Queen VS Princess

Queen VS Princess
Doa terbaik untuk Shana


__ADS_3

Tidak….itu bukan Hana. Kedua tangannya menutup mulutnya. Mencegah untuk berteriak. Foto itu terletak di tengah-tengah dua dupa yang menyala. Sepertinya dupa itu setiap hari selalu diganti. Dibawah foto itu tertulis sebuah nama “Shana Kozuki”. Seketika muncul beberapa kejadian dejavu di kepala Hana. Ia terus memegang kepalanya yang kesakitan karena dejavu sesaat tadi. Rhena yang berada paling dekat dengan posisi Hana langsung membantunya berdiri. Ingatan demi ingatan muncul begitu saja.


“maaf ya, Hana. Kami menyembunyikan semuanya darimu. Foto disitu adalah foto kakak kembarmu, Shana. Dia meninggal 2 hari sebelum kamu sadarkan diri. Saat itu kamu kecelakaan bersamanya.”


Kepala Hana terasa ingin pecah. Ia mencoba berteriak namun suaranya serasa tertahan oleh sakit kepalanya yang luar biasa.


“kami semua tak ingin kamu mengingat hal yang menakutkan saat itu. Kejadian yang hampir merenggut nyawamu. Namun, kami akhirnya sadar jika menyembunyikan bukan hal yang baik. Apapun yang terjadi, kau harus tahu yang sebenarnya.”


“tidaaaakkkk…..!!!!” Hana mulai berteriak. Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi. Ingatan yang muncul semakin jelas dan mulai membuatnya sedikit demi sedikit teringat kembali semuanya.

__ADS_1


“tiga hari sebelum Shana sadarkan diri, ia memberikan satu ginjal untukmu. Shana tak ingin ketika kamu sadarkan diri nanti, dalam kondisi yang lemah karena bertahan dengan satu ginjal.” Ucap Tadashi menjelaskan dengan perlahan.


“gak mungkin.” Ucap Hana mulai menangis saat mendengar cerita Tadashi. Kini Hana sudah mengingat semua lagi. Ingatannya telah kembali.


“pada saat meninggal, ia sempat menulis sebuah surat untuk semuanya. Rupanya Shana menyadari bahwa usianya tak lama lagi. Ia berpesan pada Leo untuk mendonorkan kornea matanya untukmu. Pada saat itu, jika kau sadarkan diri, ada kemungkinan kau tak bisa melihat karena rusaknya kornea matamu.”


Semua mulai meneteskan air matanya. Begitu tragis kisah si kembar. Bahkan Tadashi hampir tak sanggup melanjutkan ceritanya. Ia selalu menangis setiap kali teringat tentang Shana. tak satupun yang mengetahui kejadiannya akan seperti ini.


“pembuluh aorta milik Shana yang sudah membengkak akhirnya pecah. Itulah yang membuat Shana kehilangan nyawanya.” Jelas Leo menggantikan Tadashi yang sudah tak sanggup lagi menceritakan semuanya.

__ADS_1


“Untuk sahabat terbaik, tak pernah ada hari-hari tanpamu yang terlewati dengan kebencian. Semua hal tentangmu mengajarkan banyak hal. Kebaikan, kemuliaan, serta kejujuranmu membawamu berada di tempat terbaik. Istirahatlah dengan tenang, Shana, sahabat terbaikku.” Ucap Cleanne dan Misaki memulai doanya untuk Shana.


“Untuk adikku tersayang, aku tahu banyak hal menyakitkan yang telah kau lalui. Meski begitu, tak ada kebencian dalam dirimu, bahkan sampai akhir hayatmu. Kau adalah yang terkuat. Maafkan aku karena belum bisa menjadi kakak yang baik dan bisa melindungimu setiap saat. Tenanglah disana, adikku Shana.” ucap Rhena dan Leo melanjutkan doa untuk Shana.


“Untuk Anakku yang kucinta, aku tahu aku bukanlah Ibu kandung yang seharusnya mendoakanmu. Tapi biar bagaimanapun kau sudah seperti anakku sendiri. Pertemuan kita memang sangat singkat. Aku bahkan baru saja belajar mengenalmu lebih dalam. Walaupun kau banyak melalui hal buruk, kau tumbuh dengan hati yang tulus. Semoga Tuhan selalu memberkatimu, anakku Shana.” ucap Ibu melanjutkan doanya.


“Untuk seseorang yang sangat berharga, kau tahu, aku tak pernah sedikitpun menyesal telah mencintaimu. Sejak awal aku sudah tahu bahwa kau orang yang baik dan setia. Hal itulah yang membuatku harus bekerja keras membuatmu percaya padaku. Jika aku diberi pilihan, aku takkan pernah membiarkanmu pergi seperti ini. Aku membutuhkanmu untuk hidupku yang lebih lama. Tapi, kini aku sadar, aku masih bisa melihatmu di mata Hana. Aku harap di kehidupan selanjutnya, kita masih dipertemukan lagi. Aku mencintaimu, Shana.” ucap Tadashi sambil berlinangan air mata.


“Untuk saudara kembarku, kau tahu, aku sesungguhnya marah padamu. Bagaimana bisa kamu meninggalkanku lebih dulu? Bukankah kita ini kembar? Bukankah kita dilahirkan di hari yang sama? Aku bahkan belum bisa melakukan piknik kebun bersamamu dan keluarga kita. Bagaimana bisa kau melakukan ini semua padaku? Aku tak perlu ginjalmu, aku juga tak perlu kornea matamu, asalkan kau kembali dan berada bersama kami, itu sudah lebih dari cukup untukku. Bagaimana bisa ini terjadi? aku belum puas bermanja dengan kakak kembarku. Kenapa kau lakukan ini padaku? Hiks….” Hana tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Ibu segera memeluk Hana. Suasana kembali dipenuhi dengan air mata. Merasa tak mungkin lagi dilanjutkan, Ibu meminta untuk mengantar Hana pulang. Tubuh Hana lemas tak berdaya. Kemudian semuanya bergegas untuk masuk mobil. Tadashi berjalan melewati kamar disebelah untuk berdoa sejenak. Kamar itu terletak disebelah kamar Shana. ya….itu adalah kamar Hiroki. Tadashi segera mendoakan Hiroki juga.


“maafkan aku karena tak bisa menjaga Shana dengan baik. Kini, aku serahkan dia padamu. Tolong jaga Shana disana. Istirahatlah dengan tenang, sahabat terbaikku, Hiroki.”


__ADS_2