Rahim Bayaran Mr. M

Rahim Bayaran Mr. M
Bab 77


__ADS_3

2 bulan kemudian...


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, Amelia dan Marcel nampak sudah dekat meskipun belum sampai ke hubungan yang lebih intim.


Seperti biasa Amelia mulai menyiapkan sarapan untuk keluarga tercintanya, Ia nampak memasak dengan suasana hati yang bahagia.


Dimas langsung menghampiri sang kakak dan memeluknya.


"Kak, aku merasa jika kalian sedang ada masalah! Kak Marcell memperlakukanmu dengan baik tapi sepertinya kakak belum bisa menerimanya." Ucap Dimas.


"Sayang, itu cuma perasaan mu saja!" Jawab Amelia sambil tersenyum.


Dimas duduk di kursi, sambil memainkan gelas. "Kak, aku selalu memergoki kak Marcell di tengah malam sambil meneteskan air mata. Dia selalu bicara sendiri dan dua selalu berkata dosaku terlalu besar hingga Amelia tak bisa memaafkan ku!" Tutur Dimas.


Amelia nampak terdiam, Ia mulai merenungi ucapan dari sang adik.


"Mungkin aku memang terlalu keterlaluan, Marcell sudah banyak membantu dan memahami kekuranganku. Tapi aku masih tidak bisa memaafkannya." Batin Amelia.


Dimas menggenggam tangan sang kakak. "Kak, seberat apapun masalahnya, jika dilakukan bersama pasti bisa di lalui dengan mudah. Aku tak tahu, kesalahan apa yang di buat kak Marcell hingga kakak memperlakukannya seperti ini. Tapi satu hal yang pasti, dia adalah suamimu dan kakak punya kewajiban untuk menjadi istrinya." Tutur Dimas mengingatkan.


Meskipun usianya masih terbilang muda, tapi Dimas selalu menjadi tempat untuk Amelia pelipur lara. Mungkin karena mereka terlahir berdua dari kecil, jadi keduanya visa saling memahami.

__ADS_1


Dimas akhirnya pergi dan Amelia nampak termenung. Ia memikirkan semua ucapan Dimas yang begitu masuk akal. Hingga akhirnya, lamunannya tererai oleh gebrakan di meja yang membuatnya terkejut.


Brakkk...


"Jadi selama ini kamu mempermainkan perasaan anakku!" Teriaknya.


Amelia langsung menoleh ke arah suara dan terlihat Anita berdiri tepat di hadapannya. Ia mendengar semua percakapan antara Dimas dan Amelia.


"Ma, aku bisa jelasin semuanya!" Tutur Amelia dengan nada terkejut.


"Mel, kurang apa Marcell untukmu! Selama ini yang lihat adalah kebohongan, kalian berdua sengaja mesra di hadapanku tapi nyatanya kamu masih belum bisa memaafkan Marcell." Teriak Anita dengan air mata yang terus berlinang.


Amelia terdiam, Anita pun mulai tersenyum. "Ternyata aku salah mengenalmu, aku hanya memberikan Marcell penderitaan menikah denganmu." Ucap Anita kembali.


Anita menggelengkan kepalanya. "Aku sudah tidak percaya lagi sama kamu, mungkin selama ini aku terlalu baik padamu. Tapi ingatlah satu hal, walau bagaimanapun Marcel adalah anakku. Jika kamu menyakitinya, aku akan membalas ribuan kali lipat." Ancam Anita sambil melenggang pergi.


Amelia nampak tak bisa berkata-kata lagi. Ia merasa bersalah karena telah membuat Anita kecewa. Tapi hatinya seakan sulit untuk melupakan segalanya.


...


Waktu sarapan akhirnya tiba dan Amelia sudah menyiapkan segalanya di meja. Ia memanggil semuanya untuk sarapan termasuk Mama Anita.

__ADS_1


Mereka nampak datang tapi tidak dengan Nama Anita. Marcell yang merasa heran langsung pergi ke kamarnya untuk memastikan jika Mamanya baik-baik saja.


Marcell masuk tanpa mengetuk pintu dan Mama Anita terlihat sedang duduk sambil menangis dan memeluk foto keluarganya.


"Ma...!" Sapanya.


Mama Anita menoleh dan menghapus air matanya. "Marcell....!" Jawabnya.


Marcell duduk di samping sang Mama. Ia merasa heran dan menghapus air matanya.


"Ma, kenapa?" Tanya Marcell.


"Mama yang harusnya nanya kenapa!" Jawab Anita.


Marcell mengerutkan keningnya. "Maksudnya?"


Mama Anita tak sanggup lagi menatap wajah sang anak, Ia langsung memeluknya dengan erat.


"Sayang, kenapa kamu tidak jujur sama Mama? Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari Mama?" Tanyanya sambil menangis.


"Apa yang Mama bicarakan, aku gak ngerti!" Jawab Marcell.

__ADS_1


"Cell, kamu harus jujur sama Mama. Sudah sampai mana hubungan kamu sama Amelia. Apakah kalian sudah sampai ke hubungan ranjang?" Tanya Anita dengan raut wajah serius.


__ADS_2