
Aku memegang lengan Bangsawan Voldermon. Nenek itu sudah pergi. Aku tidak perlu lagi menahan rasa sakitnya.
"Apa Kau baik-baik saja ?" Tanya Bangsawan Voldermon saat Aku mencengkram kuat lengannya. Dengan Refleks Dia langsung mengangkatku dari kolam. Aku menggigil. Bangsawan Voldermon melepas mantelnya dan menyelimuti Kakiku agar hangat.
"Apa yang Kau lakukan di dalam sana ?, Kau tau apa yang Kau lakukan ini berbahaya. Kau bisa kehilangan Kakimu karena membeku"
"Jangan menakutiku seperti itu" Kataku gusar. "Kau pikir Aku orang bodoh yang mau masuk ke dalam kolam saat cuaca seperti ini tanpa alasan, Aku membantu Nenek itu mencari cincin yang dilempar orang ke tengah kolam"
"Ada orang yang melempar cincin nenek itu ke kolam ?" Tanya Bangsawan Voldermon tak percaya. "Siapa yang tega melakukan hal itu ?"
Aku diam. Wanita yang bersama kakak Putri Marsha menjadi gelisah.
Namanya adalah Namura. Nama yang cantik secantik parasnya tapi sayang, Sifatnya tidak secantik wajahnya. Sedangkan suaminya adalah Panglima Jafar. Kakak Putri Marsha.
Bangsawan Voldermon membantuku berdiri ketika Aku sudah cukup baik.
"Aku akan membawanya ke kamarnya. Kalian pergilah dulu. Nanti Aku akan menyusul" Kata Bangsawan Voldermon pada Pangeran Riana. Aku memegang Namura. Dia tampak terkejut. Tidak menyangka Aku akan melakukannya.
"Bisa Aku berbicara denganmu sebentar ?"
"Ada perlu apa dengan istriku ?" Tanya Panglima Jafar tidak suka.
"Aku ingin berbicara sesuatu dengannya sebentar. Apakah bisa ?"
"Jika ada yang ingin Putri katakan. Katakan saja sekarang" Jawab Namura enggan. Mungkin Dia berpikir jika tetap di sini Aku akan urung melakukannya. Namun Dia salah.
__ADS_1
"Apa Kau yakin ?"
"Ya. Katakan saja apa yang ingin Putri bicarakan"
"Aku ingin bertanya di mana hati nuranimu. Apakah Kau masih punya ?. Nenek itu memang bukan ibu kandungmu. Tapi Dia sudah membesarkanmu selama ini. Tapi Kau begitu tega padanya"
"Apa maksudnya Namura ?" Tanya Putri Marsha menimpali.
"Aku tidak tahu Kau senang mengurusi urusan orang Putri" Ujar Namura sinis.
"Tentu saja. Kau tidak menginginkan Nenek tadi kan"
"Untuk apa..Aku tidak membutuhkannya.Orang tua itu hanya menyusahkan. Benar Aku pernah di besarkan olehnya tapi Sudah tiga tahun ini Kami tidak bersama. Sekarang saat kehidupanku lebih baik Dia muncul. Untuk apa...untuk menjadi parasit dalam kehidupanku ?"
"Benar. Dia hanya membesarkanku tapi Dia bukan Ibuku"
"Dia datang ke sini bukan untuk memintamu membalas budinya atau menginginkan kemewahanmu. Dia datang ke sini untuk memberikan cincinnya sebagai bekalmu di pernikahanmu. Hanya itu satu-satunya harta yang Dia punya setelah Kau menjual tanah dan sapinya. Apa Kau tidak sadar itu adalah sumber penghasilannya selama ini. Kau merampasnya lalu meninggalkannya. Saat Dia ingin bertemu denganmu Kau malah membuang cincinnya ke kolam dan mengusirnya. Anak macam apa Kau ini" Kataku emosi.
"Dia bukan ibuku. Aku tidak punya ibu seperti gembel itu..Sayang.." Namura merajuk ke arah Panglima Jafar.
"Cukup mengurusi istriku Putri. Kau tidak punya hak untuk melakukannya"
"Tentu saja Aku punya hak. Karena mulai sekarang Aku mengangkatnya sebagai Nenekku. Jadi Kau harus tau kedudukannya lebih tinggi daripada istrimu ini"
"Kau memang banyak mulut.."
__ADS_1
"Cukup Marsha" Pangeran Riana membuat Kami semua terdiam. Bangsawan Voldermon menatap Namura dengan ekspresi jijik.
"Aku akan antar Yuki dulu" Kata Bangsawan Voldermon. Dia menarikku pergi untuk menghindari konflik.
"Aku tidak percaya Aku pernah meniduri iblis seperti Dia" Kata Bangsawan Voldermon ketika Kami sudah cukup jauh dari mereka. Aku menatapnya terkejut. Tidak percaya dengan apa yang ku dengar.
"Apa ?"
"Dulu Aku mengenalnya saat bekerja di Bar. Aku tidak menyangka Dia wanita seperti itu"
"Lebih baik Kau berhati-hati dalam memilih pasangan" Kataku tidak mampu berkomentar banyak.
Pangeran Sera tidak keberatan saat Aku mengutarakan keinginanku untuk merawat nenek itu dan mengangkatnya sebagai keluargaku. Bahkan Pangeran memberikan pengobatan yang baik untuk kesehatan nenek itu. Di luar dugaan Nenek tersebut pandai memasak. Lekky lebih sering berada di sekitar Nenek jika Nenek sedang memasak dan mampu menghabiskan apapun yang Nenek masak untuknya. Dia tidak pernah melewatkan satu kesempatanpun untuk memakan buatan Nenek itu walaupun yang dibuat masakan sederhana ala rakyat jelata.
Sepertinya masakan Nenek itu sesuai dengan selera Lekky. Dari tatapannya Aku curiga Lekky akan membawa Nenek itu ke rumahnya untuk tinggal bersama.
Awalnya Nenek ingin kembali ke rumahnya namun Aku menolak karena Dia tidak memiliki apapun di sana. Lekky lebih menolak lagi. Dia membujuk Nenek bahkan bersikap sangat manja pada Nenek itu. Perlahan Aku melihat bahwa Lekky menemukan sosok ibu pada Nenek itu.
Kami pindah ke rumah ayah untuk menghindari konflik. Putri Marsha menyebarkan berita tidak benar untukku bahkan menghasut orang untuk membenciku. Demi kenyamanan Akhirnya Pangeran Sera memutuskan Kami tinggal sementara di rumah Ayah. Lekky dan keluarga Darmount juga menyusul pindah kemudian.
Perlahan Nenek sudah jarang mengutarakan keinginan untuk pulang. Sebagian besar karena Lekky yang selalu bersikap manja pada Nenek. Bahkan Dia sering menggoda Nenek itu sampai Nenek tertawa girang.
Nenek menemukan keluarganya sekarang. Bersama Kami.
Hari ini puncak perayaan Jambaran. Di mana diibaratkan Para Merak telah menemukan cintanya dan akan berdoa bersama di pinggir sungai untuk keberkahan hubungan Mereka. Aku telah selesai berdandan. Mengenakan gelang kaki bergemerincing di kakiku. Selama ini Aku telah berhasil mengikuti setiap tahap pelaksanaan Jambaran untuk mendoakan Pangeran Sera. Aku akan melarungkan nampan berisi sesajian dan lilin ke sungai. Berharap kehidupan Kami akan selalu di limpahi cahaya yang menunjukan jalannya.
__ADS_1