Queen VS Princess

Queen VS Princess
Kebahagiaan untuk semua


__ADS_3

“Ini.” Ucap Tadashi sambil menyerahkan sebuah surat pada Hana setelah mengantarkan mereka pulang. “surat terakhir Shana untukmu.”


Hana hanya diam dan tetap mengambil surat itu. Tangannya gemetar. Ia tahu, kali ini ia akan menangis lagi saat membaca surat itu. Namun, tak ada alasan baginya untuk menghindar. Hana segera pamit masuk ke dalam rumah setelah menerima surat itu.


Ia terdiam di kamarnya. Menggenggam sepucuk surat yang baru saja diberi Tadashi. dalam hatinya muncul keraguan untuk membaca surat itu. Terlalu menyakitkan untuknya. Hana masih belum rela jika Shana pergi secepat itu. Bahkan air mata Hana pun masih belum kering dan masih terus menetes. Bagaimana mungkin ia sanggup membaca isi surat itu?


TOK TOKK


Pintu kamar Hana terbuka. Ternyata Ayah sudah pulang dan masuk ke kamar.


“Ayah dengar kamu sudah ingat semuanya?” tanya Ayah sambil duduk disebelah Hana. Sepertinya Ayah baru saja pulang dari kantor. Beliau terlihat sangat lelah.


Hana mengangguk perlahan. Ayah melihat secarik kertas yang sepertinya sudah digenggam Hana sejak tadi.


“apa itu?”


Hana kembali mengangkat kepalanya yang tertunduk. Ia melihat ke arah mana yang dimaksudkan oleh Ayah. Hana kembali tertunduk menatap surat yang ia genggam daritadi. “surat untukku dari Shana sebelum meninggal.”


“sudah kau baca?”


Hana hanya menggeleng perlahan.


“bacalah. Pasti ada yang ingin Shana sampaikan padamu sebelum ia meninggal.”


“iya, Ayah.” Jawab Hana sambil membuka surat itu. Ayah segera meninggalkan putri kecilnya sendirian membaca surat itu.


*Untuk saudara kembarku, Hana….


Aku yakin saat kau membaca ini, kita sudah tak bisa lagi saling bertemu


Sesungguhnya… banyak hal yang ingin kukatakan…..


Masih banyak hal yang ingin kulakukan denganmu….

__ADS_1


Tujuh belas tahun kita terpisah, hidup dengan cara masing-masing….


Namun, hanya beberapa bulan saja kita dipertemukan lagi…


Meski begitu, aku bersyukur sempat mengenalmu…


Kau mengajarkanku banyak hal tentang arti cinta, kasih sayang dan ketulusan.


Maafkan aku sudah banyak menimbulkan masalah untukmu…


Aku menitipkan ginjal dan kornea mataku padamu, aku harap kau menjaganya


Karena hanya melalui itu aku masih bisa melihat dunia yang kau lihat


Hiduplah sebaik-baiknya untuk bagianku juga,


Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang sudah ditakdirkan


Aku berharap kalian selalu bahagia dimanapun berada


Terima kasih telah menjadi adikku yang terbaik…


Tetaplah tersenyum karena senyummu merupakan bahagiaku…


Shana*


Bagaimana ini? Air mata ini tak berhenti begitu saja. Hana semakin menangis setelah membaca surat terakhir dari Shana. Penyesalan, kesedihan, kerinduan, kemarahan, kebahagiaan semua bercampur dalam satu rasa. Tangan kanan Hana berusaha meraih kedua matanya, sedangkan tangan kirinya meraih perut dimana ginjal Shana berada.


“aku akan menjaga semuanya disini. Aku janji.”


------ Beberapa Tahun Kemudian -----


“Mamaaaaa….. ada om Tadachi kecini…. !!!!”

__ADS_1


“jangan lari-lari, Shana !!! nanti kamu jatuh !!” teriak Hana.


Tadashi berjalan menghampiri Hana dan putrinya, Shana. Penampilannya sangat rapi dengan kemeja biru laut beserta dasi berwarna navy dan celana panjang. Kali ini Tadashi sudah resmi menjadi direktur utama di Rumah Sakit tempat yang diwariskan Ayahnya.


“Leo dimana?”


“apa kabar sobat? Akhirnya undanganmu terbit juga.” Ucap Leo keluar dari rumah dan langsung menghampiri Tadashi dan Hana yang berada di luar. Leo menggunakan baju koki. Sepertinya ia sedang memasak.


“Papaaaa….gendonggg…..” teriak Shana kecil yang langsung berlarian ketika melihat Leo datang.


“akhirnya kamu akan jadi kakak iparku. Hihihihi…” ucap Hana sambil tertawa kecil.


“lama sekali kamu sadarnya, brother !!! keburu kering taukkk !!!”


“berisik, ahh…. !!! oh, jangan lupa ya. Nanti malam ada party di rumahku. Ajak Shana kecil juga, ya.”


“kau mau bikin Shana-ku suka party gitu? Gak ah.” Ucap Hana langsung sewot mendengar kata-kata Tadashi.


“ada Misaki, Cleanne dan anaknya -Hiroki- juga. Makanya aku ajak Shana kecil juga. Ada temannya kan.” Jawab Tadashi sambil mengusap rambut Shana kecil.


“kami pasti akan datang. Kau akan mengajak Rhena, kan?” ucap Leo.


“tentu saja. Akan ada pengumuman tunangan kita nantinya.”


“ciyeeee…..akhirnya….”


Beberapa tahun setelah Hana membaca surat itu, ia memilih melanjutkan hidupnya dengan sebaik mungkin. Melanjutkan hidup untuk bagian Shana juga. Setelah lulus kuliah Leo akhirnya memutuskan untuk melamar Hana atas izin dari kedua orangtuanya. Mereka memutuskan untuk tinggal di rumah yang terpisah dengan orangtua semenjak Hana mengandung. Kini, putri kecil mereka sudah berusia 3 tahun dan diberi nama Shana. sebuah nama yang akan selalu dikenang sampai kapanpun.


Misaki dan Cleanne juga memutuskan untuk menikah setelah Misaki menyelesaikan study di luar negeri. Cleanne terpaksa mengundurkan diri dari dunia modelling setelah terjadi scandal hamil di luar nikah. Mereka memang melakukannya bahkan sebelum ada ikatan resmi. Kini, putra kecil mereka berusia 4 tahun. Untuk mengenang sahabat terbaik mereka, putra kecil itu diberi nama Hiroki.


Undangan kecil yang dibawa Tadashi tadi adalah undangan pernikahan dirinya dengan Rhena. Tak ada yang menduga ataupun memperkirakan mereka akan bersama. Tapi inilah takdir. Mungkin ada alasan mengapa Tadashi dipertemukan dengan keluarga Kozuki. Semuanya memiliki jalan hidup masing-masing. Karena hidup ini takkan berhenti hari ini, maka bergeraklah. Apapun takdir yang ada di depan matamu, percayalah pasti ada alasan mengapa semua ini harus terjadi. kepergian mereka bukanlah hal yang pantas untuk disesali ataupun ditangisi secara berlarut-larut. Karena kenangan mereka akan selalu hidup di hati mereka.


\-\-\-\-\-\-\-\-\- E N D \-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-

__ADS_1


__ADS_2