
Aku terbangun dari tidurku dan mendapati Pangeran Sera berada di sampingku. Aku memandang wajahnya. Masih tidak mempercayai jika Dia berada di sini. Dari Curly Akhirnya Aku mengetahui setelah Dia berbicara dengan Lekky, Pangeran langsung mengendarai kuda kemari. Dia meninggalkan wanita yang sengaja di siapkan untuknya. Pergi menemuiku.
Baju yang kotor dan goresan luka di lengannya akibat terjatuh saat Dia berlari kemari. Pria ini...Hatinya terbuat dari apa. Jika kuingat Dia itu bagaikan bintang jatuh untukku. Selalu membawakan keberuntungan. Seperti matahari pagi yang membawa kehangatan.
Aku mengusap rambutnya. Pangeran sedikit bergerak. Dia tampak lelah. Aku beringsut bangun, turun dari tempat tidur. Perutku terasa tidak enak. Mungkin karena Aku tidak makan dengan benar hari ini. Aku merasa mual. Bergegas Aku keluar tenda. Mencari tempat yang cukup jauh agar tidak terdengar Pangeran Sera. Aku memutahkan seluruh isi makananku.
"Kau baik-baik saja ?" Pangeran Sera berjalan menghampiriku. Tampaknya Dia baru saja terbangun dan mencariku.
"Jangan mendekat, Ini bukan hal yang baik untuk Pangeran lihat" Kataku mengangkat tangan kearahnya.
Pangeran mendekatiku. Memijat tengkukku saat Aku kembali mengeluarkan isi perutku.
"Apa yang terjadi ?"
Aku tersenyum berusaha menenangkannya. "Penyakit wanita hamil" Bisikku lirih.
Paginya, Kami akan segera siap melakukan perjalanan. Aku mengemas barang-barangku. Saat Aku selesai semua sudah berkumpul di sebuah tenda besar. Lekky menatap Pangeran Riana dan Pangeran Sera yang saling memandang dengan sikap bermusuhan. Dia kemudian menghampiriku dengan bersungut.
"Aku gatal sekali ingin menghajar Mereka" Bisik Lekky di dekatku.
Aku melangkah maju dan mendapati sebuah peta besar terletak di tengah meja. Aku memperhatikan titik yang di beri bendera. Mempelajari peta itu untuk sesaat.
"Pegunungan ini, Ini tempat Pendeta Suci di sembunyikan. Berarti Kita akan berputar menuju utara untuk mencapainya" Kata seorang Panglima yang ikut serta dalam rombongan sembari menelusuri peta dengan jarinya.
__ADS_1
"Terlalu lama...Kita lewat selatan" Tolak Lekky tegas.
"Itu adalah kawasan terlarang. Tidak ada yang pernah kembali ke sana hidup-hidup" Protes Pangeran Sera menimpali.
"Itu Karena Mereka normal" Jawab Lekky acuh.
"Apa maksudmu ?"
Aku mengenali tempat yang di maksud Lekky. Dua tahun lalu Aku dan Dia pernah pergi ke sana. Kalau tidak salah itu tempat itu masih ada hubungannya dengan camila, Ibu Ferlay.
"Karena di sana ada sungai Putri duyung" Aku membantu menjawab pertanyaan Pangeran Sera.
"Putri duyung ?" Bangsawan Voldermon tampak antusias. Wajahnya berbinar senang. Jelas Dia membayangkan sesuatu di kepalanya. Mungkin Putri duyung cantik setengah telanjang di depannya.
"Apakah berbahaya ?" Kini Bangsawan Asry yang balik bertanya dengan wajah penasaran.
"Ya...siapapun yang terkena mantera itu..Dia akan memiliki keinginan kuat untuk bercinta yang tidak tertahankan sampai-sampai Mereka bisa menyakiti diri sendiri jika keinginannya tidak segera terlaksana" Aku merasa jengah saat harus menceritakan bagian ini di depan semuanya yang keseluruhan berjenis kelamin laki-laki. "Seringnya walaupun para korban tau jika menceburkan diri akan menjadi mangsa, Mereka akan tetap melakukannya saking tidak tahannya dengan kekuatan mantera itu"
Aku mengetahui hal ini saat pergi ke sana. Lekky terkena mantera cinta. Aku dan curly berusaha keras menahannya. Dia seperti ingin menyobek dirinya saat itu saking hebatnya efek mantera itu.
"Apakah tidak ada cara lain untuk menangkal kekuatan mantera itu ?" Tanya Pangeran Sera lagi.
"Ada..Kau harus membiarkan istrimu bercinta dengan orang yang terkena mantera itu untuk meredakan efeknya"
__ADS_1
Pangeran Sera menghampiri Lekky dengan sikap ingin menyerang. Aku langsung menahannya. Mencoba menenangkannya.
"Kau kira Aku berbohong ?" Tanya Lekky lagi dengan wajah menyebalkan.
"Jadi, Bagaimana Kita melalui sungai ini ?"
"Kita akan berjalan dengan mata di tutup. Yuki akan berjalan membimbing kita menyeberangi sungai. Hanya Dia yang tidak akan terkena mantera cinta para Putri duyung"
Setelah berdiskusi dan menyusun rencana. Kami naik ke atas kuda. Aku naik kuda bersama Pangeran Sera. Hal itu membuat Pangeran Riana tampak menyeramkan. Aku berusaha mengindahkannya.
Lekky terbang lebih dulu untuk memantau situasi. Curly mengikuti Kami. Dia berpegangan di bahuku. Pangeran Sera tampak tidak bermasalah harus berada di didekat Curly.
Kami menunggu Lekky ketika akan memasuki hutan terlarang. setelah satu jam menunggu Curly memberikan respon dari sesuatu di kejauhan sana. Kami kembali memacu kuda menuju hutan terlarang.
"Ah...Rasanya Aku membangun rumah disini dengan cendela kamar menghadap ke arah sana" Seloroh Bangsawan Voldermon sembari berdiri di atas bukit. Di bawahnya ada sungai yang cukup lebar dengan jembatan gantung berwarna merah, entah siapa yang berhasil membuat jembatan itu. Pastilah Dia orang yang hebat karena mampu membuat dengan para Putri duyung di bawahnya. Bangsawan Voldermon melihat menggunakan teropong. Dia tampak berdecak kesenangan.
Aku mendesah. Berjalan menghampirinya dan memberikan Kain untuk menutup matanya. "Jangan sampai Kau di makan oleh Mereka"
Kataku mengingatkan.
Kuda-kuda jantan di tutup matanya. Curly melotot tajam ke arah para Putri duyung. Dia memiliki alergi terhadap wanita cantik. Katanya Mereka semua menjijikan termasuk Aku. Itulah kenapa Curly sering senewen jika harus berdua bersamaku. Dia tidak menyukainya.
Aku memberikan pada Pangeran Sera. "Aku tidak perlu itu" Kata Pangeran Sera lembut.
__ADS_1