Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 78


__ADS_3

Marcell tersenyum dan duduk di samping Mama Anita. Ia menggenggam tangannya dengan erat.


"Ma, aku dan Amelia mungkin belum bisa bersama seutuhnya. Tapi aku bahagia, karena bisa bersama dengannya." Tutur Marcell.


Anita menggelengkan kepalanya. "Tidak Cell! Cinta kamu bertepuk sebelah tangan, untuk apa kamu memperjuangkan Amelia jika dia tidak pernah menghargai mu." Teriaknya kesal.


"Ma, aku mohon jangan Bebani pikiran Mama dengan urusan tanggaku. Aku tak ingin jika Mama sakit hanya karena masalah seperti ini." Jawab Marcell dengan lembut.


Anita bangkit dan tak bisa membendung kekesalannya. "Kamu pikir, dengan Mama diam apakah kamu akan bahagia! Cell, Mama yang menyuruh kalian untuk menikah, tapi setelah mendengar semua ini Mama ingin kalian bercerai." Ucap Anita.


Marcell yang mendengar semua itu langsung bangkit dengan terkejut.


"Mama, aku sangat mencintai Amelia. Dan hubungan kami sudah membaik, jadi tolong percayalah anak mu ini akan bahagia dengan pilihan hatinya sendiri." Tutur Marcell.


"Baiklah, Mama kasih waktu kamu dalam 1 bulan. Jika hubungan kalian tidak ada kemajuan, jangan salahkan Mama untuk bersikap kejam." Ucapnya dengan nada dingin.


Setelah melewati pembicaraan yang cukup panjang, akhirnya Marcell kembali ke kamar. Meskipun Ia ragu, tapi Marcell ingin mempertahankan rumah tangganya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, terlihat Amelia langsung menghampiri sambil menggenggam tangannya.


"Cell, bagaimana dengan Mama! Apakah yang dia katakan, tolong jawablah." Tutur Amelia cemas.


Marcell tersenyum dan mengelus rambutnya. "Mel, kamu tenang saja! Semuanya pasti akan baik-baik saja."


Amelia nampak menundukkan kepalanya, Ia menyesali semuanya.


"Cell, aku minta maaf! Seharusnya aku tidak egois, semua ini bukanlah salahmu. Memang aku yang salah, yang tak bisa menerima semua perjanjian yang kita lakukan." Ucap Amelia sambil menangis.


"Apakah kamu benar-benar serius?" Tanyanya tak percaya.


Amelia melepaskan pelukannya dan meraih kertas perjanjian yang dari awal pernikahan.


"Kamu pernah bilang, aku sendiri yang akan merobeknya. Dan itu yang akan ku lakukan sekarang." Ucap Amelia sambil merobek kertas tersebut.


Marcell tersenyum dengan tetesan air mata. Ia memeluk Amelia kembali dan menjatuhkannya ke atas ranjang.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Amelia sambil berontak.


"Bukannya kamu sendiri yang telah merobek kertas perjanjiannya. Jadi sekarang aku adalah suami yang sah dan berhak atas semua yang ada di tubuhmu." Ucapnya dengan riang.


"Iya aku tahu, tapi ini masih siang! Nanti malam saja, lagi pula sekarang aku mau memasak untuk makan siang." Ucap Amelia mencari alasan.


"Baiklah, tapi cium boleh kan!" Jawab Marcell sambil memainkan matanya.


Amelia tersenyum dan memejamkan matanya. Marcell terlihat langsung nyosor karena di beri lampu hijau oleh Amelia.


Marcell langsung mendekatkan bibirnya dan terasa Ia seperti mimpi, akhirnya Ia bisa merasakan bibir Amelia dengan cinta.


Marcell nampak menikmati bibir Amelia yang tipis dengan lahap dan begitupun juga Amelia melayani dengan senang hati. Keduanya nampak tertumpampah kerinduan dan kehangatan.


Dan tanpa di sadari, Mama Anita masuk ke dalam kamar Marcell dan melihat sendiri kelakuan anak dan menantunya. Anita yang tadinya marah seketika langsung tersenyum lega, tapi Ia merasa menjadi seperti seorang yang sedang mengintip.


Mama Anita mencoba keluar dari kamar Marcell dengan pelan. Tapi, Amelia melihatnya dan langsung mendorong tubuh Marcell. Amelia nampak malu dan Ia tak berani memperlihatkan wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2