
Cleanne daritadi sibuk mencoba make up yang baru dibeli di mall langganannya. Seorang model memang sudah seharusnya selalu menjaga penampilan, bukan? Perawatan pun gak cuma wajah, tapi juga seluruh tubuh. Meskipun begitu, Cleanne tak perlu terlalu repot melakukan perawatan ribet kesana kemari. Tubuh fisiknya sudah mendukung pekerjaannya sebagai model. Seolah seperti sudah dilahirkan sebagai seorang model.
Sedangkan Shana Kozuki sedang asyik berselancar di dunia maya. Hobinya adalah shopping. Gak heran kalau dia selalu up to date barang-barang yang lagi hits di kalangan online shop. Koleksinya gak cuma satu macam, ada tas branded dengan harga yang luar biasa, sepatu keren yang hanya ada di luar negeri, jaket empat musim dengan harga yang fantastis, baju-baju mewah kelas dunia pun dia punya. Bergelimangan harta tapi kurang kasih sayang. Klise sekali.
“Sha, aku pinjam wig kamu yang warna merah itu ya…yang kamu beli pas di Paris itu hlo.” Ucap Cleanne yang sudah selesai merias diri. Bukan make up yang menor dan tebal, tapi justru sangat simple dan soft. Tapi tetap cantik. Namanya juga udah ditakdirkan cantik.
__ADS_1
“ambil aja di lemari, Cleanne.” Jawab Shana tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari laptopnya.
Ditengah kebingungan Cleanne memilih wig yang cocok, ia melihat ada kertas yang menyelip keluar dari laci yang ada di dalam lemari. Rasa penasaran pun seketika langsung muncul dalam benaknya. Kertas apa ya? Dibuka gak ya? Serasa ada setan yang mendorong tangannya mengambil kertas itu. Di sisi lain ada malaikat yang menahan tangannya dan memilih mengambil wig yang ia inginkan saja. Perdebatan pun berlangsung sengit. Siapakah yang menjadi juara diantara mereka?
“Sha, kenapa kamu segitunya membenci Tadashi?” Tanya Cleanne yang langsung menghampiri Shana dan duduk disebelahnya. Mungkin foto yang barusan ia lihat tadi membuatnya ingin sekali menanyakan hal ini dari dulu.
__ADS_1
Shana langsung menghentikan sejenak kegiatan belanja di internet yang saat ini dia lakukan. Ia menatap balik Cleanne yang sudah menatapnya lebih dulu. “aku tidak membencinya. Tapi aku juga tidak mencintainya.” Jelas Shana santai. Kemudian ia kembali menatap laptop.
“tapi kamu terus menghindarinya, Sha. Kenapa gak minta putus aja? Kasian Tadashi…” ucap Cleanne dengan wajah memelas. Ia paham benar kondisi sahabatnya ini. Tapi ia juga paham kondisi Tadashi. Karena ia berada di tengah-tengah mereka.
“Cleanne yang cantik, aku udah berkali-kali minta putus sama Tadashi. Tapi dia selalu gak mau. Dia bilang kalau ini adalah kewajibannya menjagaku. Dia diberi amanah oleh seseorang. Dan waktu aku tanya siapa orangnya, selalu saja dia menghindar.” Jelas Shana panjang lebar sambil menirukan gaya Tadashi. Cleanne tertawa ketika melihat Shana meniru gaya Tadashi yang seperti orang bijak. Shana dan Cleanne sama-sama merasa bahwa ada yang disembunyikan oleh Tadashi. Tapi setiap kali ada kesempatan menanyakan hal itu, jawaban Tadashi selalu berbelit.
__ADS_1