Rain Poor

Rain Poor
29


__ADS_3

"Jangan pergi lagi Yuki...Jangan tinggalkan Aku" Pintanya dengan nada memohon.


Pangeran memelukku kuat di dada. Aku terdiam. Merasakan bahunya bergetar.


Aku membalas pelukannya. Menepuk punggungnya untuk menenangkan. Setelah Pangeran cukup tenang, Dia melepaskan pelukannya.


"Aku telah melakukan banyak hal buruk padamu. Apakah Kau masih bisa menerimaku yang seperti ini ?" Tanyaku pelan.


"Tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu...Jangan pergi Yuki. Kembalilah padaku. Apa Kau tidak bisa melihat perasaanku padamu ?"


Pangeran kembali merengkuh wajahku. Dia kembali menciumku mesra. Seolah Aku tidak pernah berbuat buruk padanya. Seolah Aku tidak pernah melakukan kesalahan padanya.


Kami berbicara dari hati ke hati. Sambil berbicara Pangeran Sera terus menggengam tanganku. Dia menyentuh cincin kawin di jariku. Jelas cincin itu tidak pernah lepas dari tempatnya. Ada bekas melingkar di jariku.


Aku berjanji padanya...tidak akan meninggalkannya lagi. Aku akan kembali padanya.


Aku berpamitan dengan Bangsawan Voldermon. Aku mengatakan padanya akan kembali ke sekolah bersama Pangeran Sera. Kami mengendarai kereta kerajaan bersama.


Kehebohan terjadi di sekolah saat orang-orang melihatku turun dari kereta kuda kerajaan. Sontak Aku merasa jadi pusat perhatian. Pangeran Sera terus menggengam tanganku ketika Kami berjalan. Caranya menggengamku menyiratkan bahwa Dia tidak ingin lagi berpisah.


Wajahku memerah saat Aku keluar kamar mandi. Pangeran Sera memintaku membantunya mandi. Hal yang tidak pernah kulakukan kepada siapapun sebelumnya. Berkali-kali saking gugupnya Aku menjatuhkan barang.


Beruntung Dia tidak mengajakku mandi bersama. Aku sudah mandi saat Dia pergi untuk mengurus kerajaannya. Aku tidak tahu bagaimana wajahku saat ini. Aku tidak berani menatapnya sama sekali.


"Kenapa wajahmu sangat merah seperti itu" Goda Pangeran di dekatku. Dia hanya bertelanjang dada di depanku. Wangi sabun tercium dari tubuhnya.


"Tidak" Kataku gugup.

__ADS_1


Pangeran menyentuh tanganku. Dia mengangkatnya lembut dan mencium telapak tanganku. "Benarkah ?"


"Ya.."


Aku berusaha menarik tanganku. Tapi Pangeran menahannya. "Lalu kenapa Kau gemetar begini ?"


"Hentikan..Jangan menggodaku lagi" Kataku. Wajahku semakin terasa panas. Pangeran menatapku dalam. Ada sorot menggoda dalam matanya. Aku menyadari, Itu adalah tatapan laki-laki yang menginginkan wanitanya. Pangeran merengkuhku dalam pelukannya. Perlahan, Dia mencium bibirku.


Aku balas memeluknya. Membalas setiap sentuhannya.


Aku baru saja selesai berdandan ketika Pangeran Sera masuk. Dia tersenyum menatapku. Aku mengenakan pakaian kain biasa. Pangeran tidak mempermasalahkan Aku yang tidak mengenakan pakaian ala Putri kerajaan. Kami akan makan pagi bersama. Terdengar suara gulf milikku di meja. Lekky menghubungiku. Pangeran diam di sampingku. Tangannya mengenggam erat tanganku sementara Aku berbicara dengan Lekky.


Aku menutup gulf. Memandang Pangeran yang hanya diam di sampingku. "Pangeran...Aku harus mengatakan sesuatu padamu" Kataku akhirnya. "Aku dan Lekky, Hubungan Kami tidak seperti yang di ceritakan orang-orang"


Aku harus mengatakannya. Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara Pangeran Sera dan Lekky.


"Kakakmu ?" Tanya Pangeran tidak percaya. "Tapi perdana menteri Olwrendho tidak mempunyai istri lain selain Putri Ransah"


"Ini memang sulit di percaya. Aku sendiri baru mengetahuinya kemudian. Jauh sebelum bertemu ibuku, Ayah mempunyai seorang kekasih. Ketika Mereka berpisah Ayah tidak mengetahui bahwa Wanita itu telah hamil. Dia adalah Putri kedua keluarga Darmount. Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana rinciannya. Yang jelas, Aku dan Lekky adalah saudara satu ayah beda Ibu"


Pangeran terdiam beberapa saat, Mencerna ucapanku.


"Kalau begitu Aku jadi mengerti kenapa Dia sangat membenciku"


"Maafkan Aku, Lekky tidak bermaksud seperti itu"


"Tidak apa-apa Yuki. Apa yang Dia lakukan mungkin sama persis dengan apa yang akan Aku lakukan jika Aku mengetahui Margitha memiliki seorang kekasih"

__ADS_1


"Dia kakak yang baik bagiku"


"Aku juga jadi mengerti kenapa Kau membelanya mati-matian. Dia adalah keluargamu satu-satunya. Kau pasti sangat menyayanginya"


Aku menganggukan kepala.


"Kalau begitu...Ayo Kita segera bersiap. Aku akan menemuinya untuk meminta izin agar Dia bisa mempercayaiku untuk menjagamu"


Aku tersenyum senang.


Ketika Kami tiba di ruang makan. Ruangan sudah penuh dengan orang. Aku melonggokan kepalaku ke kanan dan ke kiri. Mencari keberadaan Lekky. Akhirnya Aku menemukannya sedang duduk bertiga dengan Lazzar dan Varmount di sudut ruangan. Lekky mengepulkan asap rokok di udara. Duduk membelakangiku.


"Tunggu sebentar, Aku akan menemuinya terlebih dahulu" Kataku pada Pangeran Sera. Dengan cepat Aku berjalan menuju meja Lekky. Aku mengecup pipi Lazzar dan Varmount. Duduk di samping Lekky.


"Bagaimana bulan madumu. Apakah menyenangkan ?" Seloroh Varmount terkekeh.


"Kau harus segera menikah untuk merasakannya" Jawabku ringan. Aku mengambil batang rokok di tangan Lekky dan mematikannya.


"Lekky...Dia ingin berbicara padamu" Kataku Akhirnya. Aku menggegam tangan Lekky ketika tidak mendapat responnya.


"Jangan pedulikan si bodoh itu. Bawa saja suamimu ke sini untuk makan bersama" Ujar Lazzar sembari menepuk bangku di sampingnya.


Aku menatap Lekky dalam. Memohon pengertiannya. "Lekky, Kau adalah kakakku satu-satunya. Izinmu sangat penting bagiku. Apapun yang terjadi di masa lalu dengannya tapi tidak akan merubah fakta bahwa Dia adalah suamiku"


"Baiklah..Baiklah.." Kata Lekky menyerah. "Bawa Dia ke sini"


Aku tersenyum lega. Dengan senang Aku merangkul Lekky dan mencium pipinya. "Kau memang yang terhebat"

__ADS_1


Aku berpaling menatap Pangeran Sera yang berdiri menunggu di ambang pintu sambil memperhatikan Kami. Menganggukan kepala. Memberi kode kepada Pangeran Sera agar Dia mendekat. Dia datang bersama Pendeta Naru.


__ADS_2