
Di sebuah perusahaan yang besar dan terlihat mewah dengan bangunan yang menjulang tinggi, di sekitar bangunan itu dihias banyak kaca. Di puncak perusahaan itu terdapat semacam symbol berbentuk diamond yang berkilauan. Tentu saja itu hanya replika. Itu perusahaan Mama yang berada di Inggris. Saat ini, meskipun masih berdiri dengan gagah, perusahaan itu hanya memiliki beberapa karyawan. Sebagian besar karyawan sudah dipulangkan. Hal ini terjadi karena adanya penggelapan uang perusahaan. Papa –suami Mama\- yang menikah dengannya 3 tahun yang lalu, sudah membawa kabur uang perusahaan yang jumlahnya bisa untuk membangun perusahaan lagi di negara lain.
Mama terlihat depresi saat mengurusi beberapa kerugian yang harus ditanggung akibat ulah manusia tidak bertanggungjawab itu. Bahkan Mama terlihat lebih kurus dibanding 6 bulan yang lalu. Beruntung Mama memiliki seorang anak yang jenius seperti Rhena. Kecerdasan Rhena sudah diketahui neneknya saat masih berusia 2 tahun. Itu sebabnya di usia yang seharusnya ia masih berada di kelas 3 SMA, namun Rhena sudah menjajaki bangku kuliah semester terakhir. Ia mengambil jurusan business management untuk membantu bisnis yang telah dikembangkan Mamanya.
Baru 1 minggu berada di Inggris untuk membantu Mamanya, banyak masalah yang hampir diselesaikan oleh Rhena. Ia bekerja keras untuk menyelesaikan masalah Mamanya karena Rhena berharap agar bisa berkumpul bersama lagi di Jepang.
Malam tadi, setelah mendapat telepon dari Ayah, Rhena langsung menyiapkan penerbangan tercepat untuk ke Jepang. Namun, Mama sama sekali tidak ingin ikut ke Jepang.
__ADS_1
“apa maksudmu?! Shana dan Hana kecelakaan. Kedua anakmu dalam keadaan kristis. Kau masih peduli dengan perusahaanmu?!!!” teriak Rhena hampir tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Mama.
“mereka sudah banyak yang peduli. Ayahnya dan Ibu tirinya pasti sudah berada disana. Apa artinya aku ada disana?!” ucap Mama sambil berteriak. Matanya berkaca\-kaca.
“kau…….masih mencintai Ayah, kan? Kau cemburu saat ini Ayah bahagia dengan wanita lain, kan? Apa kau menyesal sekarang !!!?”
“Rhena !!!! jaga ucapanmu !! aku ini Mamamu.”
“sudahlah. Jangan membahas itu lagi !!”
__ADS_1
Rhena terdiam sambil menatap Mamanya. Bertanya dalam hati apakah wanita ini yang telah melahirkannya? Apakah benar\-benar dia seorang Ibu yang tidak peduli pada anaknya yang sedang dalam kondisi kritis saat ini?
“ayo, Ma. Shana dan Hana membutuhkan Mama.” Bujuk Rhena pada Mama.
“mereka akan baik\-baik saja, kok. Lagipula sebentar lagi investor besar akan datang. Masa depan perusahaan ini berada di tangan investor itu. Kau harus membantu Mama mempresentasikan progress dari perusahaan ini.”
Rhena memegang kepalanya. Seolah ingin pecah mendengar kata\-kata Mama yang hanya mementingkan perusahaannya. Merasa tak sanggup lama\-lama berada disana, Rhena segera meninggalkan ruang kerja Mama.
“Rhena, kamu mau kemana?! Kau masih punya tanggungjawab pada investor kita kali ini. Kau tak bisa meninggalkannya begitu saja.” Ucap Mama berusaha menahan agar Rhena tidak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
“jika Mama bisa bersikap tidak peduli padaku, pada Shana atau pada Hana, maka aku juga bisa bersikap tidak peduli pada Mama, ataupun pada perusahaan sampah ini !!!!” ucap Rhena sambil pergi meninggalkan Mama yang mengomel tidak jelas di ruang kerjanya.
Rhena berlari untuk mengambil beberapa pakaian dan terbang ke Tokyo sesegera mungkin.