Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 57


__ADS_3

Mobilnya berhenti dan mereka memesan bubur ayam tersebut. Amelia dan Marcell nampak memiliki selera yang sama, mereka pesan bubur tanpa kacang.


Amelia dan Marcell saling menatap dan keduanya tersenyum.


"Ternyata selera kita sama!" Tutur Marcell.


Amelia menganggukkan kepalanya dengan pipi merah. Akhirnya pesanan mereka tiba, Marcell sebenarnya sudah sarapan. Tapi demi mengejar cinta Amelia, Ia rela untuk makan kembali


Amelia menyantap bubur ayam yang sudah ada di meja, Ia terlihat begitu menikmati dan seperti orang kelaparan.


Marcell yang melihatnya, hanya tersenyum dan mencoba dengan suapan yang kecil. Mata Marcell nampak membulat, menikmati bubur yang di santapnya.


"Ternyata buburnya memang enak, pantas saja Amelia suka!" Batinnya sambil memakannya dengan lahap.


...


Akhirnya mereka selesai, Marcell membayarnya dan Amelia nampak keberatan.


"Biar saya saja yang bayar!" Ucap Amelia.

__ADS_1


"Tidak usah, anggap saja ini sebagai awal dari kerja sama kita." Jawab Marcell dengan senyum termanisnya.


Amelia mengangguk dan tersenyum. Mereka masuk ke dalam mobil kembali dan Marcell langsung melajukan mobilnya ke tempat kerja mereka.


Karena mereka bekerja sama, keduanya menjadi satu perusahaan yang sama. Tak ada pembicaraan di antara mereka dan Marcell sesekali curi-curi pandang melihat dengan juru matanya.


"Amelia, apakah kau akan bisa ku taklukan! Dulu Aku selalu menutup hati karena takut jatuh cinta kepadamu, tapi sekarang aku benar-benar sangat mencintaimu." Batinnya sambil menatap nanar.


Akhirnya mereka sampai, Amelia dan Marcell keluar dari mobil. Para karyawan nampak saling bergunjing dan menatap heran melihat Amelia berada di samping Marcell.


"Siapa wanita yang bersama Presdir? Baru kali ini, aku melihat dia bersama dengan wanita setelah meninggalnya Bu Indira." Ucap mereka.


"Mungkin, wanita itu kekasih barunya. Tapi sepertinya, wanita itu lebih baik dari pada wanita sombong yang sudah meninggal itu." Jawab rekannya.


"Sssttt, berhenti bergunjing kalau kalian masih ingin bekerja disini." Ucap salah satu rekan kerjanya.


Akhirnya mereka bubar dan menyapa Marcell sambil membungkukkan badannya.


"Selamat pagi, Presdir!" Sapa mereka.

__ADS_1


"Pagi!" Jawab Marcell dengan tatapan tajam.


Semua karyawan nampak menundukkan kepalanya dan tak berani melihat wajah Marcell. Sedangkan Amelia menyapa mereka dengan senyuman.


"Pagi semua, salam kenal! Nama saya Amelia dan mohon kerja samanya." Ucapnya dengan sopan dan lembut.


Mereka nampak saling menatap, sifat Amelia yang lembut dan ramah membuat mereka tenang.


Akhirnya mereka kembali ke tempat kerja dan Marcell menyiapkan ruangan yang sama untuk Amelia.


"Maaf yah, ruangannya disini! Tapi jika anda tidak senang, saya akan menyiapkan ruangan kosong secepatnya." Tutur Marcell.


"Tidak usah, saya suka ruangan ini! Yang terpenting kita bisa bekerja dengan baik." Jawab Amelia.


Marcell tersenyum dan duduk di kursinya dan begitupun juga dengan Amelia. Ia langsung membuka proposal yang kemarin mereka bahas dan mengerjakan dengan detail.


Marcell tak fokus untuk bekerja, matanya tak bisa berkedip melihat kecantikan Amelia yang begitu natural.


"Kenapa aku jadi seperti ini? Dulu aku tidak tertarik padanya, tapi sekarang rasa ini benar-benar berbeda." Ucapnya pelan sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.

__ADS_1


Marcell mulai berpikir jorok, Ia teringat kembali permainan ranjang yang dilalui bersama Amelia. Bahkan barang kebanggaannya ikut nimbrung dalam lamunannya dan berdenyut.


"Apakah kau sudah tidak sabar? Ya, sebentar lagi kau akan masuk ke dalam rumah yang sudah lama tidak kita jamah." Ucapnya sambil tersenyum sendiri.


__ADS_2