Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 65


__ADS_3

Akhirnya Amelia selesai dengan riasannya, Marcell menggandeng tangannya dan mereka pun pergi.


Marcell melajukan mobilnya dengan hati-hati, Ia tak ingin jika sang kekasih terluka ataupun riasannya luntur.


"Kalau kamu melajukan mobil sepelan ini, kapan kita akan sampai?" Tanyanya sambil menoleh.


"Aku tidak ingin, jika kekasihku terluka." Jawab Marcell sambil tersenyum.


"Sudahlah, kamu jangan lebay seperti itu. Ayo jalankan dengan kencang dan tetap hati-hati " Tuturnya.


"Baiklah nyonya!" Jawab Marcell sambil menginjak gas.


Marcell melajukan mobilnya dengan cukup kencang, meskipun begitu Ia masih hati-hati. Dan akhirnya mereka tiba, Amelia dan Marcell keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


Semua mata nampak tertuju pada mereka, keduanya terlihat serasi bagaikan pangeran dan putri dari negri dongeng. Ziana yang melihatnya langsung berlari menghampiri dan memeluk keduanya.


"Akhirnya papa dan Tante Amelia datang juga." Tuturnya dengan riang.


"Iya sayang, maaf yah kami datang terlambat. Habisnya Tante Amelia, dandannya lama." Jawab Marcell sambil menoleh ke arah Amelia.

__ADS_1


"Bukan Tante yang lama, Papa mu itu bawa mobilnya lemot seperti keong." Cibir Amelia.


"Tidak apa-apa, yang terpenting kalian hadir di sini. Ayo kita mulai acaranya, aku sudah tidak sabar." Ajak Ziana sambil menarik tangan mereka.


Akhirnya acara pun dimulai, acara berangsur baik hingga saatnya untuk tiup lilin. Semua tamu nampak menyanyikan lagu ulang tahun dan setelah selesai Ziana meniup lilin. Dan tak lupa, Ia juga mengucapkan permohonan dihatinya.


"Ya Allah, semoga saja Tante Amelia menjadi mamaku!" Pintanya dalam hati sambil meniup lilin.


Semua orang nampak ramai, memberikan selamat dan bertepuk tangan. Dan akhirnya, sampai lah pada puncak acara.


Marcell maju ke panggung dan mengumumkan pertunangannya bersama Amelia. Amelia nampak berjalan dan maju mendekati Marcell. Ia begitu bahagia dan senyuman lebar terpancar di bibirnya.


Marcell menyematkan cincin berlian di jari manis Amelia dan begitupun juga sebaliknya. Akhirnya keduanya resmi menjadi tunangan, Ziana berlari dan mencium mereka berdua.


"Terimakasih sayang!" Jawab Keduanya sambil mencium pipi Ziana.


Anita menghampiri dan memeluk keduanya. "Selamat sayang, Mama tunggu kabar baiknya!" Ucap Anita yang terlihat bahagia.


Mereka akhirnya foto keluarga, Ziana adalah orang yang paling bahagia di acara ini. Dan dari kejauhan, terlihat tatapan seorang lelaki dengan sendu.

__ADS_1


"Amelia, jadi lelaki itu pilihan hatimu. Aku tak menyangka, jika kamu akan masuk ke lubang yang sama." Tuturnya sambil tersenyum ketir.


Lelaki itu ialah dokter Farel, Ia mengetahui jika Marcell adalah lelaki yang telah menghancurkan hidup Amelia. Dan Ia nampak tersenyum bahagia sambil meminum jus.


"Mel, kita memang di takdir kan untuk bersama. Kau hanya akan menjadi milikku dan selamanya menjadi milikku." Batinnya yang terlihat bahagia.


Akhirnya dokter Farel memutuskan untuk pulang, Ia sudah tak sabar memberitahu semua ini kepada Amelia. Ia ingin tahu reaksi Amelia jika mengetahui yang sebenarnya.


"Dulu kau menghajar ku dan sekarang aku akan menjadi belati di hatimu. Karena aku tahu siapa dirimu yang menjadi kebanggaan untuk Amelia tapi kau juga menjadi alasan kedua untuk kehancuran Amelia." Ucap Dokter Farel sambil melenggang pergi.


Akhirnya acara pun sudah selesai, Amelia pamit untuk pergi dan Marcell mengantarkan sampai rumahnya. Setelah sampai, Amelia mengecup pipi Marcell dan keluar dari mobil.


Marcell membuka kaca jendela dan menatap sang kekasih. "Hanya di pipi saja...!" Ucapnya yang terlihat kurang puas.


"Lalu harus dimana lagi?" Jawab Amelia sambil tersenyum.


Marcell menggerakkan tangannya dan meletakkan di bibir. Pipi Amelia nampak merah dan pamit untuk pergi.


"Lain kali saja kalau kita bertemu!" Teriaknya sambil masuk ke dalam.

__ADS_1


Marcell tersenyum dan melajukan mobilnya. Hatinya begitu bahagia dan serasa berbunga-bunga.


"Mel, aku sudah tidak bisa kehilanganmu!"


__ADS_2