Rain Poor

Rain Poor
59


__ADS_3

Seluruh hadirin bertepuk tangan ketika Aku selesai bernyanyi. Aku menghampiri Pangeran Sera. "Bagaimana apa Kau sudah terbawa sampai dasar samudra ?" Selorohku ringan. Pangeran Sera tertawa.


Aku memandang ke sekeliling memperhatikan setiap wajah yang kutemui. Berharap usaha Kami dua tahun ini akan berhasil.


Menyelamatkan dunia.


Menyelamatkan kehidupan dan orang-orang yang Kami sayang.


Hari yang dinanti tiba. Sebelum berperang baik Pangeran Riana maupun Pangeran Sera berpamitan kepadaku dan Nara. Lekky sudah lebih dulu berangkat bersama Curly dan keluarganya. Seluruh pasukan iblis itu sudah mengepung pulau ini. Kami harus bertahan sampai matahari benar-benar tertutup bayangan bulan dengan sempurna agar iblis itu bisa dikalahkan.


Aku memeluk erat Pangeran Sera. Merasakan kehangatan tubuhnya. Hal yang akan kutinggalkan sebentar lagi. Aku tidak mampu membendung air mataku. Rasanya menyedihkan. Aku menyaksikannya pergi bersama pasukannya.


Setelah memastikan semua aman. Aku berjalan menuju hutan tempat dimana segel suci berada. Para putri duyung itu salah. Aku tidak mungkin mempunyai kesempatan untuk melahirkan empat orang anak. Nara selamat saja Aku sudah sangat bersyukur.


Pangeran Sera dan Pangeran Riana berada di pos masing-masing. Aku sengaja meminta pendeta suci membuatnya jauh dariku agar Mereka tidak punya kesempatan menyusulku.


Aku diam menunggu. Sinar matahari mulai meredup. Tanda bulan sedang merayap menutupi sinarnya. Suara-suara pertempuran terdengar di sekelilingku. Terdengar pula langkah Kaki berdebam yang menggetarkan dari iblis yang berusaha menuju pohon suci.


Aku memejamkan mata. Berdoa setulus hati untuk keselamatan semua orang yang kusayang. Berharap Mereka mengerti kenapa Aku melakukan ini. ketika cahaya matahari hampir tertutup sempurna.


"Yukii..." Aku berbalik dan terkejut. Pangeran Sera muncul bersama Gererou, Panglima kepercayaannya dan beberapa prajurit.

__ADS_1


"Pangeran Sera bagaimana bisa Kau ada di sini" Kataku tidak percaya. Dia tidak boleh berada di sini. Tidak. Apa yang terjadi ?.


Pangeran tersenyum. Dia menghampiriku dan langsung memelukku erat. "Kau ingin meninggalkanku lagi ?" Bisiknya di telingaku.


Aku mencoba melepaskan diri dari Pangeran. "Pangeran..Kau tidak boleh ada di sini"


"Lalu kenapa Kau ada di sini ?"


Aku menatap Pangeran kelu. Dia selalu mengetahui setiap kebohonganku. Apakah Dia juga sudah menyadari hal ini dari lama.


"Yuki..Setiap ucapanku apa Kau ingat ?"


"Apa ?" Kataku kaget.


Pangeran mendorongku ke belakang dengan keras. Aku yang tidak siap terjatuh kebelakang. Gererou menangkapku.


"Bawa Putri Yuki pergi"


Gererou menarikku mundur. Aku berteriak dan memberontak berusaha melepaskan diri. Kemudian Aku menyadari di tangan Pangeran ada segel suci dan botol berisi darahku. Dia ternyata mencurinya saat memelukku. Pangeran Diam tidak bergerak dari altar saat Gererou terus menyeretku menjauh. Dia berdiri dengan tenangnya menatapku.


Senyum lembut terpasang di wajahnya. Angin bertiup menerbangkan rambutnya. Matanya memancarkan cinta yang dalam. Menatapku penuh keikhlasan. Kemudian Aku menyadari. Dia mengetahui rahasia itu. Dia di sana untuk mengorbankan dirinya mengantikan Aku.

__ADS_1


"Tidak...Tidakkkkk !!" Teriakku semakin meronta. Namun tenagaku tidak cukup kuat melawan Gererou.


Semakin lama sosoknya semakin menghilang. Gererou terus menarikku menuju batas kubah yang di tunjuk Pendeta Suci.


"Lepaskan Aku...Lepaskannn Aku..."


Terdengar Raungan yang cukup keras disusul ledakan dasyat. Sedetik kemudian..


Api menyambar begitu cepat bagaikan nuklir yang dijatuhkan ke tanah. Menghancurkan segala sesuatu di dalam kubah.


"Tidak...Pangeran...Tidakkkkkkkkkkk !!!!!!"


****************Rain Pour End*************


Pertempuran ini membawa duka yang dalam bagi Yuki. Iblis berhasil di kalahkan tapi Dia juga membawa kehancuran besar dalam jiwa Yuki.


Kematian Pangeran Sera membuatnya hancur. Namun di saat yang sama kerajaan Argueda yang tidak terima dengan kehilangan Pangerannya menuntut hukuman untuk Yuki.


Rasa bersalah Yuki membuatnya meninggalkan semua dan pergi ke Argueda untuk menyerahkan diri. Akankah Riana berhasil membawa Yuki tanpa menimbulkan pertempuran dua negara ?.


Lalu bagaimana Yuki menghadapi kesedihannya ketika matahari meninggalkannya ?. Akankah ada keaajaiban yang membuatnya mampu menemukan mataharinya kembali di kehidupannya.

__ADS_1


Ikuti kisahnya dalam Morning Dew seri akhir ***Rissing Sun*** yang bisa di ikuti pada tanggal 26 febuary 2020.


__ADS_2