Queen VS Princess

Queen VS Princess
Pertemuan Ayah dan anak


__ADS_3

Karena beberapa urusan yang harus diselesaikan, Ayah Hana harus mengurus keperluan untuk passport ke Hongkong. Rasanya berat meninggalkan rumah dan keluarga dalam keadaan yang belum stabil seperti itu. Tapi semua harus dilakukan dengan professional. Semoga tak terjadi apapun selama Ayah pergi ke Hongkong. Sudah hampir 1 jam Ayah menunggu untuk panggilan. Namun tak kunjung ada kabar sedikitpun. Tiba-tiba telinga Ayah mendengar nama “Kozuki” dipanggil oleh petugas pengurus passport. Nama yang tidak asing untuknya. Nama yang dulu sempat menjadi namanya. Ayah melihat dua orang gadis yang menuju petugas passport. Mata Ayah terbelalak saat melihat Hana berada disana. Namun, seketika Ayah langsung menepis prasangka jika itu Hana. Bukan…itu bukan Hana. Tapi…………


Kaki dan tangan Ayah serasa gemetar mengetahui sesuatu yang telah lama tidak ia ketahui. Antara bahagia tapi ragu. Sekitar 20 menit kemudian dua orang gadis itu selesai dengan urusannya dan hendak pergi dari kantor tersebut. Ayah segera bergegas menghampiri dua gadis itu dan menahan kepergian mereka. Tidak salah lagi. Wajah mereka sangat mirip dengan seseorang yang Ayah kenal sebelumnya.


“maaf, permisi. Ada waktu sebentar? Saya ingin bicara sesuatu.” Ucap Ayah berusaha tidak bersikap mencurigakan.


Betapa terkejutnya Hana melihat Ayahnya berada di hadapannya saat ini. Mustahil. Apakah Ayah mengenali Hana?

__ADS_1


“ada perlu apa, ya?” jawab Rhena dengan tenang. Sepertinya Rhena sama sekali tak mengenali Ayah Hana.


Hana hanya menunduk. Berharap Ayahnya tak menyadari sedikitpun jika itu Hana.


“tadi aku mendengar nama marga kalian ‘Kozuki’? apa kamu bernama Rhena Kozuki?” tanya Ayah yang langsung ke inti pokok pembicaraan.


Rhena tak kalah terkejut dengan ucapan Ayah. Demikian juga dengan Hana yang dari tadi hanya menunduk. Dalam hati Hana penuh tanda tanya, dari mana Ayahnya tahu tentang kak Rhena? Terus, ada hubungan apa Ayah dengan keluarga Kozuki?

__ADS_1


“tenanglah. Aku tak mungkin berbuat jahat pada kalian. Aku punya sesuatu yang mungkin bisa menjelaskan semua ini.” Ucap Ayah Hana sambil mengambil sesuatu dari dalam dompetnya.


Hana tak berani menatap wajah Ayahnya sedikitpun. Merasa takut jika penyamarannya terbongkar disini. Ayah Hana mengambil selembar foto yang terselip rapi di bagian dompet paling dalam. Foto itu kemudian diserahkan pada Rhena. Hana dan Rhena langsung tak mampu berkata apapun terhadap foto itu. Dalam foto itu terlihat wajah Ayah sedang berdiri dan disampingnya ada Mama Shana. Mereka berdua memeluk seorang anak kecil yang mirip dengan Rhena.


“ini….jangan-jangan kau…..” ucap Rhena sambil terbata-bata dan matanya tak lepas dari pandangan pada Ayah Hana.


Hana sama sekali tak mengerti situasi ini. Ia menatap wajah Rhena dengan ekspresi ketakutan. Pertanyaan silih berganti di dalam benaknya. Masalah apa lagi yang mungkin menghampiri mereka saat ini.

__ADS_1


“ya….itu adalah fotomu, Rhena. Kau pasti Shana, kan? Kau sudah tumbuh besar. Kau sangat mirip sekali dengan Hana.” Ucap Ayah Hana.


Tubuh Hana gemetar. Apa yang terjadi? bagaimana mungkin Ayah mengenal Shana?


__ADS_2