
Amalia sampai di rumahnya dan terlihat Dokter Farel sudah ada di depan gerbang. Amelia nama kesal dan keluar dari mobil.
Dokter Farel nampak bersemangat dan menghampiri Amelia. Ia langsung memegang tangan Amelia dengan wajah yang sedih.
"Mel, maafkan aku! Aku menyesal telah melakukan semua itu kepadamu." Tuturnya dengan tatapan penuh harapan.
Amelia menghempaskan tangannya dan memutar bola mata menatap malas. "Sudahlah, aku muak bertemu denganmu." Tuturnya sambil berjalan.
"Mel...Mel...!" Ucap Dokter Farel sambil mengejar.
"Tolong aku tidak ingin bertemu lagi denganmu. Aku takut reputasi mu akan hancur, gara-gara bergaul dengan seorang pelacur." Jawab Amelia sambil tersenyum sinis.
Air mata dokter Farel jatuh dan Ia terduduk di tanah dan memohon kepada Amelia.
"Mel, aku mohon! Aku rela menjadi sahabatmu asalkan kita bisa selalu dekat. Dan aku mohon, beri aku kesempatan." Ucapnya dengan tatapan nanar.
Hati Amelia tersentuh, walau bagaimanapun Dokter Farel adalah sahabat terbaiknya.
"Ya sudah.. ! Tolong kamu jangan seperti itu, aku takut ada orang yang melihat." Ucapnya sambil menarik tangan dokter Farel untuk bangkit.
__ADS_1
Dokter Farel bangkit dan tersenyum bahagia. Ia memeluk Amelia dengan sangat erat. "Mel, dengan cara ini setidaknya kita bisa dekat dan aku tidak akan membiarkan lelaki lain mendekati dirimu." Batinnya.
Dokter Farel melepaskan pelukannya. "Maaf, aku terlalu bahagia hingga...!" Ucapnya terhenti.
"Ya sudah gak apa-apa, aku cape mau istirahat. Maaf yah...!" Ucap Amelia dengan tatapan dingin.
Amelia meninggalkan dokter Farel tanpa mendengar jawaban. Ia masuk dan menutup gerbang, air matanya mulai jatuh dan menangis.
"Aku tidak bisa memaafkan mi semudah itu, ucapanmu benar-benar telah melukaiku." Batinnya.
...
Anita menghampiri sang anak dan menepuk pundaknya. "Sudahlah jangan melihat foto Amelia terus. Lebih baik kamu berusaha untuk mendapatkan hatinya." Tutur Anita.
"Ma.. tidak semudah itu. Amelia adalah wanita yang unik dan pasti akan sulit mendapatkan hatinya." Jawab Marcell sambil menoleh.
Anita tersenyum dan duduk di sampingnya. "Mama percaya sama kamu, apalagi wajahmu tampan pasti tidak akan sulit untuk mendapatkannya. Kamu tinggal Pepet terus Amelia, apalagi mulai besok kalian akan sering ketemu." Ujarnya.
Marcell menghela nafas panjang. "Tapi Ma, apakah aku harus jujur saja! Aku tidak ingin memulai hubungan dengan kebohongan dan aku takut lama kelamaan kebohongan ini akan terungkap." Jawab Marcell.
__ADS_1
"Sayang, lebih baik kita menutupi kebohongan ini demi kebaikan. Mama tidak ingin kami di pandang buruk di mata Amelia." Ucap Anita sambil tersenyum.
Marcell nampak termenung memikirkan ucapan dari sang Mama. Meskipun hatinya tidak ingin melakukan semua ini, tapi Ia ingin mendapatkan Amelia dan bersatu sebagai keluarga yang lengkap.
"Baiklah, Ma! Aku akan menuruti usulan dari Mama." Jawab Marcell.
"Nah, gitu dong! Itu baru namanya anak mama." Jawab Anita dengan bahagia.
Anita pergi dari kamar Marcell dan Marcell mulai menatap foto Indira yang menjadi istri di masa lalunya.
"Indira semua ini berkat dirimu! Aku tahu, pasti kau cemburu setiap aku pergi ke rumah Amelia. Tapi apakah kau tahu, rasa rela mu menjadi kenyamanan untukku. Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu." Ucap Marcell sambil tersenyum.
Prang...
Tiba-tiba foto pernikahan Marcell dan Indira yang di pajang di dinding jatuh. Marcell menghampiri dan mengambil foto tersebut yang terlihat pecah.
Marcell melepaskan kaca dari foto dan terlihat ada janggal. Foto Indira seakan menangis dan mengeluarkan darah.
"Apa ini, mungkinkah ini adalah pertanda buruk."
__ADS_1