Rain Poor

Rain Poor
21


__ADS_3

"Kau bisa menciumnya kan Putri Claira...Sebagai setengah Peri apa Kau tidak merasakan kekuatan Lekky ?"


Putri Claira terdiam. Dia menyadari apa yang kukatakan benar. Aku telah memberikan sedikit darahku pada Lekky sehingga Dia memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya. Membunuh Mereka adalah perkara yang gampang bagi Lekky. Namun Aku tidak ingin itu terjadi. Lekky adalah Kakakku, Keluarga Darmount adalah keluargaku dan Pangeran Sera adalah suamiku. Bagaimana mungkin Aku akan membiarkan Mereka saling bunuh.


"Jadi berhati-hatilah sekarang. Aku mungkin tidak bisa selalu mengendalikan Dia. Dan satu lagi, Jangan terlalu menguji kesabaranku. Kau memintaku untuk kembali ke Argueda ?, Harusnya Kau berpikir panjang melakukannya. Sebab jika Aku kembali, Aku pastikan hidupmu tak seindah sekarang"


Putri Claira tersentak memandangku.


"Demi Lekky, Akan kulakukan apapun untuknya. Andaikan Aku harus kembali Ke Argueda untuk menghabisi setiap orang yang menyakitinya. Aku akan melakukan tanpa berpikir panjang. Ingat itu"


Aku langsung berjalan pergi. Varmount berjalan di belakangku.


"Kau ini ternyata kejam juga Putri" Gumannya.


Aku tidak tahu apa tanggapan Pangeran Sera ketika mendengar hal ini. Yang jelas setelahnya, Putri Claira dan suaminya kembali ke Argueda. Aku bersyukur semua baik-baik saja. Sangat susah menjaga keduanya sekaligus.


Lekky harus pergi lagi untuk melaksanakan tugas dari pendeta suci. Hanya Lekky yang bisa memandu orang ke sana. Aku agak tenang karena Varmount dan Lazzar ikut serta. Begitupun dengan Curly. Mereka semua akan pergi ke dunia peri bawah tanah. Setidaknya Mereka dapat menjaga Lekky jika Dia berniat melakukan hal bodoh yang membahayakan nyawanya. Aku tidak bisa ke sana walaupun Aku ingin. Bau darahku akan menarik peri-peri jahat mendekat. Akan sangat merepotkan jika Aku ikut.

__ADS_1


"Kita tidak punya waktu untuk membunuhi setiap peri yang berusaha mendekat untuk membunuhmu. Lebih baik Kau duduk manis di sini menunggu Kami" Kata Lekky ketika Aku menyuarakan keinginanku untuk ikut.


Akhirnya Aku memilih untuk mengalah. Lebih baik Aku tidak ikut agar Mereka lebih cepat menyelesaikan misinya dan kembali pulang.


Aku mengantar kepergian Mereka di atap sekolah. Cuaca agak mendung hari ini. Udara terasa panas. Aku yakin hujan deras akan turun malam ini. Lekky meletakkan ranselnya. Memeriksa segala keperluannya. Sementara Lazzar membenahi pelana di Coraca. Hewan seperti keledai namun memiliki sayap yang dapat terbang. Lekky membawanya dari dunia peri bawah tanah ketika Kami ke sana dua tahun lalu.


"Berhati-hatilah selama Kami pergi dan jangan membuat masalah" Kata Lekky ketika akhirnya Mereka akan berangkat. Aku memeluk Lazzar dan Varmount. Setelahnya memeluk Lekky erat. Curly berada di bahu Lekky. Memegang Apel yang kusiapkan untuknya di perjalanan. Lekky merentangkan sayapnya yang lebar. Lebih lebar daripada lima tahun lalu, dan lebih kuat. Karena Aku memberikan darahku untuknya. Kekuatannya jadi bertambah berkali lipat daripada sebelumnya. Aku melakukannya untuk melindunginya dari bahaya.


"Berhati-hatilah Kalian" Teriakku ketika Mereka bersiap mengudara.


Lekky melesat ke udara di ampit oleh Varmount dan Lazzar. Aku memperhatikan kepergian Mereka dengan perasaan kosong. Sekarang Aku sendirian di sini. Tanpa Lekky, Tanpa Curly dan Tanpa keluarga Darmount.


Sosok Lekky makin lama makin mengecil hingga berubah menjadi titik di udara. Tak berapa lama titik itu menghilang tepat saat hujan turun dengan derasnya.


Aku langsung berlari menuju pintu masuk. Bajuku basah. Aku harus segera mencari cara agar bisa keluar dari gedung ini tanpa ada seorangpun yang menyadari kehadiranku. Terutama orang-orang Argueda.


Aku menuruni tangga. Berjalan menyusuri lorong yang sepi. Hujan semakin deras. Tampaknya akan ada badai. Aku nyaris terpekik saat hendak berbelok di sudut gang. Ada Pangeran Sera dan rombongannya sedang berjalan.

__ADS_1


Aku langsung bersembunyi di balik tembok. Untungnya tidak ada yang menyadari kehadiranku. Pangeran Sera sendiri tidak akan menduga Aku berada di sekolah. Aku tidak boleh sampai ketahuan. Aku menunggu sampai rombongan Pangeran Sera menjauh.


Ketika cukup yakin Pangeran Sera telah menjauh. Aku berjalan berjinjit. Menyeberangi gang, Membuka sebuah pintu dengan cepat.


Terdengar bunyi Klik saat gagang di putar. Syukurlah Pintu ini tidak terkunci.


Aku masuk ke dalam. Ruangan ini hanya berisi bangku-bangku dari kayu yang di letakan tidak beraturan. Ada meja panjang di sudut ruangan. Di sisi yang lain tampak cermin memanjang yang terpasang di dinding.


Tampaknya ruangan ini jarang di gunakan. Aku bisa bersembunyi di sini dengan aman selagi menunggu hujan reda dan Pangeran Sera pergi dari gedung ini.


Aku melepaskan pakaian luarku. Menyisakan pakaian tipis dengan lengan tali yang panjangnya sebatas paha. Aku duduk di bangku. Mengurai rambutku yang lembab. Hujan semakin turun dengan deras. Airnya menampar cendela sehingga menimbulkan bunyi yang berirama.


Terdengar langkah kaki mendekat. Aku langsung menegang. Kutajamkan pendengaranku. Tidak salah...ada seseorang yang sedang menuju ke sini. Aku mengitari seluruh ruangan, mencari tempat bersembunyi. Bisa gawat jika ada yang menemukanku apalagi dalam kondisi begini. Aku harus bersembunyi.


Pandanganku tertuju pada pintu di ujung ruangan yang tidak terlihat jika Kita tidak memperhatikan dengan seksama. Aku mengambil semua baju dan sepatu yang kulepaskan karena basah. Berlari membuka pintu di ujung ruangan dan masuk.


Tepat saat pintu di luar terbuka.

__ADS_1


Aku bersandar di pintu berharap orang itu tidak kemari. Namun, Sebuah pintu yang ada di dalam ruangan terbuka. Pangeran Riana keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya basah seperti habis mandi.


Mata Kami bertemu.


__ADS_2