Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 71


__ADS_3

1 Minggu kemudian...


Sesuai dengan ucapan Amelia, mereka akhirnya melaksanakan pernikahan dengan megah. Semua rekan bisnis datang dan turut bahagia melihat pernikahan Marcell.


Ziana menjadi anak terbahagia di saat itu, dan begitupun juga dengan Anita. Ia tersenyum bahagia melihat Amelia dan Marcell bersatu.


Acara berjalan dengan sempurna, tak ada kekurangan sedikit pun di acaranya. Akhirnya Amelia dan Marcell sah menjadi suami istri.


Marcell menyematkan cincin kawin di jari manis Amelia. Keduanya terlihat bahagia, tak ada seorang pun yang curiga mereka sedang dalam drama.


Tak terasa hari sudah menjelang malam, semua tamu sudah pulang dan Marcell pun juga kembali ke rumahnya bersama Amelia.


Sesampainya di rumah, Amelia dan Marcell langsung pergi ke kamarnya dan terlihat kamar sudah di hias dan di tata dengan bunga mawar merah.


"Kamarnya indah sekali!" Tutur Amelia.


"Ya kamarnya memang indah, tapi sayang malam pertama yang ku dambakan telah sirna karena keegoisan mu, Mel!" Batin Marcell yang terlihat sedih.


Amelia langsung membuka hiasan yang ada di kepalanya, setelah selesai Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, ia keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan piyama tidur.


Marcell menatap Amelia dari kejauhan, Ia terlihat bahagia tapi hati dan barangnya nampak berontak. Ingin rasanya, ia memeluk Amelia dan menciumi aroma di tubuh Amelia.


Sedangkan Amelia nampak acuh, setelah mandi Ia langsung tidur di ranjang. Marcell memilih untuk tidur di sofa karena tidak ingin membuat Amelia kesal.

__ADS_1


Keesokkan harinya...


Pagi pun menjelang, Amelia nampak sudah tak ada di tempat tidurnya. Ia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk sekeluarga.


Setelah selesai, Anita dan Ziana datang. Mereka langsung duduk di meja makan karena sudah tak tahan mencium aroma yang sedap.


"Mah, masakan Mama sampai tercium ke kamar!" Ucap Ziana.


"Terimakasih sayang, kamu masih kecil sudah pandai merayu."


"Aku serius, mah!" Jawabnya sambil mengacungkan kedua jarinya.


Anita yang melihatnya nampak tersenyum, Ia bahagia melihat cucu dan anaknya bisa bahagia bersama Amelia.


"Eem, mungkin mas Marcell masih kelelahan." Jawab Amelia dengan pipi yang merah.


Dan disaat itu juga, Marcell tiba dan menyapa Amelia sambil memeluknya.


"Pagi sayang!" Sapanya.


"Pagi juga!" Jawab Amelia sambil mencium pipi Marcell.


Marcell nampak tersenyum, akhirnya Ia bisa memeluk Amelia.

__ADS_1


"Sepertinya, aku harus melakukan semua ini di hadapan Mama dan Ziana. Amelia tidak marah dan berontak." Batinnya yang mulai memikirkan cara-cara nakal.


Marcell duduk dan Amelia menyajikan nasi di piring Marcell. Ia terlihat seperti istri yang sempurna.


"Terimakasih sayang!" Ucap Marcell.


Amelia menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Ini sudah kewajiban ku."


Mereka nampak menikmati makanannya dengan penuh kenikmatan. Setelah selesai mereka berbincang di ruang keluarga dengan Ziana yang bermanja-manja kepada Amelia.


Marcell mengambil inisiatif untuk bermanja kepada Amelia. Ia berpikir kapan lagi bisa bersama Amelia kalau tidak di hadapan sang Mama.


Akhirnya Marcell menidurkan kepalanya di paha Amelia, Ia menggenggam tangan Amelia dengan erat.


"Sayang, aku juga ingin di manja!" Tuturnya.


"Kamu kan sudah dewasa, masa tidak mau mengalah sama anak sendiri!" Jawab Amelia.


"Iya, papa kok gitu sih! Aku ingin sama Mama." Rengek Ziana.


"Sayang, Mama milik kita berdua. Jadi kamu harus mau berbagi." Tutur Marcell yang tak mau mengalah.


Ziana akhirnya duduk di pangkuan Amelia, Ia tak peduli meskipun kepala Marcell tertindih.

__ADS_1


"Baiklah jika ini yang papa mau!" Ucap Ziana dengan tingkat yang menggemaskan.


__ADS_2