Queen VS Princess

Queen VS Princess
Tangisan & harapan


__ADS_3


Lima jam sudah berlalu. Operasi yang dilakukan pada Shana sudah selesai. Namun, sampai saat ini belum ada tanda\-tanda akan siuman. Kondisi Shana pun belum bisa dikatakan terlepas dari masa kritis. Beberapa bagian tubuhnya seperti tangan dan pergelangan kaki mengalami keretakan tulang. Shana mengalami banyak pendarahan. Namun, hal itu bisa diatasi karena tersedianya stok darah. Persiapan yang dilakukan Tadashi sebelum Shana dan Hana sampai di rumah sakit sangat banyak membantu. Tadashi sudah melakukan semua yang terbaik. Kini hanya tinggal menunggu sampai Shana sadar dan baru bisa dikatakan melewati masa kritis. Tubuh Shana segera dipindahkan ke ruang perawatan. Raut wajah Ibu dan Ayah masih terlihat sangat cemas.


Ibu, Cleanne dan Misaki segera menemani Shana di ruang perawatan. Menyiapkan segala keperluan apabila nanti Shana bisa sadarkan diri. Tadashi sudah menyiapkan satu kamar VIP yang cukup besar dengan 2 tempat tidur. rencananya tempat tidur yang lain akan digunakan oleh Hana jika selesai operasi nantinya. Ayah, dan Leo masih berjaga di depan ruang operasi. Mendoakan keselamatan untuk Hana.


Setelah dua jam berlalu, operasi yang dijalankan Hana akhirnya selesai. Namun, kondisinya tak jauh berbeda dengan Shana. Hana masih dalam keadaan pingsan. Setelah tubuhnya dipindahkan ke kamar VIP yang sudah disiapkan, semuanya berkumpul di dalam kamar untuk menunggu sebuah keajaiban. Saat ini sudah masuk tengah malam.

__ADS_1


Mereka saling bergantian dalam berjaga. Tadashi menggenggam tangan Shana sepanjang malam. Ia teringat hasil CT Scan yang ditunjukkan padanya sore tadi saat Shana selesai dioperasi. Wajah tadashi pucat saat melihat hasil rontgen milik Shana. bahkan sampai saat ini, ia tak sanggup memberitahu Ayah dan Ibu tentang hasil CT Scan milik Shana.


Luka yang dialami Hana memang lebih parah dari Shana dalam segi fisik. Selain tulang leher yang patah, kedua mata Hana juga mengalami pendarahan karena pecahan kaca mobil. Leo hanya mampu menangis saat melihat Hana terbaring tak berdaya seperti ini. Tak tahu apa yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan orang yang dicintainya.


Cleanne dan Misaki juga menginap di rumah sakit saat itu. Saat ini mereka semua sedang tertidur. Demikian juga Ayah dan Ibu yang sudah terlelap karena capek menangis seharian. Tak ada yang tahu kapan mereka akan sadar. Satu\-satunya cara adalah menjaganya secara bergantian. Belum ada kabar tentang kondisi secara menyeluruh dari tubuh Hana. Tadashi hanya berharap tak lagi ada yang perlu ditakutkan. Hanya perlu menunggu sampai Hana dan Shana sadar kembali untuk melihat perkembangannya.


Pagi pun tiba. Rhena baru saja sampai dan langsung menuju rumah sakit tempat kedua adiknya dirawat. Setelah hasil CT Scan dari Shana dan Hana muncul, Tadashi segera mengumpulkan Ayah, Ibu, Leo, Rhena, Misaki dan Cleanne dalam suatu ruangan untuk menjelaskan keadaan lebih rinci dari Shana dan Hana saat ini. Wajah takut dan khawatir terpancar dalam wajah mereka. Tadashi sendiri berusaha kuat untuk menyampaikan hal ini pada yang lain.

__ADS_1


Rasa khawatir mulai tampak dari raut wajah mereka. Tangisan mulai menetes dari mata Ibu. Tak ingin anaknya mengalami hal menakutkan semacam itu.


“baiklah. Selanjutnya adalah kondisi Shana. berdasar hasil CT Scan terlihat tangan dan pergelangan kaki Shana mengalami keretakan dan mengalami pendarahan cukup hebat. Namun, semua itu sudah bisa ditangani. Organ dalamnya tak ada yang mengalami kerusakan kecuali satu. Disini terlihat pembuluh aorta milik Shana mengalami sedikit pembengkakan akibat benturan di perutnya. Gejala ini disebut Aneurisma Aorta. Ini yang perlu dikhawatirkan. Karena bisa saja ini menyebabkan kematian.”


Ayah semakin cemas dengan penjelasan dari Tadashi. tangis Cleanne semakin pecah. Bahkan Rhena tak bisa percaya pada apa yang sudah menimpa kedua adiknya ini.


“bagaimana jika kita bawa mereka ke rumah sakit di luar negeri? Disana mungkin bisa membantu menyelamatkan Hana dan Shana.” ucap Rhena yang mulai khawatir pada keselamatan adiknya.

__ADS_1


“semua peralatan medis disini adalah yang terbaik dari berbagai dunia. Bahkan aku sudah mendatangkan kenalanku dari beberapa negara untuk ikut menangani operasi Shana dan Hana. Kita hanya bisa menunggu mereka sampai sadar baru bisa dilakukan tindakan selanjutnya.” Ucap Tadashi menjelaskan semua yang sudah ia lakukan untuk Shana dan Hana.


Suasana hening. Hanya doa dan harapan yang menghiasi ruangan itu saat ini.


__ADS_2