Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 58


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian...


Marcell dan Amelia nampak begitu dekat, mereka sering mengobrol dan keduanya merasa nyaman.


Dan begitupun juga dengan Ziana, Amelia sudah merasa Ziana sebagai anaknya sendiri. Keduanya begitu dekat, sampai-sampai Ziana sudah tak segan lagi.


Sekarang mereka berada di restoran untuk makan malam, Ziana nampak menikmatinya dengan lahap. Marcell sesekali curi pandang melihat kedekatan Amelia dan Ziana.


"Ziana, sebentar lagi kamu akan ulang tahun yang ketiga. Coba Papa tanya, kamu mau kado apa?" Tanya Marcell dengan lembut.


"Eeem, Ziana hanya minta yang simpel aja!" Jawabnya.


"Apa itu?"


"Ziana ingin punya Mama diulang tahunku itu, Tante Amelia dan Papa harus menikah." Tutur Ziana.


Uhuukk...uhukkk...


Marcell yang saat itu sedang minum, dengan seketika langsung tersedak dan matanya membulat.


"Ziana, permintaan kamu begitu berat? Papa tidak bisa mengabulkannya." Ucap Marcell dengan kesal.


Ziana nampak kecewa, Ia menundukkan kepalanya. Sedangkan Amelia nampak bingung, Ia mengelus rambut Ziana.


"Sayang, kamu tidak boleh egois seperti itu! Papa pasti punya pilihan lain dan kamu tidak seharusnya meminta hal yang sulit." Tutur Amelia.

__ADS_1


"Ak..aku tidak punya wanita lain, hanya saja Tante Amelia tidak mungkin jatuh cinta sama lelaki seperti Papa." Jawab Marcell.


Amelia tersenyum dan mereka saling menatap. Ziana yang pintar langsung bangkit dari tempat duduknya dan mendekati mereka.


"Papa, Tante...! Aku tahu, kalian punya perasaan yang sama. Jadi maukah kalian bertunangan di acara ulang tahunku." Ucap Ziana sambil menyatukan tangan Marcell dan Amelia.


Keduanya terdiam dan membeku. Mereka bingung harus menjawab apa.


"Tante, aku tahu! Papa bukanlah lelaki yang sempurna, tapi menurut ku dia adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab." Tutur Ziana.


Amelia menatap Marcell dan tersenyum. "Iya Tante tahu, tapi sepertinya Tante tidak cocok untuk Papamu." Jawab Amelia.


"Cocok, cocok sekali!" Jawab Marcell dan seketika bibirnya membeku.


"Mungkinkah, kau juga mencintaiku!" Batin Amelia yang terlihat bahagia.


Ziana yang melihat semua itu langsung memeluk Amelia. "Yeah, sebentar lagi Tante akan menjadi Mamaku!" Ucapnya dengan riang.


Amelia tersenyum dan mengelus rambutnya. Dan ternyata Anita mendengar semua pembicaraan mereka, Ia langsung mengajak Ziana untuk pulang.


Ziana nampak menolak, tapi Anita mengeluarkan bisikan mautnya.


"Sayang, biarkan Papa dan Tante Amelia berbincang. Kalau kamu disini, justru akan menggangu kemesraan mereka." Bisiknya.


Ziana menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Baiklah! Ayo nenek kita pulang." Ajak Ziana sambil menarik tangan Anita.

__ADS_1


"Amelia, Tante pulang dulu yah! Kamu nanti pulangnya di antar Marcell." Teriak Anita sambil tersenyum.


Marcell pun kembali dari toilet, Ia nampak mencari keberadaan Ziana sang Anak.


"Kemana Ziana? Bukannya tadi masih disini!" Tanyanya heran.


"Eem, Ziana di bawa pulang sama neneknya!" Jawab Amelia yang terlihat kaku.


Keduanya duduk dan mereka nampak bingung dan canggung. Akhirnya Amelia mengajak Marcell untuk pulang karena waktu sudah malam.


Marcell membayar dan setelah selesai mereka pulang. Marcell mengantarkan Amelia menuju rumahnya, di perjalanan tak ada pembicaraan di antara mereka.


Akhirnya setelah sekian lama ia menyetir, Marcell menghentikan mobilnya di depan rumah Amelia. Amelia berterima kasih dan beranjak pergi.


Marcell dengan sigap langsung menghentikannya, Ia memegang tangan Amelia. Dan akhirnya Amelia masuk kembali ke dalam mobil.


"Ada apa, Pak?"


"Eem, sebenarnya aku mau nanya sama kamu!' Jawab Marcell.


"Tanya apa?"


"Sebenarnya, aku sudah lama jatuh cinta sama kamu. Sejak aku bertemu denganmu, duniaku terasa berbeda. Mungkin aku terlalu naif, tapi perasaan ini sudah tak bisa di tahan lagi." Tutur Marcell.


Amelia nampak terdiam dengan pipi yang merah. "Apakah Pak Marcell menyatakan cintanya?" Batin Amelia yang tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2