Queen VS Princess

Queen VS Princess
Shana's Story


__ADS_3

Sore itu angin bertiup sangat kencang. Udara panas bercampur dingin merasuki tubuh Hana. Angin menyibakkan rambutnya yang hari ini ditata semi spiral. Angin yang berhembus menutupi sebagian wajah Hana. Ia berdiri kaku dengan mata sayu. Cleanne duduk bersimpuh sambil menengadahkan kedua telapak tangannya ke depan. Sebuah doa ia ucapkan dalam hatinya. Air mata Hana mengalir perlahan ke pipinya.


Masih terdiam dan menangis. Hana menatap sebuah papan batu nisan bertuliskan nama yang setidaknya pernah ia dengar, -Hiroki-.


“kupikir tak apa jika itu kau, Hana.” Ucap Cleanne setelah selesai memanjatkan doa untuk Hiroki. “Hiroki ada disini. Tubuhnya terbaring tak berdaya di dalam kuburan ini.”


Hana tak sanggup mengatakan kata-katanya. Wajahnya sudah dipenuhi tetesan air mata.


“sekitar 2,5 tahun yang lalu, Hiroki mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju acara pesta ulang tahun Shana. Saat itu ia sedang menempuh pendidikan di luar negeri, jadi Shana dan Hiroki jarang bertemu. Hiroki adalah orang yang paling mengerti –selain aku- ketika Shana kesepian. Sejak kecil, Shana selalu ditinggal sendirian di rumah besar itu.”

__ADS_1


Tubuh Hana gemetar mendengar masa lalu Shana. Tak ada satu katapun terlintas dari bibirnya. Namun air matanya terus mengalir.


“Ibunya melanjutkan bisnis neneknya di Swiss. Sebuah perusahaan perhiasan terbesar di Swiss. Kini memperluas cabangnya di beberapa negara. Kak Rhena sejak kecil sudah diasuh oleh neneknya. Setahuku, Ayah kandung Shana sudah meninggal. Sedangkan Ayah tirinya bahkan tak pernah sedikitpun mengunjungi Shana. Setelah neneknya meninggal, kak Rhena di pulangkan kesini dan tinggal bersama Shana. Mungkin karena jarang bertemu, makanya mereka tak pernah akur.”


Cleanne menghela nafas panjang. Ia kembali melanjutkan ceritanya.


Mata Hana terbelalak. Ceritanya hampir mirip dengannya. Tapi kisah Shana jauh lebih tragis. Bukankah masalah Shana justru jauh lebih rumit daripada masalahnya?


“beberapa bulan setelah kematian Hiroki, Shana bertemu dengan Tadashi. Aku tak tahu kenapa Shana begitu menolak kehadiran Tadashi. Padahal dia itu cowok yang baik dan pengertian.” Ucap Cleanne sambil menatap makam Hiroki.

__ADS_1


Hana mengangguk tanda setuju dengan perkataan Cleanne tentang Tadashi.


“mungkin Shana masih tak bisa menerima kepergian Hiroki. Tapi Shana itu anak yang kuat dan baik. Ia bisa melewati semua ini suatu saat nanti.”


“ya, kau benar, Cleanne. Dibalik keangkuhannya terdapat hati yang sangat lembut, yang sengaja ia jaga agar tak ada lagi yang melukainya.” Ucap Hana sambil menyeka air matanya. “bolehkah aku berdoa untuk Hiroki?”


Cleanne mengangguk. Sesungguhnya ia pun tahu betapa baiknya hati Hana. Itu sebabnya ia yakin mengatakan hal ini pada Hana.


Sore itu Cleanne tak menginap di rumah Shana. Hana terduduk di kamar seorang diri. Masih terngiang dalam pikirannya kisah Shana. Jauh dalam lubuk hatinya, ia bersyukur masih memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Sepertinya malam ini Hana tak akan bisa tidur nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2