
Marcell dan Mama Anita nampak bertengkar di hadapan Amelia. Semua kata-kata Mama Anita membuatnya sakit hati. Amelia hanya bisa menangis histeris sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.
"Hentikan...hiks...hiks..." Pinta Amelia.
Marcell yang melihat sang istri histeris langsung memeluknya dengan erat.
"Sayang, kamu tenang!" Ucapnya dengan lembut.
Mama Anita nampak berhenti bicara, tapi Ia tak merasa iba melihat kondisi Amelia yang terlihat syok. Ia hanya menatap tak suka sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Ma, hentikan semua omong kosong itu. Aku tidak ingin, istriku jadi sakit karena mendengar semua ocehan Mama." Ucapnya dengan tatapan dingin.
Mama Anita menyunggingkan senyumnya. "Itu istrimu saja yang lebay, dia itu hanya cari perhatian dari kamu." Jawabnya.
Amelia yang mendengar semua itu nampak geram, Ia benar-benar sudah habis kesabaran.
"Ma, jika mama menginginkan aku berpisah dengan Mas Marcell aku tidak bisa. Tapi aku akan mengizinkannya untuk menikah lagi seperti yang Mama inginkan." Tuturnya dengan raut wajah sedih.
Marcell yang mendengar semua itu nampak terkejut, Ia menggoyangkan tubuh Amelia.
"Mel, kamu sadar akan semua yang kamu ucapkan!" Bentaknya.
__ADS_1
"Iya, aku hanya ingin mama bahagia mendapatkan menantu yang sempurna dan cucu yang di damba. Aku percaya, jika kamu bisa bersikap adil kepada diriku." Jawabnya.
Marcell nampak tak senang, Ia menggelengkan kepalanya sambil bangkit.
"Kalian pikir aku ini barang, yang bisa sesuka hati di gilir. Dulu aku mengalah demi Indira hanya untuk membuatnya bahagia. Tapi apa yang aku dapatkan hanyalah kesalahan. Dan sekarang, kamu meminta ku untuk menikah lagi. Hukuman apa lagi yang akan kalian berikan kepadaku." Teriaknya kesal.
Mama Anita nampak terdiam, melihat anaknya yang tampak menderita.
"Cell, maafkan Mama! Semua ini demi kebaikan kita bersama. Mama hanya ingin mendapatkan cucu yang sempurna untuk memperpanjang keluarga besar kita. Kau tahu, betapa sulitnya kita mendapatkan harta dan tahta!" Tutur Mama Anita.
"Jadi semua ini tentang uang! Mama pikir, uang bisa membeli kebahagiaan." Jawab Marcell sambil tersenyum ketir.
Mama Anita terdiam, Ia hanya termenung mendengar ucapan Marcell. Sedangkan Amelia langsung memeluk sang suami dan menghiburnya.
"Mel, aku tidak ingin menyakitimu untuk kedua kalinya. Aku hanya ingin bahagia dengan keluarga kecil kita. Aku tidak membutuhkan uang yang banyak seperti sekarang, aku hanya ingin kita mendapatkan uang yang cukup dan bahagia." Jawab Marcell dengan mata berkaca-kaca.
Amelia terlihat sedih, melihat suaminya yang penuh beban. Sedangkan Mama Anita tidak bisa mengalah dengan egonya, Ia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan oleh teman-temannya.
"Mama tidak mau tahu, Minggu depan kamu dan Rachel akan menikah. Dan sekarang, Kamu tidak perlu banyak berpikir karena Amelia sudah ikhlas untuk di poligami." Tutur Mama Anita.
Marcell tersenyum ketir. "Baiklah, jika itu yang Mama mau. Tapi jangan salahkan aku, jika akan membuatmu kecewa.
__ADS_1
Mama Anita akhirnya pergi setelah mendengar Jawaban dari Marcell. Ia tak peduli akan ancamannya.
"Cinta bisa datang di atas ranjang! Itu juga yang kamu alami dengan Amelia." Tuturnya sambil melenggang pergi.
Marcell dan Amelia nampak terduduk, tak ada pembicaraan di antara mereka karena Marcell masih kesal akan keputusan sang istri.
Tiba-tiba Dimas dan Ziana tiba. Mereka duduk di antara Marcell dan Amelia dan memeluknya.
"Semuanya pasti akan baik-baik saja! Asalkan kita bersatu dan saling percaya." Tutur Dimas sambil memeluk Marcell.
Marcell nampak tersenyum. "Maafkan kakak, karena untuk kedua kalinya aku akan menyakiti kakakmu." Jawabnya sedih.
"Aku mengerti, semua ini pasti untuk kak Marcell. Tapi aku tidak ingin, Mama Anita terus menyakiti hati Kak Amelia. Jadi menikahlah sesuai dengan keinginannya." Tuturnya kembali.
Amelia menggenggam tangan Marcell. "Iya mas, aku mohon. Aku tidak ingin Ziana menjadi bahan olokan Mama. Aku sedih mendengarnya, jadi aku mohon turuti kemauan Mama." Ucap Amelia.
"Mel, kamu tidak akan mengerti! Dimasa depan nanti, semua ucapan ini akan keluar lagi dan kalian akan sakit hati." Jawab Marcell.
"Mas, percayalah Ziana akan sembuh! Urusan masa depan, kita tidak pernah tahu. Tapi aku selalu berdoa keluarga kita akan menjadi keluarga yang bahagia." Ucapnya.
Marcell dan Amelia saling berpelukan. Tak lupa mereka memeluk Ziana dan Dimas.
__ADS_1
"Aku sangat menyayangi kalian semua, aku janji suatu hari nanti kita akan benar-benar bahagia tanpa adanya orang ketiga." Jawabnya.