Queen VS Princess

Queen VS Princess
SHANA


__ADS_3

“cepetan donk!!! Lama banget,sih?? Aku udah telaaat.!!” Teriak Shana pada sopirnya. Shana sudah berada di dalam mobilnya dan berteriak-teriak seperti biasanya.


“maaf nona. Iya, berangkat sekarang.” Ucap pria separuh baya yang sudah melayani keluarga Kozuki selama lima belas tahun sambil menunduk dan langsung masuk ke dalam mobil mewah.


Perjalanan pagi ini sepertinya akan sedikit memakan waktu. Shana paling gak suka kalau sampai terlambat ke sekolah. Dengan wajah sebal ia mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil. Langit pagi ini terlihat sangat cerah. Mungkin akan lebih baik jika ia tiduran di sebuah taman sambil mendengarkan musik kesayangan. Suasana kota di hari senin memang yang paling padat. Hari ini, lagi-lagi Shana akan melewatinya tanpa kedua orangtuanya. Bahkan mungkin hampir setiap hari ia melewati harinya seorang diri di rumah. Fiuuhhh….Shana pun menghela nafas panjang, seakan ingin bertanya kapan ia akan mengakhiri hari-harinya seorang diri seperti ini.

__ADS_1


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, sampailah Shana di sekolahnya. Sekolah dengan bangunan pagar tinggi menjulang di depan seolah menyambut para siswa-siswi dari kalangan elit. Untuk sampai ke bangunan sekolah membutuhkan berjalan kaki sepanjang 500 meter. Sepanjang jalan tersebut terdapat taman yang hijau dan luas di samping kanan dan kiri jalan. Bangunan sekolah ini memiliki 5 lantai . Di lantai paling atas ada kolam renang untuk pelajaran berenang. Ada studio musik dan panggung teater di lantai dasar. Juga ada auditorium serta lapangan basket in door. Ruang kelas dimulai dari lantai 2 untuk kelas 1. Lantai 3 untuk kelas 2, dan lantai 4 untuk kelas 3. Hampir sebagian besar murid yang bersekolah disini berasal dari kalangan konglomerat, anak pejabat, anak pengusaha, anak artis, dan juga anak dari keluarga terpandang lainnya.


“Sha, kamu terlambat lagi? Apa perlu aku jemput besok, biar gak terlambat lagi?” ucap Tadashi menawarkan pada Shana. ia buru-buru menghampiri saat melihat Shana turun dari mobilnya.


“Shaaaaa…..” ucap Cleanne sambil memeluk Shana. Wajahnya yang putih mulus memang keturunan dari ibunya yang berdarah korea. Sedangkan ayahnya berdarah Swiss. Tubuhnya yang tinggi semampai membuatnya saat ini hanyut dalam dunia modeling. Cleanne kemudian melirik Tadashi yang berdiri mengejar Shana. Cleanne pun memberi kode seolah ia mengatakan “tak apa. Serahkan padaku.”

__ADS_1


Saat tahu kode itu Tadashi langsung berbalik dan meninggalkan mereka berdua. Bukan berarti Cleanne ingin menjauhkan Shana dengan Tadashi, tapi ini lebih baik daripada Tadashi terus mengejar Shana. jika dibiarkan Shana bisa ngomel panjang kali lebar kali tinggi.


“hari ini nginap di rumahku lagi, ya? Temenin aku.” Rengek Shana pada Cleanne. Bisa dibilang hampir setiap hari Cleanne menginap di rumah Shana. Kecuali kalau dia ada jadwal pemotretan, Cleanne lebih memilih tidur di rumah.


“oke. Aku juga gak ada jadwal pemotretan.” Jawab Cleanne sambil meringis. Dia sangat tahu betul kalau orangtua Shana saat ini sedang mengurusi bisnisnya di Eropa. Pasti Shana sangat kesepian.

__ADS_1


__ADS_2