
Rachel yang mendengar semua itu nampak kecewa dan menangis. Ia menatap kepergian Mama Anita dan Marcell dengan penuh kesedihan.
"Kenapa nasib buruk terjadi padaku? Apa salah dan dosaku hingga mendapatkan kaki lumpuh ini di hari pernikahan ku sendiri!" Tuturnya sambil menangis.
Dari kejauhan, terlihat Dokter farel datang menghampiri sambil membawa sebuket bunga mawar merah.
"Kamu tidak perlu bersedih seperti itu, ada aku di sampingmu yang akan menjadi teman curhatmu." Tuturnya.
Rachel langsung memeluk dokter Farel dengan erat.
"Kenapa aku di takdir kan menjadi seperti ini? Bagaimana caranya aku menjalani hidup dengan kaki lumpuh ini." Jawabnya sambil memukul kakinya sendiri.
Dokter Farel meraih tangan Rachel dan menggenggamnya. "Kamu tenang, ada aku disini!" Tuturnya.
"Aku tidak ingin menyusahkan mu, aku telah banyak berbuat salah padamu." Jawabnya.
"Rachel, sudah kukatakan aku mencintaimu! Meskipun kamu belum sepenuhnya bisa menerimaku sebagai kekasihmu tapi aku rela merawat mu" Ucapnya.
Rachel tak ingin mendengarnya, ucapan itu serasa membuatnya tak berguna.
"Aku minta kamu pergi dari sini! Kehadiran mu hanya menjadikan aku orang yang tak berguna. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu, karena cintaku hanya untuk Marcell."
Dokter Farel nampak tersenyum ketir, Ia benar-benar kesal mendengar jawaban dari Rachel.
"Kenapa harus Marcell? Dulu Amelia menjauh Karena Marcell dan sekarang kamu. Apa tuhan tidak menakdir kan wanita untuk menjadi kekasihku. Kenapa semua wanita yang kucintai, harus memilih Marcell." Teriaknya dengan air mata kekecewaan.
Rachel tak peduli, Ia tak sedikit pun merasa iba.
"Cinta tak bisa di paksakan, rel! Hanya orang bodoh yang mengharapkan cinta dari orang yang tak pernah mencintainya." Tutur Rachel.
__ADS_1
"Termasuk kamu, kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Marcell termasuk menyakiti Amelia dan Anaknya." Jawab Farel.
"Aku berbeda, aku percaya jika Marcell jelas-jrlas mencintaiku. Kau harus tahu, dalam keadaan ku seperti ini Marcel bersedia untuk menikah denganku hanya saja Tante Anita melarangnya." Tutur Rachel.
"Kau jangan bodoh Rachel, Marcell tidak akan pernah mencintaimu sampai kapanpun." Tuturnya sambil melenggang pergi.
Rachel terdiam, Ia terlihat kesal karena Farel berkata seperti itu.
"Itu hanya kamu yang berpikir seperti itu, aku yakin kita pasti akan bisa menikah meskipun keadaanku seperti ini." Batinnya sambil tersenyum.
...
3 bulan kemudian...
Marcell sekeluarga nampak tengah bahagia, Ia bermaksud piknik meskipun hanya di kebun belakang rumah.
Hari ini adalah hari perayaan karena Ziana sudah bisa menggerakkan kakinya meskipun baru sebelah. Ziana sudah tidak menggunakan kursi roda, Ia sekarang menggunakan tongkat.
"Ia sayang, sebentar lagi juga matang." Jawab Amelia.
Sedangkan Marcell sedang bermain bola poli bersama Dimas. Mereka semua terlihat bahagia dari dari kejauhan Mama Anita melihat kebahagiaan mereka.
Ia menatap sang cucu yang ternyata sudah bisa berjalan meskipun masih menggunakan tongkat.
"Aku yang salah, seharusnya aku membiarkan Amelia dan Marcel bahagia. Mereka bisa hidup bahagia tanpa diriku tapi aku kesepian karena tak ada mereka." Tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Bibi yang melihat Mama Anita langsung menyapanya.
"Nyonya, ayo kita bergabung. Acara ini sengaja di buat untuk Nona Ziana. Bisa disebut juga syukur karena usaha Nyonya Amelia untuk kesembuhan anaknya tidak sia-sia." Tutur Bibi.
__ADS_1
Mama Anita menundukkan kepalanya. "Saya tidak bisa, bi! Saya malu pada diri saya sendiri, karena keegoisan telah membuat mereka sakit hati." Jawabnya sedih.
"Nyonya, percayalah mereka orang yang baik. Pasti tidak akan sulit untuk memaafkan kesalahan Nyonya." Tutur bibi.
Akhirnya Mama Anita dan bibi menghampiri mereka yang bersuka cita. Semua orang nampak diam menatap kedatangannya.
"Mama...!" Ucap Amelia.
Marcell segera membawa Mama Anita menjauh dari mereka.
"Ma, tolong jangan keluarkan kata-kata kasar lagi kepada mereka! Sudah cukup, Mama menyakiti hati mereka." Ucap Marcell.
Mama Anita terduduk di tanah, Ia menangis dan meminta maaf kepada Marcell.
"Cell, mama menyesal tolong jangan hukum Mama seperti ini." Ucapnya.
Amelia dan Ziana langsung menghampiri Mama Anita dan mereka pun memeluknya.
"Ma, tolong jangan seperti ini! Kami sudah memaafkan Mama." Tutur Amelia sambil menangis.
"Iya nek, Ziana sayang banget sama Nenek." Tuturnya.
Mama Anita langsung memeluk mereka dan menciumnya. "Maafkan Mama Mel, dan Ziana tolong maafkan nenek." Tuturnya sambil menangis.
Semuanya akhirnya tersenyum bahagia dan mengangguk kepalanya. Marcell, Ziana dan Amelia memeluk Mama Anita dengan erat.
Tapi tidak dengan Dimas, Ia tidak mudah untuk memaafkan nya. Dimas memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka.
Mereka segera untuk makan bersama, Amelia mencari keberadaan Dimas tapi tak ada. Tanpa pikir panjang, mereka segera menyantap makanan yang sudah di hidangkan sedari tadi. Mama Anita nampak menyuapi sang cucu dan mengelus lembut rambutnya.
__ADS_1
"Nenek janji, semua perlakuan buruk yang dulu nenek lakukan tidak akan pernah terjadi lagi." Tuturnya sambil memeluk Ziana.
Tamat...