Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 49


__ADS_3

Anita nampak menggelengkan kepalanya, Ia tak percaya akan ucapan sang anak.


"Tidak mungkin, Mama lihat sendiri mayatnya sudah hangus terbakar." Jawabnya.


Marcell tersenyum ketir. "Ternyata Amelia tak sepolos yang kita bayangkan! Dia dengan jelas telah membohongi kita semua." Ucap Marcell.


"Amelia tidak mungkin seperti itu! Dia gadis yang baik."


"Semua ini bisa dia lakukan Kate sakit hati, dan dia dengan sengaja mengguncang hati dan perasaanku." Teriak Marcell kesal.


Anita merenung. "Semua ini bukanlah salahnya, Ia melakukan semua ini karena kamu telah mengambil bayinya. Tapi Mama harap, kamu bisa mengerti perasaan Amelia untuk saat itu." Jawabnya.


"Ma, kamu tahu betapa terpuruknya aku saat kehilangan Amelia karena rasa bersalah. Dan aku juga membuat Indira meninggal karena memikirkan Amelia. Sedangkan wanita itu tersenyum bahagia dan tak merasakan apa yang kurasakan." Jawab Marcell dengan begitu emosi.


Anita memeluk sang anak dan menenangkannya. "Sudahlah sayang, kamu jangan memikirkan semua itu. Semua sudah berlalu, jangan kamu pikir hanya kamu yang menderita dan seakan menjadi korban. Amelia pasti mengalami hal yang sama karena kehilangan bayinya setelah perjuangannya saat melahirkan." Tutur Anita.


"Iya, aku tahu itu! Dan aku tak menyangka wanita itu bisa membuatku seperti ini." Jawab Marcell dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Anita tersenyum. "Itu karena kamu sudah mulai mencintai Amelia. Dan Mama harap kamu bisa menjalani hidup baru dengannya."


Marcell menatap Anita. "Apa maksud Mama?" Tanya Marcell sambil mengerutkan keningnya.


"Mama ingin kamu menyatukan cinta kalian agar Ziana bisa bahagia dengan ibu kandungnya."


Marcell menggelengkan kepalanya. "Itu semua tidak mungkin, bagaimana jika Amelia mengetahui semuanya jika aku adalah lelaki bertopeng itu."


"Itu semua tidak mungkin, karena rahasia ini hanya kita berdua yang tahu. Lagi pula Indira sudah meninggal dan ini waktunya kamu move on dan menyatukan cinta kalian." Tutur Anita dengan meyakinkan.


"Bagaimana caranya?"


Marcell menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari Mamanya. Anita meneruskan rencananya kembali.


"Kamu bisa dengan mudah mendapatkan hatinya karena Amelia sudah memiliki perasaan terhadapmu sebelumnya." Tutur Anita kembali.


"Ya aku mengerti! Tapi..." Ucap Marcell terhenti.

__ADS_1


"Sudah tidak ada tapi, mungkin semua ini adalah takdir untuk kalian berdua. Mama tahu kamu mencintai Amelia dan Mama harap kamu bisa bahagia bersamanya." Tutur Anita sambil meninggalkan Marcell sendiri.


Marcell termenung sambil menggenggam tangannya dengan erat. "Meskipun aku memungkirinya tapi hati ini tetap tidak bisa di bohongi. Aku memang kecewa tapi rasa cintaku lebih dalam daripada kebencian ku." Batin Marcell.


Akhirnya Marcell merasa ada matahari yang menyinari pikiran dan hatinya.


"Amelia aku akan mengejar mu dengan identitas ku yang sebenarnya. Aku tidak rela jika kamu bahagia dengan lelaki lain. Hanya aku yang bisa memiliki hati dan tubuhmu." Ucap Marcell sambil tersenyum licik.


...


Amelia mendatangi dokter Farel dan langsung memeluknya. "Coba kamu tebak apa yang ku dapatkan!" Ucapnya bahagia.


Dokter Farel tersenyum dan membalas pelukan. "Apapun yang kamu dapatkan pasti itu adalah kebahagiaan untukmu!" Jawabnya.


Amelia melepaskan pelukannya. "Kamu tahu, sekarang aku sudah bekerja sama dengan perusahaan besar dan aku yakin bisnis ku akan lebih melesat." Jawab Amelia bahagia.


Dokter Farel mengelus pipi Amelia dengan lembut. "Aku bahagia mendengarnya, tapi bisakah kamu berada di sampingku setelah sukses nanti?" Tanya dokter Farel.

__ADS_1


"Tentu saja...! Karena kamu adalah sahabat yang tak pernah bisa di gantikan oleh lelaki mana pun."


__ADS_2