Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 73


__ADS_3

Amelia nampak pergi ke kamar mandi, tiba-tiba dia terpeleset dan terjatuh. Amelia berteriak dan meringis kesakitan, Marcell yang mendengarnya langsung mengetuk pintu kamar mandi.


"Mel, kamu baik-baik saja!" Tanyanya sambil mengetuk pintu.


"Cell, kakiku keseleo!" Jawab Amelia.


Marcell yang mendengar semua itu nampak panik dan langsung mendobrak pintu kamar mandi. Matanya nampak terbelalak karena melihat Amelia yang sedang telanjang bulat. Ia nampak menelan ludah dan terlihat barang kesayangannya sudah mulai menjujung tinggi.


Amelia berteriak dan menutupi area-area tertentu. Marcell memejamkan matanya dan mencoba menahan. Ia mengambil handuk yang tak jauh dari Amelia.


"Maaf, aku tidak bermaksud mengintip mu!" Tuturnya sambil memberikan handuk tersebut.


Amelia segera memakai handuk tersebut dan setelah selesai Marcel segera membopongnya ke atas ranjang. Marcell dengan sigap langsung mencari pakaian Amelia dan memberikannya.


"Pakailah dulu! Baru kita urus kakimu." Ucapnya sambil memberikan.


Amelia mengenakan pakaiannya dan untuk kebawah nya, Ia hanya menggunakan handuk.


"Sudah..!"


Marcell langsung menghampiri dan terduduk di depan kakinya. Ia mengambil minyak angin untuk mengurut kaki Amelia.

__ADS_1


"Kamu tahan sebentar yah!"


Amelia menganggukkan kepalanya dengan ragu. Ia menatap Marcell yang begitu perhatian. Dengan perlahan, Marcell mengurut kaki Amelia sambil sesekali meniupi nya.


"Mungkinkah kamu benar-benar telah berubah! Kamu yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Mungkinkah kamu yang dulu itu karena desakan dari mbak Indira." Batin Amelia.


Marcell akhirnya selesai, Ia memberikan senyum termanisnya.


"Coba kamu gerakan kakinya, apakah masih sakit?" Tanyanya.


Amelia mengerakkan kakinya dan terasa lebih baik. Ia merasa bahagia dan tersenyum ke arah Marcell.


"Terimakasih!"


Marcell bermaksud untuk pergi, tapi tangan Amelia menarik tangan Marcell.


"Tunggu!"


Marcell menoleh dan melihat genggaman tangan wanita yang Ia cintai.


"Ada apa?" Tanyanya sambil menoleh.

__ADS_1


"Mulai malam ini, kamu bisa tidur di ranjang bersama ku." Tutur Amelia.


Marcell yang mendengar semua itu seketika terlihat bahagia. "Benarkah!"


"Iya, tapi ingat hanya tidur saja! Tidak untuk hal lainnya." Ancam Amelia.


Wajah Marcell terlihat kecewa, tapi Ia sedikit bahagia karena setidaknya hubungan mereka ada kemajuan.


Marcell segera membawa selimut dan bantal yang biasanya di simpan di sofa. Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang kesayangannya.


"Ah nyamannya, kamu tahu punggungku pegal tidur di sofa dan badanku terasa sakit semua." Ucapnya dengan bahagia.


Amelia hanya terdiam, melihat tingkah Marcell yang seperti anak kecil. Ia merebahkan tubuhnya dan ada rasa canggung di hatinya.


"Kenapa aku merasa aneh tidur sama Marcell? Padahal Marcell sudah tidur pulas." Batinnya sambil menoleh ke arah Marcell.


Amelia menatap wajah Marcell yang sedang tidur pulas. Ia merasa jika Marcell terlihat tampan meskipun sedang dalam keadaan tidur.


"Iya, Marcell memang berubah. Dulu dia selalu memaksaku untuk melayaninya tapi sekarang, dia tidak berani karena aku tidak menginginkannya." Batin Amelia yang merasa kagum.


Akhirnya Amelia mencoba memejamkan matanya dan mendekati tubuh Marcell. Ia rindu kehangatan dari tubuhnya, Amelia memeluk tubuh Marcell dan Ia pun mulai terlelap.

__ADS_1


Dan tanpa disadari, ternyata Marcell hanya pura-pura tidur. Ia bahagia, akhirnya Amelia bersedia memeluknya meskipun dalam keadaan tidur.


"Aku sangat mencintaimu, mel! Semoga ini adalah awal yang baik untuk hubungan kita." Tuturnya sambil mengecup kening Amelia.


__ADS_2