
Sedangkan di malam yang sama, Hana dan Sojiro juga ada di dalam mobil. Penampilan mereka terlihat menyenangkan. Sojiro mengenakan celana jeans panjang dan kemeja biru muda dengan motif kotak kecil, dilapisi kaos berwarna gelap dibalik kemejanya. Sedangkan Hana mengenakan celana jeans panjang dengan atasan terbuka yang ia lapisi jaket jeans panjang. Memang sedikit jauh dari kesan feminine, tapi entah kenapa terlihat pantas untuk Hana.
“maaf ya, sudah memintamu menemaniku menonton konser.” Ucap Sojiro yang berusaha untuk tetap mengarahkan pandangannya ke depan dan berkonsentrasi menyetir.
“tidak apa. Aku tahu kalau kau sangat menyukai band ini kan? Aku senang jika kau mengajakku.” Jawab Hana dengan santai .
“huum. Aku suka banget sama High and Mighty Color. Aku bahkan sampai mengumpulkan semua albumnya. Lain kali kita ke konser LiSA ya? Kamu suka LiSA kan? Kalau ada konser itu kamu bilang ya? Nanti aku carikan tiketnya.”
“sungguh?! Ahh… kau baik sekali, kak Sojiro. “ ucap Hana gak kalah bahagianya mendengar konser penyanyi kesukaannya.
Perjalanan menuju lokasi konser tak membutuhkan waktu lama. Namun, sisa waktu tadi hanya mereka habiskan untuk diam. Baik Hana maupun Sojiro, keduanya merasa canggung dengan pembicaraan terakhir. Bahkan mereka tak tahu dari mana harus memulai kembali pembicaraan. Mereka pun sampai di halaman tempat konser dilaksanakan. Euforia dari para penggemar terasa sekali sampai diluar Hall.
“kita masuk sekarang?” tanya Hana sambil keluar dari mobil.
Sojiro segera mendekat pada Hana dan bergegas menggandeng tangannya. “jangan sampai terpisah, ya.”
Wajah Hana merona seketika. Lagi-lagi ia dibuat tak mampu berkata-kata oleh Sojiro. Hana hanya bisa mengikuti kemana Sojiro membawa tangannya. Sojiro berusaha menembus kerumunan para penggemar yang siap menikmati konser. Degup jantungnya bahkan bisa ia dengar dengan jelas. Seperti suara gemuruh yang memenuhi acara konser ini.
Lampu panggung yang gemerlapan. Berputar-putar sekitar panggung, mengelilingi Sang Bintang Panggung malam itu. Desakan para fans yang terlihat bahagia menyaksikan konser malam itu. Hana yang tak begitu tahu lagu-lagu High and Mighty Color, namun sepertinya ia terlihat menikmati lagu-lagu yang dipersembahkan malam itu. Desakan demi desakan mulai membuat Hana merasa tidak nyaman. Beberapa orang di sebelahnya bahkan berjoged dengan ekstrim. Hal ini membuat posisi Hana tergeser sedikit demi sedikit dari sisi Sojiro. Genggaman tangannya mulai terlepas dari tangan Sojiro. Tubuh Hana yang kecil dan ramping itu dengan mudahnya tenggelam di tengah lautan manusia yang menonton konser. Sojiro yang menyadari hal itu berusaha sekuat tenaga menarik Hana kembali. Tapi sepertinya ia perlu berjuang lebih keras lagi.
Dan Hana pun menghilang entah kemana terbawa arus penonton konser……………..
*************
Shana yang sejak tadi memasang wajah bete hanya menyaksikan konser sekedarnya saja. Bagaimana bisa mood nonton konser rusak begitu saja hanya karena Misaki dan Tadashi ikut.
“ayo, Sha. katanya kamu mau jingkrak-jingkrak sepuas hati.” Ucap Cleanne pada Shana yang menyadari bahwa sahabatnya itu lagi bete.
__ADS_1
“apa perlu kita dansa disini, Sha?” goda Misaki pada Shana.
“males ah.” Jawab Shana jutek
“kau suka banget band ini kan, Sha. ayo semangat donk !!” bujuk Tadashi sedikit merasa bersalah karena ngotot ikut acara para cewek nonton konser.
“aku mau ke toilet.” Jawab Shana masih dengan tampang bete. Ia pun segera keluar dari desakan para fans dan mencari letak toilet.
Bagi Shana bukan hal yang sulit untuk menyesuaikan diri di tengah kerumunan penonton konser. Ia dan Cleanne sudah sering mendatangi banyak konser. Hal itu membuatnya terbiasa dengan hiruk pikuk keramaian suasana konser. Ia segera membersihkan wajahnya sesampainya di dalam toilet. Mencoba mengembalikan mood yang hilang sejak tadi. Menarik nafas panjang kemudian melepaskannya. Seolah melepas beban berat dalam hidupnya.
