Queen VS Princess

Queen VS Princess
Hana atau Shana?


__ADS_3

Hal yang paling membuat Hana bête adalah nemenin belanja. Sejak dulu ia memang paling gak bisa diajak belanja. Capek, boring, bête. Tapi mau gimana lagi, ia harus menebus kesalahannya pada Mia semalam. Mia asyik memilih baju, sedangkan Hana cuma mengekor dan memberi pendapat sebisanya. Mia sendiri tahu kalau sahabatnya itu selalu menolak kalau diajak shopping. Daritadi Mia hanya senyum-senyum bahagia karena sudah berhasil ngerjain Hana.


“Han, yang ini sama ini bagusan mana?” tanya Mia sambil menunjukan gaun warna biru muda dan maroon. Walaupun terlihat bête tiap kali diajak belanja, pendapat Hana mengenai mana yang bagus seperti ini selalu tepat. Beberapa kali Mia meminta pendapat pada Hana, selalu tepat. Itu sebabnya Mia selalu meminta pendapat padanya.


“yang maroon bagus, tuh.” Ucap Hana singkat. Dalam hatinya ia komat-kamit agar acara ini cepat berakhir. Tapi jika berakhir, ia harus pulang dan kembali menemui Leo. Rasanya ia masih belum melupakan kejadian kemarin malam.


“aku ke toilet dulu, ya.” Ucap Hana pada Mia yang langsung mengiyakan.


Disisi lain dalam mall itu, Shana dan Cleanne sedang asyik memilih make up yang bagus untuk Cleanne. Seorang model harus boros make up. Meskipun begitu, Cleanne termasuk yang paling hemat dalam pemakaian make up. Tentu saja, itu karena faktor wajahnya yang udah cantik dari lahir.


“eh aku ke toilet bentar ya. Udah kebelet nih.” Ucap Shana yang langsung meninggalkan Cleanne yang asyik memilih lipstick.


Beberapa menit kemudian, Hana baru saja keluar dari toilet. Sepertinya bajunya sedikit longgar. Apa dia semakin kurus? Lagi asyik membenarkan posisi bajunya, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.


“ayo, Sha. Orangtuamu balik ke Tokyo. Kamu ditelepon sopir gak diangkat sih.” Ucap Cleanne sambil menyeret tangan Hana. Sepertinya Cleanne sangat terburu-buru. Sedangkan Hana yang masih kebingungan karena langsung ditarik untuk naik mobil.


“kita mau kemana?” Tanya Hana yang masih kebingungan dengan situasi. Bahkan dia tidak mengenal siapa cewek cantik dan tinggi yang ada di depannya sekarang.

__ADS_1


“kok masih nanya. Kita pulang, lah. Orangtuamu balik dari Eropa. Emangnya kamu gak mau ketemu mereka?” jelas Cleanne panjang. “Aku bisa dipanggang ibumu jika Kamu tidak di rumah sekarang juga.”


“ Eropa? Aku gak ngerti. Lagian kamu siapa? Kok main tarik gini?” tanya Hana yang akhirnya sadar dengan situasi yang ada di depannya.


“Shana, jangan ngajak bercanda, deh. Ayo buruan masuk mobil, kita harus pulang sekarang sebelum orangtua kamu sampai rumah. Oke?” ucap Cleanne sambil mendorong Hana masuk ke dalam mobil.


Apa-apaan ini? Apa ini penculikan? Untuk apa menculik aku? Aku bukan anak orang kaya ataupun anak pejabat. Bagaimana ini? Aku harus menghubungi Mia. Begitulah pikir Hana. Ia mengambil handphone dan kemudian memejamkan mata. Lowbat. Mau dibawa kemana ini? Dalam hatinya bertanya-tanya. Mereka kelihatan bukan orang jahat. Tapi untuk apa menculiknya seperti ini?


Sementara itu, di mall……….


“Hana, gila aku cari kemana-mana tau…” ucap Mia dengan nafas terengah-engah seakan daritadi ia berlarian mencari Hana. “ Handphone kamu mati ya? Aku barusan di telepon kak Leo. Orangtua kamu hari ini kan pulang. Kak Leo minta kamu cepet pulang.”


“aduh, Hana,,,gak ada waktu buat bercanda deh. Ayo kita buruan pulang. Eh, kamu pakai seragam siapa itu?” tanya Mia yang baru saja sadar seragam yang dipakai Shana berbeda dengan miliknya. Padahal mereka satu sekolah. “ah,,sudahlah. Ayo pulang, Han!!”


“eh,,,tunggu….” Teriak Shana yang mencoba menghentikan Mia tapi tak berhasil. Mia tetap menarik tangannya dan mengajak Shana pulang.


******************

__ADS_1


Tubuh berdiri terpaku dengan wajah tak percaya. Seolah ia sedang menghadap pada sebuah cermin. Matanya tak berkedip untuk beberapa saat. “Bagaimana mungkin?” Ucap Hana dalam hati seolah tak percaya pada apa yang ia lihat saat ini. Sebuah foto menempel di dinding dengan ukuran 4R menunjukan seorang cewek sedang memeluk boneka panda. Ia seperti melihat dirinya yang ada dalam foto itu. Tak hanya satu foto, beberapa foto semakin menguatkan kalau cewek di foto itu adalah dirinya.


Hana masih terpukau di dalam kamar Shana. Luas kamar Shana 3x luas kamarnya. Hana masih berkeliling melihat-lihat kamar Shana. Matanya tertuju pada satu foto yang menampakan wajah cewek yang tadi menyeretnya sampai kesini. Dalam foto itu ada 2 cewek dan 2 cowok. Hana mengambil foto itu dan membaliknya. \= Hiroki – Shana – Cleanne – Misaki\= begitulah tulisan yang tertulis di balik foto itu.


“Jadi cewek yang tadi namanya Cleanne. Yang mirip aku namanya Shana.” Ucap Hana ngomong sendiri setelah tahu cewek yang mirip dengannya bernama Shana.


Di tengah keisengan Hana melihat-lihat isi kamar, tiba-tiba suara telepon berdering. Telepon yang ada di dalam kamar itu. Hana menoleh kanan dan kiri tapi ia hanya sendirian di kamar itu. Cleanne langsung pulang setelah mengantar Hana.


Dengan langkah ragu-ragu Hana berusaha menggapai telepon itu. Deringnya pun tak berhenti. Sampai akhirnya ia mengangkat telepon tersebut. Ia belum mengeluarkan suara apapun, tapi langsung ada suara cewek.


“siapa disitu?” tanya seorang cewek di seberang telepon.


Hana hanya bisa ketakutan karena ia bingung bagaimana menjawab pertanyaan itu. Masih tetap tak bersuara, Hana melanjutkan kembali mendengar suara cewek itu.


“apa yang kamu lakukan di kamarku? Heii…jawab aku.” Teriak cewek itu pada Hana. Sontak ia terkejut dan teringat foto yang tadi ia lihat.


“ini Shana ya? Syukurlah…aku tidak tahu gimana ini terjadi. Temanmu Cleanne tiba-tiba menyeretku ke rumahmu.” Ucap Hana berusaha menjelaskan semua yang terjadi.

__ADS_1


“temui aku di café kota. Sekarang !!” ucap Shana singkat dan langsung menutup telepon.


“Halo, Sha? Jangan ditutup dulu….” Ucap Hana yang merasa belum selesai bicara tapi tak ada gunanya. Telepon sudah ditutup.


__ADS_2