Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 85


__ADS_3

Rachel mengangguk bahagia, lain di bibir lain di hati. Setelah Mama Anita pergi, Rachel tersenyum bahagia dengan senyum liciknya.


"Semudah ini mendapatkan restu dari Tante Anita. Kalau tahu begini, dari dulu aku mendekati Tante Anita." Batinnya.


Akhirnya Mama Anita kembali dan memberikan gelang emas kepada Rachel.


"Rachel, gelang ini adalah peninggalan dari ibu. Ini akan menjadi bukti, jika kamu akan menjadi menantu di keluarga ini." Tuturnya sambil memakaikan.


Rachel nampak terharu dan matanya berkaca-kaca. "Tante gelangnya indah sekali, tapi aku tidak bisa menerimanya. Ini terlalu berlebihan dan aku takut jika Marcell tidak menyetujuinya. Apalagi, dia sangat mencintai istrinya." Jawabnya dengan sedih.


Mama Anita mengelus rambutnya. "Sayang, kamu percayakan semuanya sama Tante." Ucapnya.


Rachel begitu bahagia dan memeluk Mama Anita. Dan begitupun juga dengan Mama Anita, Ia begitu bahagia karena sebentar lagi keinginannya akan terpenuhi.


...


Beberapa hari kemudian...


Marcell dan Amelia nampak sedang bahagia melihat Ziana dan Dimas sedang bermain. Ziana terlihat begitu bahagia, karena Dimas selalu membuatnya tersenyum.


Akhirnya hari telah menjelang sore, mereka pun masuk ke dalam rumah. Tak lama, terdengar suara ketukan di pintu. Amelia langsung membuka pintu dan Ia pun terlihat membeku.

__ADS_1


"Mama...!" Ucapnya.


Mama Anita nampak mendelikan matanya, Ia tanpa permisi langsung masuk ke dalam. Amelia yang melihat semua itu nampak merasakan sakit di dadanya.


"Kenapa hubungan kita jadi seperti ini?" Tanyanya dalam hati.


Mama Anita berjalan masuk ke dalam dan mencari keberadaan Marcell.


"Marcell... Marcell...!" Teriaknya.


"Ma, tidak perlu berteriak seperti itu. Mas Marcell mungkin sedang mandi." Jawab Amelia dan mencoba tersenyum.


Mama Anita menyunggingkan senyumnya. "Terserah saya, meskipun ini rumah kamu tapi Marcell adalah anakku. Oh iya, kamu sudah hamil belum?" Tanyanya ketus.


"Sudah kuduga, kamu itu memang istri dan menantu yang tak berguna. Lebih baik kamu segera mengurus surat cerai bersama Marcell. Karena aku ingin menikahkan Marcell dengan Rachel." Tuturnya dengan raut wajah datar.


Amelia yang mendengar semua itu nampak tak bisa menahan air matanya. Hatinya benar-benar sakit dan Ia pun tersenyum ketir.


"Kenapa hubungan kita jadi seperti ini? Dan apakah Mama tidak merasakan apa yang kurasakan. Jika semua posisi ku, dirasakan Mama bagaimana?" Tanya Amelia yang bertubi-tubi.


"Lancang kamu, hey orang kampung seperti dirimu tidak pantas bersanding dengan Marcell yang kaya raya dan gagah. Dan jika semua itu menimpa diriku, jangan mimpi semua itu tidak akan pernah terjadi. Aku adalah seorang wanita yang sempurna, bisa melahirkan anak seperti Marcell." Jawab Mama Anita.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Marcell mendengar semua pembicaraan mereka. Dengan kesal, Ia berjalan mendekat dan memeluk sang istri.


"Kamu tenang sayang, semua itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Marcell sambil menatap Mama Anita dengan dingin.


Amelia nampak menangis, Ia memeluk Marcell dengan erat.


"Aku tidak ingin bercerai dengan mu!" Tuturnya.


"Iya, aku tidak akan pernah menceraikan mu."


Mama Anita yang melihat semua itu nampak kesal, Ia menarik tangan Marcell dengan kadar hingga Amelia terjatuh.


"Sekarang, kau pilih aku Mama mu yang telah melahirkan dan membesatkanmu atau wanita itu yang hanya bisa memberikan penderitaan untukmu." Tuturnya.


Marcell menghempaskan tangan Mama Anita. "Cukup Ma, jangan berikan pilihan berat seperti itu. Kalian berdua adalah kedua orang yang sangat berarti di hidupku." Jawabnya sedih.


Marcell membantu Amelia untuk berdiri dan Ia menghapus air matanya.


"Maaf yah!"


Amelia menganggukkan kepalanya. Mama Anita nampak meneteskan air mata.

__ADS_1


"Jadi kamu lebih memilih wanita itu dari pada Mama. Seharusnya kamu tidak menyalahkan Mama untuk hal ini. Istrimu yang tak berguna, dia tidak bisa memberikan cucu untukku. Apa gunanya dia menjadi istrimu, jika dia hanya menjadi benalu." Teriaknya kesal.


__ADS_2