
Bangsawan Xasfir hendak maju. Namun Aku merespon cepat dengan berteriak padanya.
"Jangann !!"
Bangsawan Voldermon langsung menahan Bangsawan Xasfir. Aku tidak takut jika Lekky harus menghadapi Bangsawan Xasfir. Tapi Aku takut jika Bangsawan Xasfir terluka parah atau paling buruk meninggal dunia. Lekky bukan tandingan Bangsawan Xasfir. Sorot mata Lekky sekarang adalah sorot mata yang tidak terbantahkan. Dia tidak akan setengah-setengah menyerang lawannya.
Panglima Jafar mendorong Namura maju ke arah Lekky. "Dia yang memukuli kekasihmu bukan Aku..Dia orangnya" Kata Panglima Jafar. Tampak jelas ketakutan di wajahnya. Dia tidak segarang saat Menyerangku waktu itu.
Namura jatuh ke pelukan Lekky. Lekky melemparnya seperti orang yang melempar bola. Namura menabrak kaca cendela hingga pecah. Terdengar suara teriakan dan bunyi hantaman yang keras. Pangeran Sera berdiri di depanku melindungiku.
Sesaat Namura mengerang lalu kemudian Dia diam tidak bergerak. Darah mengalir di tubuhnya. Semua orang memandang ngeri pada Lekky. Panglima Jafar berlari menuju pintu keluar. "Minggir...Minggir" Teriaknya berusaha menyelamatkan diri.
Lekky melangkah...Secepat kilat Dia menghilang. Dan kemudian Dia sudah berada di depan Panglima Jafar.
Terdengar teriakan nyaring yang membahana. Teriakan dari nyawa yang di renggut secara biadap. Aku berpaling, Menyurukan wajahku di dada Pangeran Sera. Tidak kuat mendengar teriakan itu.
Perlahan teriakan itu hilang.
Tubuh Panglima Jafar ambruk ke lantai. Dia mengalami kejang-kejang hebat. Dadanya berlubang. Di tangan Lekky ada jantung yang masih berdenyut.
Darah segar menetes dari jantung itu. Kemudian...Jantung itu di remas Lekky hingga pecah. Dia memandang dengan tatapan dingin pada Panglima Jafar yang kini diam tidak bergerak.
Terdengar raungan kemarahan. Putri Marsha maju. "Kau membunuhnya...Kau pembunuhh !!"
Plakkk !!!
Lekky menampar Putri Marsha keras hingga Putri Marsha tersungkur di lantai. "Jangan bilang Aku tidak memperingatkanmu sebelumnya" Kata Lekky dingin "Kau pikir Aku main-main ?"
Lekky melempar jantung di tangannya ke arah Putri Marsha. Kemudian Dia berpaling menatapku. Mata Kami bertemu. Lekky mengulurkan tangannya yang berlumuran darah segar. "Yuki.." Panggilnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa" Bisikku pada Pangeran Sera saat Dia menahanku maju. Pangeran menatapku sejenak kemudian Dia melepaskanku. Aku berjalan ke arah Lekky. Menerima uluran tangannya. Lekky langsung membawaku pergi dari ruangan ini meninggalkan kengerian di dalamnya.
Dalam insiden itu Lekky membunuh 17 orang hanya dalam waktu tujuh menit. Sekarang seluruh orang sudah mengerti seberapa gilanya Lekky. Orang mulai berpikir seribu kali untuk menggangu keluarga Darmount.
Nenek tampak sangat bersedih dengan kematian Namura namun Dia menerimanya dengan ikhlas. Nenek sadar semua ini terjadi karena ulah Namura sendiri. Tidak ada inipun Namura sebenarnya terancam hukuman kerajaan karena Menyerangku.
Dia sebenarnya baik. Hanya waktu dan keadaan yang membuatnya berubah menjadi jahat seperti itu.
Putri Marsha mengajukan pengadilan kerajaan untuk Lekky tapi mengejutkan tidak ada yang merespon. Hal ini membuat Putri Marsha berang. Pangeran Riana seolah bersikap tidak peduli. Bahkan di pemakaman Panglima Jafar Dia dikabarkan tidak datang.
Aku sedang berjalan menuju ke kamar Lekky sembari membawa tumpukan baju yang telah selesai ku setrika ketika Tabib yang merawatku tempo hari datang memanggilku. "Putri Yuki kebetulan sekali bertemu dengan Putri"
"Ada apa Tuan ?" Tanyaku sembari menurunkan keranjang di lantai.
"Seharusnya Saya mengabarkan hal ini terlebih dahulu kepada Pangeran Tapi mungkin Putri ingin memberi Pangeran kejutan ?"
Aku menatap Tabib itu tidak mengerti.
Apa ?.
Aku mengerjap.
Binggung.
Ibu ?.Aku ?.
"Ya Putri Yuki. Anda sedang hamil" Kata pendeta itu yang melihatku terdiam kebingungan.
"Apakah Kau yakin akan hal ini ?" Tanyaku masih tidak percaya dengan apa yang ku dengar.
__ADS_1
"Saya sangat yakin Putri"
Aku mengerjap. Air mata sontak mengalir di pipiku. Aku hamil. Aku akan menjadi seorang ibu. Perasaan senang menjalar ke seluruh tubuhku. Aku tidak menduga Aku akan mendapat kesempatan lagi kali ini.
"Yuki.." Aku berbalik. Pangeran Sera berjalan menghampiriku dengan wajah cemas. Melihatku menangis. "Yuki ada apa ?"
Aku langsung menghambur ke pelukan Pangeran Sera. Pangeran Sera tampak kebingungan saat melihatku.
"Ada apa Yuki.." Bisik Pangeran Sera lembut sembari mengelus rambutku.
"Tabib mengatakan...Dia mengatakan kepadaku...."Kataku di sela tangisku. "Dia mengatakan kepadaku kalau sebentar lagi Aku akan jadi ibu"
"Apa ?" Kata Pangeran Sera menatapku tak percaya.
"Dia mengatakan Aku hamil"
"Hamil ?" Pangeran tampak terdiam. Mencerna perkataanku dalam kepalanya. Kemudian Dia merengkuhku. Menatapku meminta penjelasan."Kau hamil ?" Katanya dengan suara bergetar.
"Ya.."
Pangeran mengepalkan tangannya kehidungnya. Menyembunyikan kesenangannya.
"Istriku hamil ?" Tanyanya pada Tabib masih tidak percaya.
"Benar Pangeran. Putri Yuki sedang hamil. Saya harap mulai sekarang Putri lebih berhati-hati dan tidak bekerja terlalu keras"
"Aku akan menjamin Dia tidak akan melakukan apapun" Kata Pangeran Senang. Dia memelukku kuat.
Aku berlari ke arah Lekky. Dia sedang bermain catur dengan Bangsawan Asry. Di sampingnya tampak Bangsawan Voldermon yang mengawasi keduanya. Sebenarnya akan percuma mempermainkan permainan itu bersama Lekky ketika Dia bisa membaca langkah yang akan kita ambil dari pikiran Kita. Tapi entahlah, Mungkin dengan kepandaian Bangsawan Asry Dia bisa mengalahkan Lekky.
__ADS_1
Aku melihat Pangeran Riana bersama Putri Marsha. Wajah Putri Marsha masih lebam akibat pukulan Lekky. Keduanya sedang duduk tak jauh dari tempat Lekky bermain catur. Sedang berbicara dengan Bangsawan Xasfir mengenai persiapan pernikahan Mereka.
"Lihat siapa yang hamil" Sambut Lekky ketika melihatku. Dia merentangkan tangannya menyambutku dengan gaya dibuat-buat.