
Dokter Farel nampak geram dan Ia mendorong tubuh Amelia ke sofa dan memojokkannya.
"Mel, kau lihat aku! Bukalah matamu, hanya aku yang selalu ada untukmu dan berada di sisimu!"
Amelia nampak berontak, Ia melihat kemarahan dokter Farel dan ingin segera lepas dari genggamannya.
"Rel, aku tidak bisa memberikan hubungan yang lebih. Meskipun kita bersama setelah sekian lama, cintaku untukmu sudah musnah dan aku tidak bisa." Jawab Amelia dengan tatapan tajam.
Dokter Farel semakin geram, Ia merobek baju Amelia dan terlihat bra putih menutupi bukit kembarnya.
"Apakah aku harus memaksamu seperti ini, agar kau bisa mencari milikku seutuhnya." Teriak Dokter Farel mencumbui leher jenjang dan meninggalkan tanda merah.
Dokter Farel tersenyum dan melepaskan Amelia. "Aku tahu, kau sudah punya kekasih. Tapi aku tidak yakin, kekasihmu akan bertahan melihat tanda yang ku tinggalkan," tuturnya bahagia.
Amelia nampak kecewa dan air matanya jatuh. "Kau ingin tahu, kenapa aku selalu tidak memberimu harapan?" Tanyanya dengan kesal.
Dokter Farel terdiam, Ia menatap Amelia dengan rasa penasaran. Amelia menyunggingkan senyumnya dan memulai untuk bercerita.
"Apakah kau masih ingat, dimana aku mengejar mu saat kau bersama pilihan dari ibumu?" Tanyanya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Dokter Farel mengingat kembali semua masa lalu cintanya bersama dengan Amelia.
Flashback...
Amelia nampak berjalan dengan wajah yang semeringa, Ia membawa kado untuk Farel sebagai hadiah di hari valentine. Sekaligus menjadi hari jadinya yang ke 1 tahun.
Tapi senyum dan langkahnya terhenti, melihat farel yang sedang berciuman dengan seorang wanita di bawah pohon.
"Farel...! Kenapa....?" Tanyanya dengan derai air mata.
Farel dan wanita itu nampak terkejut, tapi wanita itu memberikan senyuman mengejek.
"Eem, dia hanya temanku. Di mataku hanya dirimu dan mungkin dia ingin ikut bergabung dengan kita." Tutur Farel sambil mencium kening wanita itu.
Amelia nampak tak percaya dan tiba-tiba seorang wanita yang sudah tidak muda lagi datang menghampiri dan menampar pipi Amelia.
"Hey, wanita miskin! Seharusnya kau sadar, anakku tidak akan pernah mencintaimu. Lihatlah calon menantuku, dia cantik dan modis." Ucapnya dengan sombong.
"Tante, bukannya Tante sudah menyetujui hubungan kami." Tutur Amelia dengan polos.
__ADS_1
Wanita tua itu tersenyum sinis. "Jangan kau pikir wanita di dunia ini hanya dirimu. Kau hanyalah anak haram dan kau hanya akan menjadi pembawa sial untuk anakku." Jawabnya.
Amelia menatap Farel dengan penuh harapan. Ia ingin jika Farel membantunya dan membelanya.
"Rel, aku akan maafin kamu asalkan kamu membelaku di hadapan Mamamu!" Batinnya yang penuh harapan.
Farel bangkit dan mendekati Amelia. Amelia sudah tersenyum dan yakin jika farel akan membelanya.
"Farel...!" Ucapnya dengan terharu.
Farel yang mendekati langsung melemparkan pakaian yang di berikan oleh Amelia sebagai tanda cintanya.
"Aku kembalikan ini padamu dan ingatlah sampai kapanpun kau hanyalah bayangan. Dan kita tidak akan pernah bisa bersatu dan ingatlah sampai kapanpun kau hanya akan menjadi mainan ku." Tuturnya sambil tersenyum.
Amelia merasakan hatinya yang seperti di sayat oleh pisau. Ia tak menyangka, jika kekasihnya melakukan semua ini.
Amelia tersenyum nanar. "Baiklah, aku akan mengingat semua penghinaan ini. Dan aku jamin tidak akan ada cinta diantara kita sekarang atau nanti." Jawab Amelia sambil melenggang pergi.
Flash on...
__ADS_1