
Pagi yang tenang pula bagi Shana. ia masih melamun di jam istirahat siang.
“Hai, Haaaannnnn……….” Kata-katanya terhenti ketika melihat Shana dari dekat. “ternyata kau, Shana.”
“apa-apaan itu? Kenapa langsung tak bersemangat? Kau tak merindukanku?” ucap Shana yang langsung sewot setelah melihat perubahan ekspresi Cleanne.
“aku merindukanmu. Tapi aku masih baru sebentar mengenal Hana. Kenapa kau meminta tukar posisi lagi?”
“aku membuat masalah untuk Hana.” Jawab Shana.
“masalah apa? Apa segitu rumitnya?”
“kali ini harus Hana yang mengambil keputusan. Aku sudah mengacak-acak jalan hidupnya.” Jawab Shana singkat. Pandangannya lurus menerawang.
“semoga saja dia tak apa-apa. Padahal dia anak yang baik dan ramah. Sangat berbeda dengan orang disebelahku ini.” Cleanne melirik Shana.
Shana mengerutkan dahinya. “siapa yang kau maksud? Eh… tadi darimana kamu tahu kalau ini aku, bukan Hana?”
__ADS_1
“oohh…itu. Aura kalian beda. Memang sekilas kalian sangat mirip. Tapi aura Hana terlihat lebih bercahaya dan lembut.”
“jadi maksudmu auraku terlihat gelap dan suram, gitu?”
“aku gak ngomong gitu hlo ya. Ahahahaha”
“eh…Shana.” ucap Tadashi yang tiba-tiba datang. “nanti malam, mau dinner denganku gak?” ajak Tadashi tanpa pikir panjang. Entah apa yang membuatnya nekat seperti itu.
“apa? Dinner? Berdua aja? Gak mungkin lah. Ngapain juga aku harus dinner berdua sama kamu.” Jawab Shana ketus.
Cleanne hanya diam sambil menatap Shana. dalam hatinya berkata “kalau seandainya saat ini yang ada disini adalah Hana, pasti bakal mau diajak dinner. Timing anda kurang tepat, gan.”
“memangnya kita siapa? Cuma teman, kan? Apa perlu seorang teman dinner berdua?”
“tapi kau kan dulu menerima perasaanku, Sha. apa kau lupa?”
“waktu itu aku sedang galau. Saat seperti itu, kamu datang. Aku hanya menganggapmu sebagai pengganti Hiroki.” Jelas Shana cuek. “tidak lebih.”
__ADS_1
Wajah Tadashi berubah pucat. Jelas sekali ada rasa kecewa muncul dalam hatinya. Selama ini ia berusaha sabar terhadap Shana. selalu berusaha ada disamping Shana walaupun sedikitpun tak dianggap. Tadashi kembali teringat perkataan Arisa. Memang tak ada sedikitpun yang salah pada perkataan itu, tapi ia terus saja mengelak kenyataaan . Tadashi hanya terdiam. Kenapa ia masih terus berusaha disamping Shana? untuk apa ia bertahan? Tadashi pun bergumam dalam hati, “Maafkan aku, Hiroki.”
“Shana, apapun alasanmu, bagiku, hari itu adalah saat terindah. Wanita yang kucintai menerima perasaanku. Aku bahkan tak bisa melupakannya. Jika memang awalnya kau hanya menganggapku pengganti Hiroki, aku bisa memahaminya. Tapi setelah semua ini, kau masih belum bisa menerimaku…. Aku tak punya pilihan lain selain mengakhirinya.”
Shana terkejut.
“walaupun kau tak peduli, tapi bagiku hubungan kita masih berjalan sampai detik ini.” Tadashi mengambil nafas panjang kemudian melanjutkan ucapannya. “Karena mulai detik ini, aku tak akan lagi peduli padamu. Terima kasih untuk semua yang kau beri padaku. Meski hanya hal yang menyakitkan, itu sangat berharga untukku.”
“eh… Tadashi tenang dulu. Kamu tak harus mengucapkan kata-kata itu, kan? Shana hanya sedang tak mood hari ini.” Ucap Cleanne berusaha menahan Tadashi untuk tetap bertahan di samping Shana.
Bagi Cleanne hanya Tadashi seorang yang bisa menggantikan posisi Hiroki di hati Shana. itu sebabnya Cleanne memberi dukungan penuh pada Tadashi. Namun, jika Tadashi tak ingin peduli pada Shana lagi, apa yang mungkin akan terjadi pada Shana. Melihat Shana yang hanya diam tak merespon apapun, Cleanne akhirnya ikut campur diantara mereka.
“hari ini Shana sedang ada masalah bulanan. Kau tahu, kan? Mood dia hari ini sedang jelek. Tolong jangan diambil hati. Biar aku yang bicara padanya.” Bujuk Cleanne berusaha menjaga keadaan saat ini.
“enggak, Cleanne. Dulu aku memang berjanji padamu untuk menjaga Shana. Aku juga tahu jika kamu sangat mendukungku. Tapi, kali ini cukup. Mungkin bukan aku yang sanggup menjaga Shana.” jelas Tadashi sambil tetap menatap Shana yang saat ini mengalihkan pandangannya.
Shana terlihat tak peduli sedikitpun terhadap Tadashi. Hari ini memang moodnya sedang tak bersahabat. Masalah Hana belum ada kabar sama sekali, ditambah Tadashi membuat keributan disini. Karena merasa risih dengan situasi yang ada, Shana segera berdiri dan menatap balik Tadashi.
__ADS_1
“aku tak akan memintamu untuk bertahan. Jika kau ingin mengakhiri, silakan saja !!” ucap Shana tetap dingin dan kemudian pergi meninggalkan Tadashi dan Cleanne.
Cleanne hanya bisa menepuk jidatnya. Tadashi terdiam menatap Shana yang meninggalkannya.