Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 79


__ADS_3

Wajah Amelia nampak memerah, Ia tak bisa membayangkan jika dirinya bertemu dengan sang mertua.


"Bagaimana ini?" Ucapnya malu.


Marcell bangkit dan menghampiri Mama Anita. Ia langsung mengajaknya untuk bicara di luar.


"Ma, ada apa?" Tanya Marcell.


Mama Anita nampak terdiam, Ia bingung harus menjawab apa. Pemandangan yang di lihatnya, membuat dia tidak punya muka.


"Tidak Cell! Mama mau istirahat dulu." Jawabnya sambil melenggang pergi.


Marcell nampak tersenyum, Ia seperti anak yang tak tahu diri. Mamanya yang malu tapi dia yang bahagia.


"Aku tahu mama malu, tapi terimakasih karena Mama juga aku bisa mendapatkan Amelia seutuhnya." Batin Marcell.


Marcell akhirnya pergi ke kamar lagi dan dari luar terdengar suara keributan. Marcell dan Amelia langsung keluar dari kamar dan menuju ruangan bawah.


Di ruang tamu, terlihat Mama Anita menangis histeris. Marcell langsung berlari menghampirinya.


"Mama kenapa?" Tanya Marcell sambil memeluknya.


"Zi..Ziana...!" Ucapnya sambil menangis.


Amelia langsung menghampiri dengan raut wajah cemas.


"Kenapa dengan Ziana, Ma?" Tanya Amelia dengan panik.


"Ziana kecelakaan dan keadaannya kritis!" Jawab Mama Anita sambil menangis.


Marcell nampak terkejut, apalagi Amelia. Tubuhnya terasa lemas dan Ia pun terjatuh.


"Ziana...!" Ucapnya pelan.


Marcell dan Anita langsung memeluk Amelia dengan erat.

__ADS_1


"Sayang, kamu yang sabar! Kamu harus kuat, kota harus melihat keadaannya." Ucap Anita menenangkan.


hiks...hiks...


"Ma, kenapa Ziana bisa kecelakaan? Kenapa bisa terjadi!" Ucapnya sambil menangis.


"Mama juga belum tahu, tapi kita harus memastikan keadaannya." Jawabnya.


Akhirnya Amelia menguatkan diri dan bangkit. Meskipun kepalanya masih terasa pusing, tapi Ia mencoba menahan.


"Ma, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" Ajaknya.


Mama Anita menganggukkan kepalanya dan mereka langsung pergi. Marcell melajukan mobilnya dengan kencang dan Mama Anita nampak masih memeluk Amelia yang tak bisa berhenti menangis.


...


Setelah 30 menit Marcell menyetir, akhirnya mereka tiba dan segera masuk ke dalam. Marcell menanyakan ruangan Ziana kepada suster yang ada di depan.


"Atas nama Ziana, dia dirawat di IGD. Anda lurus saja terus belok kanan, ruangannya paling pojok." Tutur Suster.


Amelia yang melihatnya langsung menghampiri dan terlihat Dimas nampak syok dan menangis. Baju putihnya penuh dengan noda darah merah.


"Dimas!" Ucap Amelia.


"Kak." Jawab Dimas sambil memeluknya.


Amelia mengelus rambutnya dan mencium keningnya. "Sayang, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Amelia.


Dimas tak menjawab, Ia terus menangis. Marcell memberikan air dan menyuruh Dimas untuk minum.


"Kamu minum dulu, biar tenang!"


Dimas meminumnya dan Ia pun mulai tenang. Dimas duduk dengan wajah di tekuk, Ia mulai mencoba untuk bercerita.


"Ziana tertabrak mobil karena ingin menolong anak kucing!" Ucapnya.

__ADS_1


Mama Anita nampak kesal mendengarnya. "Lalu, kemana kamu saat kejadian? Kenapa tidak kamu saja yang menolong anak kucing itu!" Teriak Mama Anita.


Dimas nampak menangis, Amelia mencoba menenangkan dan memeluknya.


"Ma, jangan bicara terlalu keras! Kasian Dimas..." Jawab Amelia.


"Kamu kasian sama adikmu, lalu bagaimana dengan anakmu. Seharusnya Dimas bisa menjaganya, bukan mencelakai Ziana." Teriak Mama Anita.


Marcell mencoba menenangkan dan memeluk sang Mama.


"Ma, tolong jangan menyalahkan Dimas! Dia masih kecil, lagi pula semua ini adalah kecelakaan." Ucap Marcell.


Anita mendorong tubuh Marcell. "Kamu malah membela istrimu, kalian memang tidak pernah peduli kepada Ziana karena kalian berdua tidak mengurusnya." Ucapnya.


Amelia nampak tak bisa berkata-kata, Ia hanya diam dan memeluk Dimas. Anita yang melihatnya nampak kesal dan menarik tangan Dimas dengan kasar.


"Sebenarnya, apa yang kamu mau? Kamu sengaja kan membiarkan Ziana celaka." Ucapnya sambil membulatkan mata.


"AW, sakit Bu!" Rengek Dimas.


Amelia yang melihatnya nampak tak senang, Ia menarik tangan Mama Anita dan menjauhkannya dari Dimas.


"Cukup, Ma! Kasian Dimas!"


Mama Anita lepas kendali dan membulatkan matanya kepada Amelia.


"Kamu dan adikmu sama saja! Kalian hanya membawa kesedihan di rumah kami. Kamu memberikan harapan palsu kepada anakku dan sekarang adikmu mencoba membunuh cucuku." Teriaknya.


"Ma, aku tak menyangka jika ini adalah isi hatimu. Tapi satu hal yang pasti, aku juga ibu Ziana." Jawab Amelia.


"Ibu...! Ibu seperti apa dirimu, yang tak pernah membesarkan anaknya sendiri dan tidak becus mengurus keluarga." Tutur Anita dengan kasar.


Hati Amelia terasa tersayat dan air mata pun jatuh. Marcell langsung memeluk sang istri.


"Ma, aku tahu mama sedih! Tapi bukan ini caranya, kata-kata Mama akan merusak keharmonisan keluarga ini." Ucap Marcell mencoba melerai.

__ADS_1


"Mama lebih memilih merusak keluarga ini dari pada harus kehilangan Ziana." Jawab dengan wajah datar.


__ADS_2