekolah. Kali ini Ibu ikutan duduk menemani Leo menyantap sarapan. “setiap hari menjemput Hana kan?”
“aku sendiri belum pernah kenal dekat, Bu. Sepertinya cowok baik-baik. Tapi aku gak yakin.” Ucap Leo dengan wajah sebal. Mood-nya langsung berubah total saat bicara tentang Sojiro.
“aiiihhhh…. Anak Ibu cemburu, ya? Takut adik kesayangan satu-satunya diambil orang ya? Kamu manis sekali, Leo.” Goda Ibu sambil mencubit pipi Leo gemas.
“apaan sih Ibu?”
“aiihhh…. Anak Ibu malu-malu.”
************
“konser?!”
“iya. Jangan bilang kamu lupa, ya? Konser High and Mighty Color. Aku sudah bilang sebulan yang lalu.”
“oke, Sha.”
Cleanne sudah sangat cantik malam itu. Ia mengenakan mini dress berwarna navy dan sebuah mini cardigan berwarna putih tulang. Kesan feminine selalu ia tampilkan setiap saat dan dimana saja. Cleanne mengambil ponsel dari tas dan hendak menelpon seseorang.
“halo?” ucap seseorang diseberang telepon. Terdengar seperti suara cowok.
“target sudah siap.” Ucap Cleanne pada seorang di teleponnya. Ia bergegas memutus sambungan telepon ketika melihat Shana turun dari tangga menuju ke arahnya.
__ADS_1
“yuk, Cleanne.” Ajak Shana. Malam itu Shana mengenakan mini dress berwarna hitam dengan sedikit motif di bagian rok. Tak lupa juga high heels kesayangannya tak pernah luput dari acara penting seperti ini.
“kamu tumben mulai dandan lagi. Dua minggu kemarin bahkan gak dandan sedikitpun.”
Shana terkejut. Ia sedikit lupa kalau Hana memang tidak suka menggunakan make up. Entah karena tidak suka atau tidak bisa. Sepertinya selama menyamar menjadi dirinya, Hana tak pernah sedikitpun menyentuh make up.
“ahh…. Saat itu aku sedang menjalani sebuah treatment. Kulitku akhir-akhir ini sedikit sensitif. Jadi dokter menyuruhku tidak menggunakan make up sama sekali.” Jelas Shana dengan sedikit centil. Berusaha mencari alasan yang sedikit logis.
“oh… tapi kulihat kulitmu tak kenapa-kenapa.”
“oh.. aku sepertinya alergi kosmetik. Tapi aku tetap cantik kan walau tanpa make up?” ucap Shana berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia merasa kalau Cleanne mulai curiga.
“kau masih cantik kok. Sudah yuk, berangkat.”
Shana menghela nafas panjang. Terbebas dari kecurigaan Cleanne. Mereka berdua bergegas menuju mobil Cleanne yang sudah terparkir sejak tadi di depan rumah Shana. Pintu mobil dibuka dan mereka berdua masuk ke dalam mobil. Cleanne berada di posisi kemudi, sedangkan Shana duduk di sebelahnya.
“ak taruh tas di belakang ya, Cleanne.” Ucap Shana sambil berbalik ke kursi belakang untuk menaruh tasnya. Tapi matanya terbelalak melihat sesuatu yang ada di kursi belakang mobil Cleanne.
“HAI SHANAAAAA…..!!!!” sahut Misaki dan Tadashi sambil melambaikan tangan pada Shana dan menunjukan senyum pepsodent mereka.
“apa ini?! Kalian ngapain?!” tanya Shana dengan nada agak terkejut dan bertanya pada seseorang di sebelahnya. “apa-apaan ini, Cleanne?”
“ini balasan karena kamu gak mau double date kemarin. Kamu kabur, kan?” ucap Cleanne sambil menyetir. Sepertinya ia agak sebal.
__ADS_1
Shana kembali ke posisi duduknya. “iya. Maafkan aku.”
Bahkan dari kursi depan pun terdengar jelas kalau dua orang laki-laki di belakang itu sedang tertawa senang. Senang karena berhasil membujuk Shana ikut double date. Entah ini akan menjadi acara nonton konser yang berakhir bahagia atau sedih. Layaknya sebuah ending dari cerita yang tak ada seorang pun mengetahuinya.