
Lekky berdiri tenang tak jauh dari tempat Kami. Dia tampak tenang, Namun ketenangan yang membahayakan. Di tangannya Dia memegang sesuatu seperti kacang, Dan mengunyah di dalam mulutnya. Dia memperhatikan sekeliling dengan wajah tanpa ekpresi.
"Tuan Lekky.." Panggil Curly penuh kasih sayang, Dia sudah merubah sosoknya menjadi kecil kembali. Dia melayang senang menuju ke arah Lekky. Aku merasa lega ketika Dia datang.
Aku bertatapan dengan Lekky. Dia merentangkan tangannya menyambutku. Aku langsung berlari ke pelukannya. Lekky tidak mengatakan apapun. Dia kemudian melepaskan pelukannya, merangkul bahuku untuk pergi mengikutinya.
"Putri Yuki.." Panggil Ziyar membuatku menghentikan langkahku. Ziyar masih berbaring di atas tanah, Nafasnya tersenggal-senggal. "Pangeran...Dia tidak pernah melupakan Putri sedikitpun..."
Aku menatap Ziyar sesaat kemudian berbalik pergi.
Tanpa Dia katakan sekalipun, Aku sudah tahu itu...
Penyamaranku sudah terbongkar. Aku tidak perlu lagi repot menyembunyikan wajah dan rambutku. Berita hubungan Ku dengan Lekky semakin santer terdengar. Aku memakai pakaian kain biasa. Setelah berdandan rapi, Aku pergi ke istana Raja untuk menghadap Pendeta Suci dan Raja Bardansah sebagai Putri Yuki.
Sambutan di istana seperti yang ku duga, Tatapan sinis dan menghakimi mengarah kepadaku. Aku tidak peduli. Raja beberapa kali mengatakan sesuatu yang menyindir, Pangeran Riana ada di sana, Diam dan hanya memandangiku dari tempatnya. Aku merasa lega ketika akhirnya bisa keluar dari aula istana.
Aku langsung pergi menuju ke lapangan sekolah tempat Lekky berada. Sebentar lagi hari raya Jambaran. Hari raya kasih sayang jika di duniaku sana. Di hari raya ini seorang istri atau kekasih dapat berpuasa dengan tidak mengkonsumsi makanan apapun selain nasi dan air putih saja selama seminggu sampai hari perayaan Jambaran diadakan. Para istri dan kekasih berpuasa untuk memohon keselamatan dan doa-doa baik lainnya untuk pasangannya. Di hari Perayaan, Setiap orang dapat bertukar gelang dari benang yang di pintal untuk menunjukan kasih sayangnya. Aku telah membuat beberapa gelang di waktu senggangku.
"Kau tidak harus melakukannya, Bukankah selama ini Kau tidak pernah menjadi istri yang baik baginya" Kata Lekky ketika Aku menyodorkan makan siang padanya dan hanya menyendokkan nasi putih di piringku.
Aku sedang berpuasa untuk mendoakan Pangeran Sera.
__ADS_1
"Walau bagaimanapun Dia tetap suamiku yang sah. Lagipula kapan lagi Aku bisa berbakti padanya" Kataku membalas sindiran Lekky.
Kami makan bersama di bawah pohon. Sebenarnya kerajaan tidak ingin mengadakan perayaan Jambaran mengingat kondisi yang sedang terjadi. Tapi Lekky memaksa untuk membuat. Bukan Lekky namanya jika keinginannya tidak di kabulkan.
Lekky sendiri yang mengatur segala persiapan. Aku sedikit bersyukur, setidaknya Dia tidak melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya.
Di lapangan sedang dibangun berbagai perlengkapan untuk perayaan Jambaran nanti. Aku melihat dua orang prajurit Argueda sedang mengawasiku dari tempat yang cukup jauh. Ziyar lebih berani daripada yang ku duga. Setelah penyamaranku terbongkar, Dia tanpa takut datang ke kamarku dan memindahkan semua barangku ke kamar Pangeran Sera. Dia memberiku pelayan untuk membantuku setiap hari dan juga pengawal untuk mengawalku. Seolah nyaris mati di tangan Curly bukan masalah besar baginya.
Aku sudah mengatakan Aku tidak membutuhkannya dan melarang Para pengawal mengikutiku, Namun Dia tidak mengindahkannya.
Sikapnya yang tanpa menyerah inilah yang mungkin membuat Pangeran Sera sangat percaya padanya. Mungkin juga karena sifatnya ini, yang membuatnya berhasil menerapkan posisinya di jajaran tertinggi kerajaan.
"Setelah ini apa rencanamu ?" Tanyaku.
"Tentu saja, Ayo.." Sambutku senang.
"Kita akan kemana ?" Tanyaku ketika Lekky menarikku berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai dipasangi hiasan khas perayaan jambaran.
"Kau akan menjadi pasanganku dalam pembukaan perayaan Jambaran. Aku sudah membongkar lemarimu. Semua pakaianmu terlalu kekanakan untuk umurmu"
"Kau membongkar lemariku ?" Pekikku tak percaya.
__ADS_1
Lekky tidak menyahut. Dia berbelok menaiki tangga suatu bangunan dan membuka pintunya. Sebuah toko pakaian kelas atas. Aku mencium aroma lavender saat memasuki ruangan.
"Ada yang bisa Kami bantu ?" Tanya seorang pelayan menghampiri dengan sopan.
"Di mana baju perempuan ?"
Pelayan itu berjalan menunjukan jalannya. Aku terkejut saat mendapati Pangeran Riana dan Putri Marsha berada di salah satu sudut bersama Bangsawan Xasfir dan istrinya. Tampaknya Mereka sedang berbelanja menyiapkan kebutuhan pernikahan mereka.
Putri Marsha menatapku sinis.
Lekky menuju baju wanita dan mulai memilih. "Aku tidak mau memakainya" Kataku ketika melihat Lekky menempelkan pakaian berwarna merah ke badanku. Lekky meletakkan baju itu tidak puas. Dia kembali memilih pakaian. Akhirnya Aku melihat sorot senang di mata Lekky. Pakaian merah terang dengan potongan yang sexy di tariknya keluar.
"Tidak...Aku tidak akan mau memakai baju sialan itu" Tolakku langsung ketika melihat sorot mata Lekky. Namun seperti sebelumnya Lekky tidak peduli.
"Kami akan mengukur badan nona dulu agar pas dengan baju yang di kenakan" Kata pelayan itu sembari menerima pakaian yang telah di pilih Lekky.
"Tidak perlu, Ukuran badannya..."
Lekky menyebut ukuran badanku dengan sangat tepat. Membuatku terkejut. Dengan Profesional pelayan itu mencatat intsruksi dari Lekky.
"Aku mau besok pakaian ini sudah dikirim ke tempatku" Kata Lekky kepada pelayan dengan tegas.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Kau senang menghafal ukuran tubuh wanita" Sindirku saat pelayan itu pergi untuk menyimpan pakaian yang di pilih Lekky.
Lekky terkekeh. Dia berjalan menuju pakaian Pria. Aku bergegas menyusulnya. "Biar Aku saja" Kataku mendorong Lekky menjauh saat Dia akan memilih baju untuknya.