Queen VS Princess

Queen VS Princess
Kecelakaan


__ADS_3

“aku tak menyangka kamu bisa menyetir mobil, Sha. selama ini kamu selalu diantar sopir.” Tanya Hana saat masuk ke dalam mobil Shana.


Shana tersenyum. “aku hanya malas mengemudi sendiri. Biasanya kalau lagi pengen pergi sendiri saja aku menyetir.” Jawab Shana santai sambil mengemudikan mobil pribadinya. “bagaimana sekolahmu? Semua lancar? Maaf, ya. Tadi pagi aku harus buru\-buru pulang karena aku lupa bawa seragam.”


“tak apa, Sha. aku saja yang tak bisa bangun pagi. Tahu\-tahu kamu sudah tak ada di kamar. Apa Tadashi tahu kalau kamu akan pergi mengemudi sendiri seperti ini?”


“tidak lah. Dia pasti akan bertanya jika tahu aku bawa mobil sendiri. Dia itu orang yang paling tahu kebiasaanku. Oh iya, jangan bilang Tadashi ya kalau kita pergi mencari kado untuknya.”


“tentu saja. Leo juga tidak tahu kok.”


Di sebuah persimpangan dimana rambu lalu lintas menunjukkan tanda diperbolehkan berjalan, Shana tetap melaju sesuai tanda rambu. Di sebelah kiri terdapat sebuah container besar yang melawan arus berjalan dengan kecepatan yang sangat cepat menghantam bagian mobil sebelah kiri, disebelah Hana duduk. Mobil Shana terlempar jauh dari jalanan bahkan sampai terbalik. Suasana di jalan langsung ramai. Banyak kendaraan yang terhenti akibat kecelakaan ini.


***********


Gelap. Semuanya hitam pekat.

__ADS_1


Apa yang terjadi? kenapa semua lampu dimatikan? Apa ada pesta? Tidak…ini terlalu gelap. Tubuh ini terlalu sakit untuk bergerak. Aku bahkan tak bisa merasakan diriku sendiri. Aku sedang pergi ke suatu tempat, tapi setelah itu apa yang terjadi? tempat yang gelap. Dimana aku? Aku tak bisa mengingat apapun.


Dimana ini? Aku terkapar di jalanan. Mengapa semua orang menatapku? Pandangan apa itu? Aku melihat rasa kasihan dan iba tersirat dalam matanya. Ada apa ini? Kenapa banyak darah di sekitarku? Aku tak bisa menggerakkan tanganku. Apa yang terjadi? Hana…..kenapa Hana ada disana? Kenapa berlumuran darah? Siapapun tolong……. !!! Bahkan suaraku tak ingin keluar. Semuanya semakin gelap. Kepalaku semakin berat.


“………na !!!!”


Siapa? Suara siapa itu? Kenapa tidak jelas?


“……………..na !!!! bertahanlah !!!!!”


“Shana, bertahanlah !!!!” ucap Tadashi sambil berlarian bersama para suster dan dokter yang akan segera membawanya ke ruang operasi.


Shana sempat sadar sebelum memasuki ruang operasi. Melihat wajah Tadashi yang sangat ketakutan membuat Shana tak tega dan ingin memeluknya. Tapi apa daya, bergerak pun serasa tak mampu. Kemudian ia kembali memejamkan matanya.


Hana sudah lebih dulu masuk ruang operasi. Tadashi sudah menghubungi pihak keluarga untuk segera ke rumah sakit. Jantung Tadashi sempat berhenti berdetak saat ada yang menghubungi bahwa mobil Shana terhempas truk container. Segera ia menghubungi semua dokter dan suster terbaik di rumah sakit itu, menyiapkan obat-obatan dan peralatan medis terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit terbesar di Jepang.

__ADS_1


Cleanne dan Misaki datang ke rumah sakit bersama Ayah, Ibu dan Leo. Raut wajah mereka tak kalah khawatir dengan raut wajah Tadashi. Ayah langsung menanyakan kondisi dari kedua putrinya itu. Tak mampu menjawab apapun, Tadashi hanya bisa menunduk.


“keduanya sedang menjalani operasi. Mereka sudah ditangani dokter terbaik di rumah sakit ini. Kondisi terakhir sebelum memasuki ruang operasi, Shana sempat sadar beberapa menit lalu kemudian pingsan lagi. Sedangkan Hana belum sadar sama sekali sejak berada di TKP. Aku berharap semua baik-baik saja.”


Ayah, Ibu, Leo, Cleanne dan Misaki semuanya menangis karena keadaan ini. Tak terkecuali Tadashi. ia hampir tak bisa berkata apa-apa saat mengetahui kondisi Shana saat tiba di rumah sakit. Bagaimana mungkin semua ini terjadi? kenapa harus ada container yang melawan arus melewati jalanan itu? Kenapa Shana harus mengemudi sendiri? Tak biasanya ia seperti itu. Menyalahkan tak akan mengembalikan keadaan seperti semula. Tadashi sudah menyerahkan segala urusan hukum pada sahabatnya.


Ayah berdiri meraih ponsel yang ada di saku celananya. Sepertinya hendak menelepon seseorang. Tangisan Cleanne semakin menjadi sejak sampai di rumah sakit.


“hai, Ayaaaahhhh…. Ada apa? Apa semua baik-baik saja?” ucap Rhena di seberang telepon. Rupanya Ayah menelepon Rhena.


“ada kabar buruk Rhena. Shana dan Hana mengalami kecelakaan. Sekarang sedang menjalani operasi dan kondisinya kritis. Ayah tidak tahu harus berbuat apa.” Ucap Ayah sambil menangis.


“Apaaaa??!!! Ayah tenang, ya. Aku akan pulang dengan penerbangan tercepat sekarang juga. Apa mereka di rumah sakit Tadashi?”


“ya. Mereka di rumah sakit milik Tadashi.”

__ADS_1


Sambungan diputus. Ayah kembali duduk sambil menangis. Banyak doa dan harapan berputar di sekeliling mereka. Suasana hening dan hanya terdengar tangisan. Satu jam berlalu terasa sangat lama bagi seseorang dalam keadaaan menunggu sesuatu.


__ADS_2