Rain Poor

Rain Poor
20


__ADS_3

"Aku tidak apa-apa...Aku tidak apa-apa" Aku mendorong Lekky mundur. Menjauhi kedua Putri. Sementara Mereka memandang Lekky ketakutan. lekky menarikku menjauhi Mereka. Kami duduk kembali ke bangku di mana tadi Aku berada dengan Bangsawan Voldermon.


"Tunggu disini" Perintah Lekky tegas. Dia berjalan keluar. Terdengar sindiran dari Putri Marsha yang ditujukan kepadaku. Aku diam tidak mau membalas. Lekky kembali membawa mantelku. Dia menyelimutiku dengan mantel agar Aku tidak kedinginan.


"Terimakasih"


Seorang pelayan mengantarkan minuman. Lekky menuangkan segelas kecil dan memberikannya padaku. "Minum" Aku menunduk untuk mencium minuman itu lantas mengernyit. Bau alkohol terasa sekali. Aku mengelengkan kepalaku menolak. "Minum" Kata Lekky sekali lagi dengan perintah yang tidak mau di lawan.


Aku meletakan bibir gelas di mulutku dan langsung meminumnya dalam sekali teguk. Rasanya tidak enak sekali. Mataku sampai berkaca-kaca. Lekky menyendokkan sesuatu dan menyodorkannya padaku. Aku langsung memakannya. Rasanya manis. Mengurangi pahit di lidahku akibat minuman itu.


"Lagi" Pintaku.


Aku membuka mulutku menerima suapan dari Lekky.


Lekky kembali menuangkan minuman dan meminumnya sendiri. Dia tidak memakai pemanis. Aku heran bagaimana Dia bisa tahan dengan rasa pahit itu.


"Apa Kau baik-baik saja ?" Tanyaku langsung. Wanita yang pernah dicintai Lekky di masa mudanya kembali hadir. Aku curiga, Kemunculan Dia atas perintah Pangeran Sera. Mungkin karena itulah Lazzar memintaku mengawasi Lekky. Hanya Aku yang bisa menghentikan Lekky jika Dia bertindak nekat dan Hanya Aku yang bisa menghalangi niat Pangeran Sera yang ingin mencelakai Lekky.


"Ya...Jangan cemas. Dia adalah masa laluku. Dulu Aku pernah mencintainya tapi itu dulu.." Kata Lekky tegas.


Aku menganggukan kepala. Lega mendengarnya. Lekky terbiasa mengungkapkan apa yang dipikirkannya kepadaku.


"Sudah lama tidak bertemu Lekky" Aku berbalik. Seorang wanita yang sangat cantik muncul di dekat kami. Rambutnya panjang berwarna hitam dengan kulit putih bersih. Sekali melihat, dari pengalamanku selama ini mengikuti Lekky ke dunia peri, Aku cukup yakin, Wanita ini bukan manusia seutuhnya. Ada darah peri di dalam dirinya. Mungkin itu sebabnya Lekky jatuh cinta padanya. Dia cenderung sama seperti Ayah. Menyukai wanita yang bukan benar-benar manusia.

__ADS_1


"Claira" Panggil Lekky acuh.


Putri Claira menatapku dari atas ke bawah. Menilaiku. Dia tampak percaya diri dan cantik.


"Putri Yuki, salam hormat. Saya adalah istri dari Panglima perang kerajaan Argueda, Di bawah Pimpinan langsung Pangeran Sera. Suami Putri"


Aku menganggukan kepala membalas salam Putri Claira. Aku merasa, ada nada sindiran yang tidak ketara yang ditujukan Putri Claira padaku.


"Putri, Putri adalah Seorang istri dari seorang Pangeran dari kerajaan besar. Untuk apa Putri menurunkan status Putri dan mengikuti salah satu Keluarga Darmount. Saya sarankan Putri lebih baik kembali kepada Pangeran Kami"


"Terimakasih sarannya. Tapi jika anda tidak ada keperluan lain, Anda bisa pergi dari sini"


"Putri, masa depan apa yang putri harapkan dari mengikuti Lekky"


Beberapa prajurit Argueda datang. Seorang laki-laki berpakaian Panglima menyeruak masuk di antara para Prajurit yang mengepung Kami. "Putri Yuki, Orang di samping Putri bukanlah orang baik. Dia penjahat yang paling di buru di negeri Kami. Masa depan Putri tidak akan bagus jika bersamanya"


"Untuk apa sebenarnya Kalian disini ?"


"Untuk membawa Putri kembali"


Aku memegang tangan Lekky. Meremasnya pelan agar Dia tenang. Aku tidak ingin terjadi pertingkaian hari ini. Pangeran Sera menyuruh Putri Claira muncul di hadapan Lekky dengan harapan Lekky akan terjebak untuk kedua kali. Putri Claira tentu saja menyambut kesempatan ini. Aku bisa membayangkan berapa banyak hadiah yang dapat Dia terima jika berhasil melakukan misinya.


Karena Aku dan Lekky tidak juga merespon. Panglima tersebut memberi kode kepada prajuritnya untuk maju. Aku mencabut pisau yang kusembunyikan di pahaku. Dengan gerakan secepat kilat Aku berdiri dan langsung menodongkan pisau di leher Putri Claira. Ada goresan merah di sana. Darah mengalir di ujung pisau.

__ADS_1


Panglima Aljan, suami Putri Claira menatapku berang. "Apa yang Kau lakukan"


"Aku sudah memperingatkan kalian supaya pergi"


"Beraninya Kau menodongkan pisau padaku" Teriak Putri Claira marah.


Aku langsung menampar wajahnya cukup keras. Putri Claira tampak terkejut.


"Jaga ucapanmu. Dan Kau Panglima Aljan, Walaupun Aku meninggalkan istana, Namun Aku masih istri sah dari Pangeran Sera. Kedudukanku lebih tinggi daripada Kalian. Beraninya Kalian berkata kurang ajar padaku" Kataku dingin. "Kau harus ingat, Perkataanku sama kuatnya seperti keluarga kerajaan yang lain. Aku bisa membunuhmu dan membuang seluruh jabatan yang Kau elu-elukan ini atas perintahku."


Varmount dan Lazzar muncul dan berdiri di belakang para Prajurit dengan sikap tenang namun waspada.


Para prajurit tampak kebingungan. Mereka tidak tahu harus menuruti siapa. Lazzar mengambil kesempatan dan maju merangkul Lekky.


"Aku ingin berbicara denganmu" Lazzar menepuk bahu Lekky. Memintanya mengikutinya setengah memaksa. Lekky akhirnya menurut dan mengikuti Lazzar.


"Apa yang Putri harapkan darinya, Bahkan Dia meminta seorang wanita untuk melindunginya" Ujar Panglima setelah Lekky pergi. Varmount maju hendak menghajar Panglima Aljan. Aku langsung memegangnya. Mencegah niatnya


"Melindunginya ?" Aku tersenyum sinis. "Kau salah Panglima, Aku tidak perlu melindungi Lekky ketika harus bertarung dengan Kalian"


Panglima Aljan tampak memasang wajah mengejek. Rasanya Aku sangat ingin memukulnya.


"Hanya, Aku merasa kasihan kepada para pelayan jika malam ini harus repot membersihkan sisa tubuh kalian"

__ADS_1


"Apa maksudmu ?" Tanya Putri Claira marah.


__ADS_2