Shana keluar dari toilet setelah ia selesai mengembalikan kembali tatanan make up di wajahnya. Terdiam sejenak karena ia tak tahu dimana letak Cleanne dan yang lainnya. Haruskah ia menerjang kerumunan ganas itu? Mengorbankan tatanan make up yang sudah menempel cantik di wajahnya? Sepertinya ia lebih memilih menikmati konser dari tempat yang lebih manusiawi. Di tengah kerumunan ganas itu tiba-tiba muncul sosok laki-laki yang sepertinya terlihat bingung, seakan sedang mencari sesuatu. Matanya terbelalak saat melihat sosok itu lebih dekat ke arahnya.
“Sojiro?”
“untunglah aku bisa menemukanmu. Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?” ucap Sojiro seketika saat menghampiri Shana. Nafasnya terengah-engah. Keringatnya terlihat sekali bercucuran di sekitar dahinya. Sepertinya ia berusaha keras menemukan Hana. Tunggu dulu…. Kalau Sojiro ada disini, berarti saat ini Hana ada di konser ini juga? Apa Hana tersesat? Kenapa Sojiro sampai mencari Hana?
“tak masalah. Aku mencarimu kemana-mana. Maaf aku tak bisa menggenggam erat tanganmu saat ada di tengah kerumunan tadi.”
Kau lihat Hana? Sojiro sangat menyayangimu. Dia bahkan 100x lipat lebih baik dari Leo yang hanya bisa membuatmu sedih. Bukankah dia laki-laki idaman semua wanita?
“aku baik-baik saja. Istirahatlah dulu. Menonton dari sini tetap kelihatan, kok.”
“kita pulang saja, yuk. Aku takut terpisah lagi denganmu.” Ajak Sojiro. Sepertinya ia benar-benar menyesal tak bisa menjaga kekasihnya dengan baik.
“tapi ini kan……………” tolak Shana berusaha mencari alasan. Mana mungkin ia meninggalkan konser yang lagi seru-serunya. Selain itu, pulang? Itu berarti pulang ke rumah Hana lagi.
“tak apa. Aku bisa menyuruh agensi ayahku untuk merekam konser ini.” Ucap Sojiro tak peduli dengan yang dikatakan Shana dan tetap mengajak pulang.
__ADS_1
Sojiro langsung menggandeng tangan Shana tanpa mendengar lagi penjelasan darinya. Shana yang tak bisa berbuat apa-apa, hanya mampu mengikuti dan berharap Hana ditemukan oleh Cleanne dan yang lainnya.
“kamu ganti baju?” tanya Sojiro yang baru menyadari apa yang dipakai Shana.
“eh…ini….aku……….” jawab Shana terbata-bata sambil berusaha mencari alasan.
“sudahlah. Nanti kemalaman. Aku bisa dicari orangtuamu. Kita pulang saja.” Ajak Sojiro yang langsung mengalihkan pembicaraan sebelum Shana mencari alasan.
Mereka berdua segera meninggalkan lokasi konser. Sementara itu……………..
Hana yang tadinya terpisah dari Sojiro karena desakan para penonton, kini ia dihadapkan oleh pertanyaan besar di depan matanya. Ia ditemukan oleh Tadashi. Dalam hatinya berkecamuk memikirkan segala kemungkinan yang terjadi.
“Shana…. Kemana aja? Aku mencarimu.” Ucap Tadashi setelah menemukan Hana berdiri di sekitar pintu masuk. Arus para fans telah mendorongnya sampai mendekati pintu masuk. Hanya di tempat itu yang sedikit longgar.
Hana bertanya-tanya, harus bersikap seperti apakah dia? Tunggu… itu artinya Shana juga ada disini? Bagaimana jika Tadashi sampai melihat mereka berdua di tempat yang sama?
“maafkan aku. Itu……..” jawab Hana pelan. Berusaha mencari alasan yang tepat walaupun ia sama sekali tak tahu situasi yang terjadi.
“kau juga ganti baju. Apa yang terjadi?” ucap Tadashi saat menyadari perubahan pakaian yang dipakai Hana.
“tadi ada yang numpahin minuman. Aku terpaksa ganti baju.” Jawab Hana asal-asalan.
“apa kau capek? Kau terlihat bingung. Kita pulang saja, yuk!!” ajak Tadashi yang melihat wajah Hana pucat dan terlihat bingung.
“pulang? Apa Cleanne juga ada disini?”
“iya. Nanti biar aku telpon Misaki dan Cleanne kalau kita pulang duluan.”
__ADS_1