
[Nona Queena ke toko obat membeli multivitamin dan sesuatu yang ia sembunyikan ke dalam tas, Tuan Ley]
Brachon mengernyit setelah menerima laporan dari pengawalnya tentang barang apa saja yang dibeli oleh Queena di mall. Sejujurnya Brachon masoh belum sepenuhnya percaya dengan janji Queena yang katanya tak akan lagi menemui Barley dan Bagus. Makanya Brachon memonta pengawalmya melaporkan apa saja barang yang dibeli oleh Queena. Jika sampai wanita itu membeli susu atau kebutuhan anak-anak, berarti jelas sudah jika Queena berbohong.
[Benda apa yang disembunyikan Queen? Cepat cari tahu!] -Brachon-
Brachon sedikit geregetan saat menulis pesan balasan untuk dua pengawalnya.
[Sekilas mirip testpack, Tuan]
Brachon termangu sesaat setelah membaca pesan dari pengawalnya.
Testpack?
Kenapa Queena membeli testpack?
Apa wanita itu akhirnya sadar kalau yang selama ini ia minum bukanlah pil kontrasepsi?
Ini memang sudah hampir sebulan sejak Brachon melakukan tes kehamilan terakhir pada Queena. Mungkin wanita itu memang sudah mengandung anak Brachon sekarang!
Bukankah itu sebuah kabar yang bagus?
"Queen membuat masalah lagi?" Pertanyaan Vincent menyentak lamunan Brachon. Pria itu langsung mendengus.
"Dia sudah jadi Queen yang penurut sekarang!" Jawab Brachon pamer.
"Bagus kalau begitu!" Vincent menyodorkan beberapa berkas yang harus ditandatangani Brachon.
"Pemindahan aset milik tua bangka itu sudah selesai?" Tanya Brachon setelah membaca sekilas berkas yang disodorkan oleh Vincent.
"Ya! Semuanya sudah menjadi milikmu sekarang!"
__ADS_1
"Tua bangka itu sekarang sudah jatuh miskin dan dia tak lagi punya kuasa untuk menjatuhkan dirimu."
"Rahasiamu aman selamanya!" Jawab Vincent panjang lebar yang langsing membuat Brachon tersenyum puas.
Bahkan semua hal baik sedang menghampiri Brachon sekarang!
Dunia benar-benar sedang berpihak pada Brachon!
"Aku akan pulang sekarang!" Ujar Brachon selanjutnya setelah pria itu selesai menandatangani semua berkas. Pria itu langsung bangkit dari duduknya dan ekspresi wajahnya sedikit lain dari biasanya, hingga sukses membuat Vincent mengernyit penasaran.
"Apa ada hal yang membuatmu terlohat begitu bahagia?" Tanya Vincent penasaran.
"Ya!" Jawab Brachon singkat.
"Kau mau menceritakannya padaku?" Tanya Vincent lagi yang hanya dijawab Brachon dengan tatapan aneh. Brachon tak menjawab sepatah katapun dan pria itu langsung mengayunkan langkah ke arah pintu,lalu keluar dari ruang kerjanya, meninggalkan Vincent yang kini semakin penasaran.
****
"Hai, Brach! Kau sudah pulang?" Tanya Queena sedikit salah tingkah.
"Kau sedang ada janji dengan seseorang?" Tuding Brachon menatap penuh curiga pada Queena.
"Sebenarnya aku sedang menunggu maid yang tadi aku suruh membelikan rujak di luar." Jawab Queena seraya berbalik dan meninggalkan Brachon yang langsung menipiskan bibirnya. Brachon langsung menyusul Queena dan dengan memeluk wanita itu dari belakang.
"Kau mau memberitahu sesuatu padaku?" Tanya Brachon memancing. Pria itu sudah mencerukkan wajahnya di leher Queena, lalu menciumi wanita di pelukannya tersebut.
"Memberitahu apa?" Tanya Queena pura-pura tak paham. Brachon seketika langsung membalik tubuh Queena lalu merengkuh kedua pundak wanita itu.
"Apa? Aku benar-benar tsk mengerti maksudmu, Brach!" Ujar Queena lagi tetap berekspresi tak mengerti.
"Kau membeli apa tadi di toko obat?" Tanya Brachon penuh selidik.
__ADS_1
"Hanya multivitamin." Jawab Queena cepat.
"Tidak! Kau membeli barang lain!" Brachon menatap tegas oada Queena seolah minta penjelasan.
"Tidak ada!" Kilah Queena cepat.
"Aku hanya membeli multivitamin tadi," lanjut Queena lagi dengan raut yakin.
"Baiklah jika kau ingin bermain rahasia-"
"Apa maksudmu? Aku tak merahasiakan apapun!" Sanggah Queena memotong kalimat Brachon.
"Kau yakin?" Tatapan mata Brachon tiba-tiba sudah tertumbuk pada tas Queena di atas sofa. Pria itu dengan cepat mengambil tas Queena, lalu membalik benda tersebut untuk mengeluarkan semua isi di dalamnya.
Dua buah testpack refleks meluncur keluar bersama barang lain. Satu kemasan masih utuh dan satu lagi sudah terbuka. Brachon segera mengambil testpack yang kemasannya sudah terbuka dan Queena langsung terlihat salah tingkah.
"Brach!" Queena bergegas mencegah Brachon yang hendak mengeluarkan testpack tadi dari kemasannya,namun terlambat.
Brachon terlanjur melihat dua garis merah di atas testpack tersebut lalu menunjukkannya pada Queena seraya tersenyum lebar.
"Kau hamil?" Ujar Brachon yang entah sedang bertanya atau hanya memastikan saja.
"Kau menipuku soal pil kontrasepsi itu!" Jawab Queena pura-pura marah dan Brachon hanya tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya pria itu memeluk Queena dengan erat.
Dan Queena bisa merasakan pelukan Brachon kali ini sedikit berbeda. Apa itu artinya....
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.