
Aku menghampiri Lekky dengan wajah penasaran. Apa yang membuatnya begitu fokus sehingga mengabaikan Kami.
"Oh Ayolah...Kenapa Kalian begitu pendendam sebagai seorang ikan ?" Lekky menghentakkan tongkat Kayu dengan kencang ke tanah beberapa kali.
Muncul gelembung di tengah sungai. Beberapa Putri duyung keluar sembari menatap Lekky dengan marah. Refleks Aku memegang Lekky khawatir Dia berada dalam bahaya.
"Tutup mulutmu Lekky dan bisakah Kau menghentikan memukul-mukul tanah seperti itu. Suaranya membuatku pusing" Kata seorang Putri Duyung yang bertindak sebagai pemimpin kelompok.
"Lekky.."
"Jangan khawatir, Mereka masih ada hubungan darah dengan Camila" Kata Lekky tenang. "Sama-sama Putri duyung dengan yang kita temui di awal, Tapi jenis yang berbeda, Mereka lebih bermartabat dan lebih berbahaya"
"Aku adalah Jasmine, sepupu Camila. Ferlay sudah sering menceritakan soal dirimu. Terimakasih sudah mengasuhnya ketika Ayahnya sendiri tidak becus mengurusnya" Ujar Jasmine memperkenalkan diri. Ternyata Ferlay masih ada hubungan darah dengan Putri duyung. Pantas saja Dia sangat senang bermain di air dan berani berenang di danau yang dalam.
"Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri"
"Ya, Kau seorang Ibu yang baik"
"Lekky apa Kau tidak membawakan Kami makanan ?" Tanya Putri Duyung lainnya sembari menatap orang-orang di belakang Lekky dengan pandangan lapar.
"Aku tidak membawa Mereka untuk Kalian makan. Apa Yang baru saja turun dari langit tidak cukup untuk perut Kalian" Tanya Lekky sembari menunjukkan ibu jarinya pada kuil yang sudah hancur di atas sana.
__ADS_1
"Mereka semua terbakar. Aku tidak suka daging bakar"
"Kalian jangan suka memilih makanan. Sayang jika Kalian cantik tapi memiliki perut buncit karena kebanyakan makan"
Jasmine menatapku dalam. Pandangannya tiba-tiba kosong. Seolah berada di tempat lain. Lekky tampak terkejut. Dia menatapku. Sepertinya Lekky membaca pikiran Jasmine. Melihat hal seperti itu Pangeran Sera bergegas menghampiriku. Menarikku ke belakangnya dengan sikap melindungi.
"Kau bercanda ?" Tanya Lekky kembali ketika Jasmine kembali memancarkan kehidupan.
"Penglihatanku tidak mungkin salah" Kata Jasmine tegas.
"Apa yang kalian bicarakan ?" Kataku frustasi mendengar isi pembicaraan Mereka yang tidak kumengerti.
"Kemarilah..Aku akan menceritakan sesuatu padamu" Jasmine melambaikan tangannya yang putih pucat. Aku menatap Lekky sejenak. Dia menganggukan kepala.
Aku maju menghampiri Jasmine. Pangeran Sera mengikuti di sampingku dengan sikap waspada. Jasmine memegang perutku yang mulai membuncit. Dia mengelusnya lembut. Matanya menatapku, Melihat sesuatu yang lain.
"Anak ini akan menjadi anak yang hebat. Dia akan menjadi pemimpin yang namanya akan di kenang sepanjang masa. Di tangannya Negeri yang di pimpinnya akan makmur dan sejahtera. Kekuasaannya akan meluas lebih dari yang dibayangkan. Dia akan memiliki mata yang sama dengan ayahnya. Tapi juga memiliki kelembutan hati seperti ibunya. Dia akan menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya"
"Adik-adik ?" Kataku terkejut. Aku cukup senang ketika Jasmine meramalkan hal bagus mengenai anakku. Tapi adik-adik. Bagaimana Aku bisa sempat melahirkan anak jika sebentar lagi Aku akan mati ?.
"Ya Putri, Kau akan memiliki empat anak. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Mereka semua akan memegang takdir besar yang mempengaruhi seluruh umat Manusia. Seperti dirimu dan Ayah Mereka. Mereka dilahirkan untuk mencegah iblis menghancurkan dunia ini"
__ADS_1
"Apakah Artinya itu Kami akan gagal di pertempuran ini ?"
Jasmine tersenyum. "Iblis akan selalu berpindah tempat dan wujud. Dia tidak akan pernah berhenti berusaha menghancurkan dunia ini. Kejahatan dan Kebaikan akan selalu ada sampai Dunia ini mencapai akhir. Di masa ini adalah tugas Kalian menghentikannya. Dan di masa depan adalah tugas anak-anakmu untuk berjuang"
Jasmine menjauhkan tangannya. Dia berenang dengan gerakan yang berirama. Sontak para Putri duyung lain mengikutinya. Mereka menari. "Dengar..Dengarkan ceritaku..Cerita dari masa depan...Akan lahir empat orang anak dari rahimmu. Empat anak yang memegang takdir besar. Tiga anak laki-laki...dan satu perempuan..." Para Putri duyung mendendangkan lagu secara berirama. "Anak pertama seorang pemimpin....Anak kedua seorang pejuang...Anak ketiga adalah pemikir...dan keempat adalah penjaga...seperti ibunya...Ini adalah ramalanku...Kami tidak mungkin salah...Dengarlah dengar...Akan lahir empat orang anak..."
Para Putri terus menyanyi. Mengulang-ulang ramalannya. Aku menatap Pangeran Sera senang. Pangeran memelukku hangat. Jika Ramalan itu benar, Besar kemungkinan Kami akan berhasil dalam pertarungan ini dan memulai kembali kehidupan baru.
"Apa Aku harus masuk ke dalam sini ?" Tanya Bangsawan Xasfir tidak yakin ketika Aku menyodorkan kantung kepadanya. Kami akan menuju kuil suci dengan bantuan para Putri duyung.
"Aku tidak bisa membawanya jika Dia mengeluarkan aroma darah seperti itu. Insting memakan Kami lebih kuat daripada akal sehat Kami" Kata Jasmine di pinggir sungai.
"Kau dengar sendiri. Atau Kau memang berniat menyumbangkan dirimu pada Mereka ?" Tanya Lekky tenang.
"Aku merasa seperti masuk ke dalam peti mati di dalam sana" Gerutu Bangsawan Xasfir menyerah.
Aku tidak berani mengatakan kepada Bangsawan Xasfir bahwa itu memang kantung yang biasa digunakan Lekky untuk membawa korbannya dalam bisnis keluarga.
Pangeran Riana dibantu Bangsawan Voldermon memasukkan Bangsawan Xasfir ke dalam kantung. Pendeta Serfa langsung memantrainya agar Bangsawan Xasfir terlelap di dalam sana.
"Yang lain bagaimana ?" Tanya Lekky pada Jasmine.
__ADS_1
"Tidak ada masalah untuk yang lain. Kapan Kalian ingin berangkat ?"
"Sekarang juga. Lebih cepat lebih baik"