Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 89


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba, semua persiapan gedung, dekor dan juga catering sudah siap. Para tamu undangan berdatangan satu persatu. Mama Anita menyambut mereka dengan senyuman hangat.


sedangkan Rachel nampak masih bersiap, Ia sedang di rias oleh perias wajah ternama. Rachel sesekali menatap wajahnya di cermin, Ia nampak tak suka dan menyuruhnya untuk mengganti riasan.


"Mbak, tolong dong lebih bagus lagi. Masa wajah aku kelihatan tua!" Ucap Rachel yang tak puas.


Perias nampak kesal, karena ini sudah yang ke 5 kalinya Ia menghapus riasan.


"Ini sudah bagus mbak, kalau Mbak seperti ini terus pengantin prianya bisa-bisa kabur karena lama menunggu anda berdandan." Jawabnya.


Rachel nampak termenung, perkataan perias itu ada benarnya juga. Akhirnya Rachel diam dan perias meneruskannya kembali.


Perias nampak mendelikan matanya karena kesal dan tak suka melihat calon pengantin wanita yang ada di hadapannya.


"Aku sudah lama merias pengantin, baru kali ini aku menemukan pengantin yang rewel. Dan sepertinya aku mencium bau-bau pelakor." Batinnya yang mencibir.


Setelah sekian jam bergelut dengan riasan, akhirnya Rachel tersenyum puas. Ia buru-buru keluar dari ruangan dan menghampiri calon mertuanya.


"Tante...!" Sapanya.


Mama Anita menoleh. "Sayang, kamu cantik banget! Pasti Marcell akan terkesima melihat kecantikan mu ini." Tuturnya sambil tersenyum.


"Tante bisa saja!"

__ADS_1


"Jangan panggil Tante dong, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Marcell. Jadi panggil akan mama saja." Tuturnya bahagia.


Rachel tersenyum bahagia dan memeluknya. Akhirnya acara pun dimulai, dari kata sambutan sampai akhir. Dan tibalah saatnya ijab qobul, Rachel dan Marcel berjalan menuju pelaminan.


Rachel terlihat bahagia, hingga Ia menggandeng tangan Marcell dengan erat. Tapi di tengah perjalanan kakinya terasa berat dan lemas hingga Rachel pun terjatuh, Marcell byang tak menyadarinya nampak menggusur tubuh Rachel.


"Ahhh..." Teriak Rachel.


Marcell pura-pura terkejut dan langsung menghampiri Rachel.


"Rachel, sayang kamu kenapa?" Tanyanya cemas.


Semua tamu undangan nampak riuh, melihat pengantin wanita terkapar di karpet merah. Mama Anita langsung menghampiri dengan wajah panik.


"Rachel...!"


Marcell dan Mama Anita membantu Rachel untuk bangkit, mereka membopong tubuhnya agar bisa berjalan. Tapi sangat tubuh Rachel ambruk.


"Tolong panggil ambulans!" Teriak Mama Anita dengan panik.


Salah satu tamu undangan pun menelpon ambulans, Rachel hanya bisa menangis mendapati kakinya yang tak bisa berjalan.


"Tante, tolong nikahkan aku dulu dengan Marcell baru kita ke rumah sakit!" Pintanya sambil memohon.

__ADS_1


"Tidak kamu harus sembuh dulu, baru kita membicarakan tentang pernikahan." Jawab Mama Anita.


"Iya sayang, aku takut terjadi apa-apa sama kamu!" Tutur Marcell memasang wajah sedih.


Rachel hanya bisa menangis, Ia terus menggerutu di hatinya.


"Kenapa disaat penting seperti ini harus ada kejadian seperti ini? Ini mungkin hanya penyakit biasa, aku tidak rela jika kakiku tidak bisa berjalan." Gerutunya kesal.


Akhirnya ambulans pun tiba, Marcell segera membawa Rachel ke dalam ambulans. Ia dengan setia berada di samping Rachel dan menyaksikannya menangis.


Ada rasa puas di hati Marcell Kate pada akhirnya semua rencananya berjalan lancar. Keadaan Rachel yang lumpuh membuat Mama Anita sedikit menjauh, tidak ada rasa khawatir ataupun iba.


Sesampainya di rumah sakit, Rachel segera di tangani oleh dokter terbaik. Tapi sang dokter tak mendapatkan penyebabnya.


"Maaf Bu, sepertinya pasien akan lumpuh. Saya juga tidak tahu apa sebabnya, yang pasti semua tulang dan uratnya lemas dan saya tidak bisa berbuat apa-apa." Tutur sang dokter.


Marcell seketika memasang wajah sedih hingga menangis.


"Rachel, meskipun keadaan mu seperti itu aku akan tetap menikahi mu!" Tuturnya sambil menggenggam tangan Rachel.


Mama Anita yang mendengar semua itu nampak tak senang. Ia melepaskan genggaman tangan Marcell dan mengajaknya untuk pergi.


"Marcell ayo kita pulang, tidak ada untungnya kita menunggu orang cacat." Tuturnya pedas.

__ADS_1


"Tapi ma...!" Ucap Marcell terhenti.


"Tidak ada kata tapi, lebih baik Mama membawa Amelia kembali ke rumah. Dari pada mendapatkan menantu yang menyusahkan seumur hidup." Jawab Mama Anita sambil melenggang pergi.


__ADS_2