Queen VS Princess

Queen VS Princess
Firasat


__ADS_3

“Hana dimana?” tanya Shana saat pertama kali berhasil membuka matanya. Tubuhnya masih terlihat sangat lemah. Shana masih belum bisa banyak bergerak akibat operasi hari itu.


Shana menoleh ke sampingnya dan mendapati Hana masih dalam kondisi belum sadarkan diri. Ekspresi murung terpancar di raut wajahnya.


“perkembangan kondisinya semakin membaik. Ini semua berkat bantuan ginjal yang kau berikan padanya.” Ucap Ibu sambil tersenyum pada Shana. “terima kasih telah menyelamatkan Hana.”


Perasaan aneh menyelimuti Shana. seolah akan terjadi sesuatu padanya. Wajahnya masih pucat. Merasa sedikit lelah padahal ia baru saja bangun. Dokter yang menangani Shana segera datang dan memeriksa kondisi Shana. beban seolah terangkat satu tingkat. Shana telah sadar dan kini hanya menunggu terbangunnya Hana.


“hei, Hana. Mau sampai kapan kau tertidur? Ayolah. Semua sudah menunggumu. Semua mencemaskanmu. Aku juga ingin melihatmu lagi untuk terakhir kalinya, mungkin.” Ucap Shana pelan sambil sedikit melamun.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seseorang masuk ke kamar si kembar. Rupanya itu Leo. Ia datang membawa beberapa makanan untuk Shana.


“kupikir kau sudah tidur.” ucap Leo pada Shana.


“aku tak bisa tidur.” jawab Shana santai. “Kak Leo, bisa aku bicara sebentar?”

__ADS_1


Leo segera mendekat pada tempat tidur Shana. ia melihat tangan mungil Shana yang terlihat semakin kurus walaupun saat ini ia sudah sadarkan diri. “kau ingin bicara apa?”


“maafkan aku sudah membuatmu dan semuanya kerepotan. Seandainya aku tak pernah mengajak Hana pergi keluar, pasti hal ini takkan pernah terjadi.”


Leo hanya terdiam. “kau tak perlu menyalahkan dirimu seperti ini. Kau sudah lakukan hal besar untuk menyelamatkan Hana. Tak ada satupun yang menyalahkanmu atas semua ini. Ayah dan Ibu bersyukur kalian tetap selamat. Mungkin kalian punya nyawa kucing. Bisa selamat dalam kecelakaan tragis itu.”


“jangan bercanda sama maut, deh !!”


Wajah Shana mulai cemberut. Tapi ia berusaha melanjutkan kata-katanya. “terima kasih untuk semua yang kau lakukan untukku maupun Hana. Kau ingat saat kau menyerang Hana?”


Leo terkejut saat tahu bahwa Shana mengetahui hal yang membuat Leo malu. “dari mana kau tahu? Pasti Hana cerita padamu.”


Wajah Leo langsung memerah. Ia tak tahu harus bicara apa. Semua terlalu membingungkan baginya.


“hei, berjanjilah padaku. Jika….terjadi sesuatu padaku, aku meninggalkan beberapa barang di laci. Bisakah aku menitipkannya padamu?”

__ADS_1


“apa maksudmu? Kau tak akan kemana-mana, kan?”


“tolong, donorkan kornea mataku pada Hana jika terjadi sesuatu padaku.”


Leo terkejut mendengar kata-kata Shana. matanya terbelalak mendengar ucapan Shana yang hampir mustahil. “kau sadar kan mengucapkan itu? Donor kornea hanya bisa dilakukan orang yang sudah tak bernyawa. Dengan kata lain, nyawa taruhannya.”


“aku mengerti. Justru karena itu aku minta tolong padamu. Ayah, Ibu, Tadashi, kak Rhena dan Cleanne pasti akan sangat menentang permintaanku ini. Aku hanya berharap padamu.”


“jadi maksudmu aku tak akan menentang keputusanmu ini?”


Shana hanya menunduk. Ia sangat paham bahwa tak mungkin ada yang sepakat dengan keputusannya kali ini. Bahkan untuk sebuah konsekuensi pertaruhan nyawa. Namun, entah kenapa ia sangat yakin dengan keputusan besar yang ia ambil.


“kenapa?”


Shana kembali menatap Leo. Ia bisa melihat raut wajah khawatir terpancar jelas. “Hana berhak untuk bahagia. Bukankah selama ini ia sudah sangat menderita? Terutama semenjak kehadiranku. Aku seolah mengusik ketenangan kehidupannya. Aku ingin dia merasakan kebahagiaan dengan keluarga barunya. Lagipula aku yakin Hiroki takkan memarahiku tentang keputusan ini.”

__ADS_1


Leo sangat mengerti seperti apa perasaan Shana saat ini. Tapi ia tak bisa membayangkan seperti apa reaksi orang-orang saat tahu jika Shana mengorbankan dirinya untuk Hana. Terutama Tadashi. laki-laki itu pasti akan mengamuk jika mendengar hal ini. “jika memang ini sudah keputusanmu, aku tak bisa berkata apapun. Aku hanya bisa mengatakan terima kasih telah menyelamatkan orang yang paling berharga untukku.”


Shana tersenyum. “Hana pasti akan baik-baik saja.”


__ADS_2