Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 64


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Waktu terasa cepat berlalu, hari ini adalah hari yang istimewa untuk Ziana. Semua dekor dan hidangan sudah siap dan begitupun juga dengan tamu undangan yang sudah berdatangan satu persatu.


Ziana nampak menggunakan pakaian Elsa di film Frozen. Ia nampak cantik dan imut dengan mahkota di kepalanya.


Ziana dan Anita menyapa tamu yang berdatangan. Tak lupa, mereka membawa hadiah untuk Ziana.


"Nenek, papa mana?" Tanya Ziana sambil menoleh.


"Papa sedang menjemput Tante Amelia! Lagi pula, ini masih siang dan belum sampai ke jam puncak acara." Jawabnya.


Ziana tersenyum bahagia dan kembali menyapa tamu yang datang.


Di tempat lain...


Amelia nampak tengah bersiap, Ia menggunakan gaun berwarna biru muda pemberian dari Marcell. Dan terlihat perias wajah juga datang ke rumahnya di suruh Marcell.


"Apa ini tidak terlalu keterlaluan?" Tanyanya yang terlihat heran.


"Bu, seharusnya anda senang! Pak Marcell begitu perhatian kepada anda. Saya juga berharap bisa punya kekasih seperti dirinya." Tutur wanita yang merias wajah Amelia.


Amelia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Di hatinya, Amelia benar-benar bersyukur mengenal Marcell lelaki sejati yang setia dan baik.

__ADS_1


Sementara itu, Dokter farel memaksa untuk masuk. Ia menerobos kamar Amelia dan berjalan mendekatinya.


"Mel...!" Sapanya.


Wanita perias nampak terkejut dan Ia terlihat panik. "Siapa anda, kenapa masuk kamar orang sembarangan?" Tanyanya dengan nada tinggi.


Amelia menenangkan wanita itu dan menyuruhnya untuk pergi dulu. "Saya mengenalnya, dia sahabat saya. Mbak keluar dulu yah, biar saya bicara sebentar." Tuturnya.


Perias itu pergi dan Amelia nampak melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan datar.


"Ada apa lagi, apakah semua yang kukatakan belum jelas?" Tanyanya ketus.


Dokter Farel menggenggam tangan Amelia dengan mata yang berkaca-kaca.


Amelia menghempaskan tangan Dokter farel. "Sudah cukup, aku menganggap mu hanya sahabat. Dan inilah pilihanku, karena aku sangat mencintai kekasihku." Jawab Amelia.


Dokter Farel menggelengkan kepalanya. "Tidak Mel! Tak ada lelaki yang lebih baik dari diriku." Ucapnya yang berontak.


Amelia nampak mual dan menghela nafas kasar. "Sudahlah, ini undangan untukmu! Datanglah, jika kau ingin melihat calon suamiku yang sempurna di mataku." Jawabnya sambil memberikan undangan kepada dokter Farel.


Dokter Farel nampak sedih, Ia mengambil undangan itu dengan tangan gemetar. Amelia menyunggingkan senyumnya dan ada perasaan puas di hatinya.


"Kau, tahu inilah yang kurasakan saat itu!" Ucapnya sambil melenggang pergi.

__ADS_1


Tak lama, pengawal Marcell datang dan menyeret dokter Farel keluar dari kamar Amelia. Dokter Farel tak berontak ataupun melawan, hatinya terasa hancur dan Ia hanya bisa pasrah.


Setelah dokter Farel pergi, Marcell datang sambil membawa buket bunga mawar merah. Ia langsung berlari menuju kamar Amelia.


"Sayang, kamu sudah siap belum!" Teriaknya.


Amelia nampak masih di rias oleh periasnya. Marcell membuka pintu dan terlihat matanya membulat sempurna melihat kecantikan sang kekasih.


"Sayang...!"


Amelia menoleh dan tersenyum, Marcell nampak tak bisa mengalihkan pandangannya. Ia hanya tersenyum dan berjalan mendekati Amelia.


"Kamu cantik banget!"


Amelia tersenyum. "Terimakasih! Lalu, ngapain kamu kemari?"


"Aku ingin menjemput mu, acaranya sudah mau di mulai!" Jawab Marcell yang terlihat bahagia.


"Aku bisa pergi sendiri, lagi pula aku juga punya mobil."


Marcell mengelus lembut pipi Amelia. "Sayang, aku tak ingin ada lelaki lain yang menatapmu selain aku. Dan aku juga, hanya ingin memastikan jika kekasihku datang dengan selamat." Jawab Marcell.


Amelia begitu tersentuh dengan perhatian yang di berikan Marcell. Matanya nampak berkaca-kaca dan memeluk Marcell.

__ADS_1


"Terimakasih, karena kamu hadir dihidup ku!"


__ADS_2