
Ketika seorang model dan anak konglomerat bersama, satu-satunya hal yang mereka bicarakan adalah tentang dunia shopping. Entah tentang make up, pakaian, tas, sampai gadget. Keduanya seolah tak pernah kehabisan pembicaraan. Terkadang mereka membicarakan seseorang yang lewat dengan penampilan yang menurut mereka “wow banget”. Kadang pula mereka membicarakan tentang penampilan yang menurut mereka “enggak banget”. Bukan hal yang sulit mengomentari penampilan seseorang terutama di negara semacam Jepang. Dimana fashion seolah menjadi salah satu pusat perhatian dunia remaja. Semua komentar mereka bukan hanya asal ngomong aja. Pengetahuan keduanya tentang fashion tak perlu diragukan lagi.
Cleanne yang hampir tiap hari bergelut dengan dunia model, tentu sangat paham dengan dunia model. Sedangkan Shana yang hampir setiap hari pula mengunjungi berbagai dunia untuk menghamburkan uangnya demi mengikuti kemajuan fashion. “Sha, ke mall yuk…aku mau nyari make up terbaru nih…kamu pasti tahu deh, di online lagi hits banget.” Ajak Cleanne pada Shana yang menunggunya untuk pulang.
“oke…aku juga lagi senggang kok. Kita langsung ini?” tanya Shana sambil mengambil tasnya di loker.
“ayukkk, Sha.”
GEDEBRUUKKKK….
Tiba-tiba aja Misaki menabrak Shana dari belakang. Misaki adalah tetangga Shana. Selain tetangganya, dia juga mantan pacar Cleanne. Shana yang jatuh tertimpa Misaki langsung memberontak pada Misaki.
“woii…bangun berat tauk” omel Shana pada Misaki yang masih jatuh menimpa Shana.
__ADS_1
“sorry, Sha. Aku gak sengaja. Kakiku terpleset tadi.” Jelas Misaki berusaha berdiri dan membantu Shana berdiri. Tapi sepertinya Shana masih harus ngomel panjang lebar.
“jalan tuh pakai mata. Udah tau lorong sempit gini, pasti kamu lari-lari, kan?” omel Shana merasa kesal dan moodnya seketika langsung berubah.
“aku kan udah minta maaf, Sha. Kok masih diomelin sih. Aku juga gak sengaja. Kok kamu jadi nyolot gini.” Ucap Misaki yang mulai gak terima dikatain Shana. Merasa sudah minta maaf, Misaki pun ikutan kesal.
“kamu ngatain aku nyolot?” teriak Shana sambil mengangkat tangannya hendak memukul Misaki, tapi sebuah tangan menghentikan tindakannya.
Seketika Shana seperti merasa de javu dengan apa yang barusan terjadi. Ia terkejut dan terdiam sesaat. Pikirannya melayang ke suatu tempat. Tatapan matanya kosong. Ia seolah kembali pada saat ia masih bersama Hiroki.
Dua tahun yang lalu, mereka berempat juga berkumpul seperti ini di rumah Shana. Seperti biasa kedua orangtua Shana sibuk dengan urusan mereka dan saat itu adalah hari ulang tahun Shana. Dengan setengah kesal, Shana mengomel untuk curhat pada sahabat-sahabatnya itu.
“kenapa sih mereka bahkan gak peduli sama ulangtahun anaknya sendiri?” omel Shana sambil mondar-mandir dalam kamarnya. Ia marah karena mendapat kiriman boneka dari ibunya sebagai hadiah ulangtahun.
__ADS_1
“mungkin mereka gak sempet pulang, Sha. “ bujuk Cleanne agar Shana sedikit lebih tenang. Jika dipikirkan lagi, hampir setiap tahun dia merayakan ulangtahun hanya dengan sahabat-sahabatnya ini.
“iya, Sha. Cleanne bener.” Tambah Misaki berusaha menenangkan Shana. Tapi sepertinya itu tak berguna.
“kok kalian malah belain orangtuaku sih?” teriak Shana sambil mengambil vas bunga dan bersiap membantingnya. Tapi ada tangan yang berusaha menghentikannya.
“Hentikan!! Jangan buat keributan disini!!!” ucap Hiroki sambil menahan tangan Shana yang memegang vas bunga.
Kesadaran Shana yang sempat menghilang beberapa detik. Kemudian kembali pada tubuhnya. Ia pun terdiam menatap Tadashi yang masih menahan tangannya. Seolah nyawanya masih belum kembali seutuhnya pada tubuh, Shana menunduk lemas. Tadashi melepaskan tangan Shana. Ia kembali mengingat kenangan tentang Hiroki.
“kamu gak apa-apa, Sha?” tanya Cleanne langsung menghampiri Shana yang berdiri lemas tak berdaya.
“ayo, Cleanne kita pergi.” Ucap Shana tanpa menoleh sedikitpun pada Tadashi dan langsung pergi meninggalkan Tadashi dan Misaki.
__ADS_1