
Pangeran Sera kembali ambruk. Aku langsung menyangganya dengan badanku. Agak kepayahan mengingat bobot badannya yang tidak sesuai dengan badanku.
Lekky datang, berjalan santai sembari membawa payung. Di dekatnya ada Bangsawan Voldermon yang juga memakai payung. Lekky menghampiri kami. Pangeran Sera sudah tidak sadarkan diri akibat mabuk yang dialaminya.
"Sebelum ada Pengawalnya yang datang, Ayo kita bunuh Dia" Seloroh Lekky sembari menarik Pangeran Sera dan memapahnya di bahu.
"Lekky" Kataku masam. Lekky tersenyum.
"Aku hanya bercanda" Katanya sembari memberiku Payung. Bangsawan Voldermon membantu Lekky memapah Pangeran Sera. Aku memayungi mereka di belakang. Kami berjalan melewati Pangeran Riana yang berdiri dengan wajah di tekuk. Aku berusaha sebisa mungkin tidak mau mengindahkannya.
Hujan sudah berhenti. Aku selesai mengelap tubuh Pangeran Sera dan mengantikannya baju. Dia masih tidur. Sesekali menginggau memanggil namaku. Setelah memastikan Dia baik-baik saja. Aku berjalan menuju balkon, Lekky sedang berada di sana. Duduk di pagar sembari merokok.
Para pengawal Pangeran Sera sudah menunggu di halaman. Bangsawan Voldermon menghubungi Pendeta Naru sesaat setelah Pangeran Sera di bawa ke kamar. Kini Mereka hanya menunggu Pangeran Sera sadar untuk membawa Pangeran Sera kembali.
"Jadi, Kau akan kembali kepadanya ?" Tanya Lekky membuka obrolan. Aku menatapnya sesaat. Mungkin keputusanku terlalu terburu-buru. Tapi Aku sudah melihatnya dengan baik. Betapa menderitanya Pangeran Sera saat ini. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Lagipula Kami sudah menikah. Walaupun pernikahanku di masa lalu karena terpaksa, Tetap saja Kami adalah suami istri. Sudah kewajibanku untuk berbakti padanya. Memberi sedikit kebahagiaan untuknya sebelum Aku mati nanti. Setidaknya Aku bisa membalas budi atas kebaikannya selama ini.
Sebenarnya Pangeran Sera dan Pangeran Riana sama-sama memiliki cinta yang gila. Hanya berbeda versi.
"Mungkin inilah yang terbaik" Kataku setelah terdiam beberapa saat.
"Apa Kau yakin ?"
__ADS_1
" Ya.."
Lekky menghisap rokoknya. Dia tidak perlu mengatakan apapun untuk mengetahui jalan pikiranku. Semuanya bagaikan buku yang terbuka. Dia bisa membacanya dengan mudah.
"Pangeran Sera memiliki banyak penderitaan yang harus ditanggungnya. Dia tidak seperti Pangeran Riana yang terus melangkah maju. Dan semua ini salahku"
"Kau tidak bisa selalu menyalahkan dirimu untuk hal-hal yang dipilih orang lain lakukan"
"Aku tahu tapi...Bersama Pangeran Sera lebih mudah. Aku sudah cukup lelah dengan drama kehidupan istana. Apa yang kuharapkan jika Aku kembali pada Pangeran Riana ?. Ada Marsha di sisinya. Dia pernah merencanakan sesuatu yang kejam. Apa menurutmu Dia tidak mungkin melakukannya lagi ?"
Aku menatap ke arah halaman dimana para pengawal Pangeran Sera setia menunggu.
Kuda-kuda diikat rapi. Beberapa prajurit berbaring di atas tanah untuk beristirahat. Beberapa yang lain berjaga. Sesuatu hal yang seharusnya tidak perlu di lakukan. Bangsawan Voldermon sudah menjamin keselamatan mereka di sini.
"Aku bisa membunuhnya Kalau Kau mau"
"Tidak...Kita tidak datang kemari untuk mencari masalah"
"Sudahlah. Jika Kau memang ingin kembali..kembalilah"
"Lalu bagaimana denganmu ?" Tanyaku cemas. Selama lima tahun ini Aku selalu mengikuti kemana Lekky pergi hanya untuk menjaganya. Apa yang terjadi selanjutnya jika Kami tidak bersama.
"Kau bisa menemuiku sewaktu-waktu. Ingat ikatan batin kita begitu kuat. Kita memiliki darah yang sama..darah Olwrendho. Dan lagi ada darahmu di dalam diriku. Untuk apa Kau mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu"
__ADS_1
"Aku menyayangimu Kau tahu itu. Kau adalah satu-satunya keluarga yang Ku punya"
"Jangan cemas bodoh. Jika Kau mati Aku juga akan mati. Jadi berusahalah untuk tetap hidup maka Kau tahu Aku juga hidup"
"Aku ingin Kau tinggal bersamaku"
Aku merasa egois saat mengatakannya. Lekky tidak pernah mau terikat akan sesuatu. Apalagi soal kerajaan. Dia manusia bebas. Tapi Aku tidak bisa mengesampingkan perasaanku jika Dia jauh dariku.
"Aku tidak akan kemana-mana" Jawab Lekky bersungguh-sungguh. Aku menghambur ke pelukannya. Kembali kepada Pangeran Sera artinya harus siap terikat pada istana. Tunduk pada aturannya. Apalagi hidup sebagai keluarga kerajaan. Aku harus selalu waspada dan berhati-hati akan adanya kospirasi. Bahkan bisa jadi Aku akan sangat kesepian walau di sekelilingku penuh dengan orang.
Tapi yang membuatku bersedih Aku tidak akan bisa selalu bersama Lekky. Aku tidak bisa mengikatnya dalam istana. Dia punya jalan hidup sendiri. Aku pasti akan selalu mencemaskannya di sepanjang waktuku.
Lekky pergi kembali ke sekolah. Hari semakin larut. Aku sedang duduk di samping tempat tidur terkantuk-kantuk ketika Pangeran Sera tiba-tiba bangun. Dia tampak terkejut dengan sekelilingnya. Sepertinya kesadarannya belum pulih benar. Apa Dia tidak sadar berjalan ke kediaman Bangsawan Voldermon saat mabuk ?.
"Apa Kau baik-baik saja ?" Bisikku pelan. Pangeran Sera menatapku tak percaya. Aku mengulurkan tanganku untuk menyentuhnya, memasyikan apakah Dia baik-baik saja. Yapi Pangeran menepis tanganku.
Aku terdiam.
"Maaf.." Kataku kemudian. "Tadi Pangeran mabuk dan pergi kemari. Di luar ada pendeta Naru dan Prajurit Argueda. Aku akan keluar kamar"
Aku beringsut dari dudukku. Namun gerakanku terhenti ketika Pangeran mencekal tanganku. Dia menatapku penuh emosi.
"Kau mau pergi ke mana lagi ?...Apa lima tahun ini Kau belum puas menyiksaku Yuki ?"
__ADS_1
"Aku..." Kataku binggung. Aku tidak tahu harus mengatakan apa padanya. Mulutku seakan terkunci. Pangeran Sera menarikku hingga menabrak dadanya. Dia merengkuh wajahku dan langsung menciumku kuat.