
--- Dua Tahun Kemudian ---
“hei Hana !! ayo cepat !!!” teriak Leo sambil menyiapkan sepeda motornya.
“tunggu !!!!” teriak Hana berlarian sambil membawa tas dan buku ensiklopedi miliknya. Hari ini ia harus melakukan presentasi.
Hana melanjutkan di Universitas yang sama dengan Leo. Tak ada satupun yang berani menyinggung tentang masa lalu pada Hana. Sampai saat ini pun Hana masih dalam keadaan hilang ingatan. Bahkan Leo memilih tidak mengingatkan pada Hana tentang hubungan spesial diantara mereka. Ayah dan Ibu juga benar-benar membiarkan keadaan tetap seperti ini. Hal itu jauh lebih baik daripada membiarkan Hana mengingat hal mengerikan dan kenyataan yang harus ia hadapi.
Setelah kejadian itu semuanya sepakat untuk tidak memaksa Hana mengingat. Semua kembali normal seperti sedia kala. Bahkan Tadashi, Misaki dan Cleanne memilih untuk tidak menghubungi ataupun menampakkan diri di hadapan Hana. Saat ini Rhena bahkan jarang datang ke rumah pada saat Hana ada disana. Semua memilih jalan sebelum Hana dan Shana bertemu.
__ADS_1
Tadashi dan Misaki melanjutkan study di luar negeri. Setelah kematian Shana, Tadashi mengalami down yang sangat mendalam. Terutama surat terakhir yang ditulis Shana untuk dirinya. Namun, takkan ada satu orangpun yang menginginkan kehilangan orang yang sangat disayangi. Dengan sedikit keraguan dan kesedihan yang masih tersisa, Tadashi mencoba bangkit membangun kembali kehidupannya walaupun terasa hampa. Kehilangan sahabat terbaiknya –Hiroki- bukan hal yang bisa ia lewati dengan mudah. Butuh waktu dan pengorbanan hingga akhirnya ia mampu bangkit. Kini, ia harus kehilangan orang yang paling berharga untuknya –Shana- disaat semua sudah membaik.
Cleanne meneruskan pekerjaannya menjadi seorang model. Tak berbeda dengan Tadashi, butuh waktu cukup lama bagi Cleanne untuk bangkit setelah kehilangan sahabat yang selalu ada disampingnya. Surat terakhir yang ditinggalkan Shana membuat Cleanne memang harus melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya.
“kau pulang hari ini? Sungguh?” tanya Cleanne pada Misaki di telepon.
“iya. Aku dan Tadashi akan naik pesawat nanti malam. Jadi, besok pagi kita bisa bertemu. Hei, aku merindukanmu.”
Apapun alasannya, hal ini sesungguhnya tak ada pembenaran. Menyembunyikan kebenaran hanya untuk melindungi salah satu pihak. Mungkin sudah saatnya Hana harus tahu apa yang terjadi. tak mungkin selamanya berjalan seperti ini.
__ADS_1
**********
“memberitahu Hana?” tanya Ibu terkejut dengan maksud kedatangan Cleanne, Tadashi, Misaki dan Rhena ke rumah.
“kami mohon maaf sebelumnya tidak memberitahu tante tentang hal ini. Tapi kami sudah sepakat membahasnya. Akan jauh lebih baik jika Hana juga tahu semua yang sudah terjadi. meskipun, aku tahu saat ini Hana masih hilang ingatan.”
“aku hanya merasa akan sangat marah jika seandainya aku berada di posisi Hana. Segalanya disembunyikan padahal hal itu sangat penting untuknya.” Ucap Tadashi menambahkan.
“cepat atau lambat, Hana pasti akan tahu tentang ini. Sebenarnya kami juga berat mengatakan ini. Tapi, akan lebih menyakitkan jika Hana yang mengetahui kebenaran itu sendiri. Aku yakin Hana jauh lebih kuat.” Ucap Rhena sambil memeluk Ibunya.
__ADS_1
Ibu terlihat sangat gugup mengambil keputusan ini. Sesungguhnya Ayah sudah beberapa kali membicarakan hal yang sama dengan apa yang mereka bicarakan. Tapi, Ibu selalu menghentikan hal itu. Ibu tak ingin melihat Hana menangis ketika mengetahui kebenaran. Menyembunyikannya demi kebaikan Hana juga baik, tapi alangkah lebih baik jika memberitahukan segala kebenaran tanpa menyembunyikan fakta apapun.